LOVE OR OBSESSION

LOVE OR OBSESSION
Rencana



Jasmine pulang ke rumah dengan wajah yang sulit ditebak. Membuat Sherlyn yang melihatnya merasa penasaran ada apa dengan kaka iparnya, pertanyaan itulah yang selalu teriyang-iyang dikepala Sherlyn.


Membuat jiwa keingin tahuan Sherlyn keluar, Sherlyn memberanikan diri untuk duduk disamping kaka iparnya yang sedang memejamkan matanya dan menyandarkan kepala, lalu bertanya dengan hati-hati.


"Ka abis dari mana?" pertanyaan itulah yang keluar dari mulut Sherlyn sekedar basa-basi, padahal hal yang utama yang Sherlyn ingin tanyakan, kenapa wajah kakanya baru pulang sudah masam begitu.


"Aku abis ketemu Tio" ucap Jasmine dengan masih memejamkan matanya, membuat mata Sherlyn membulat sempurna karna kaget.


"Kaka mau apa ketemu Tio?" tanya Sherlyn, Jasmine pun yang mendengarnya mulai membuka matanya dan memperbaiki duduknya.


"Aku abis nanya sama Tio" tukas Jasmine, Sherlyn pun yang ingin tau, mulai lebih merapatkan duduknya dengan Jasmine dan menatap Jasmine penuh tanda tanya.


"Nanya apa kaka?" tanya Sherlyn lagi, karna Jasmine terus memberi informasi terputus-putus seperti engga untuk membahas.


"Nanya hubungan Tio sama Angel, terus Tio jawab Angel cuman j*langnya aja, gila banget kan gitu. Aku gak perduli shi sebenarnya kalau masalah itu, mau gimana kek terserah, tapi yang bikin aku keselnya, aku belum bisa nemu jawabanya karna keburu kesel, Tio ngajak aku balikan apa coba, gak mikir aku udah punya anak sama suami, padahal yang udah-udah aja" jelas Jasmine, Sherlyn pun yang mendengarnya mulai berpikir j*lang tapi kenapa Tio kasar seperti tidak punya hati begitu, sekarang Sherlyn benar-benar menyesal, kenapa dari kemarin Sherlyn tidak mengikutinya.


"Udah deh ka jangan kesel aja biarin!, mungkin si Tio nyesel kali. Eh ka aku tertarik buat pengen tau deh hubungan mereka kaya gimana, soalnya aku penasaran, masa shi Tio bila j*langnya, sedangkan Tio memperlakukan Angel kasar banget" ucap Sherlyn dengan menatap wajah kakanya yang terlihat biasa saja.


"Mungkin Tio masih punya dendam dimasa lalu kali sama Angel" ucap Jasmine, masih tidak membuat Sherlyn puas dengan jawabanya.


"Kayanya iya shi ka, tapi kenapa malah Tio deketin lagi, aku bener-bener gak ngerti. Jangan-jangan Tio masih cinta kali sama Angel" tebak Sherlyn, Jasmine pun merasa setuju dengan apa yang Sherlyn ucap.


"Bisa jadi shi. Kitakan gak tau hati manusia gimana" ucap Jasmine, dibalas anggukan oleh Sherlyn.


Dreett... Dreett... Dreett..


Disaat mereka sedang asyik membicarakan Tio dan juga Angel, tiba-tiba handphone Sherlyn berbunyi menandakan ada pesan WhatsApp masuk, Sherlyn pun mengambil handphone yang berada diatas meja.


"Siapa shi yang WhatsApp?" omel Sherlyn tapi tidak diurungkan untuk membuka pesanya, Jasmine pun yang tidak tahu hanya menaik turunkan kedua bahunya sebagi jawaban tidak tahu.


"Kenapa Sher?" tanya Jasmine, Sherlyn pun mulai mengatur nafasnya karna terlalu marah dan kesal, nafasnya mulai teratur dan emosinya terkendali, lalu Sherlyn bercerita kepada Jasmine siapa orang yang berani membuatnya marah.


"Ka. lihat nih! kerjaan siapa ih" ucap Sherlyn dengan menyodorkan handphonenya yang memperlihatkan adegan romantis suaminya dengan ****** sialan itu. Sherlyn tau pasti ada yang sengaja memoto dan mengirimnya kepada Sherlyn agar membuat rumah tangganya menjadi retak.


"Itu pasti Angel yang ngirimin, Sher" tebak Jasmine, diiyakan oleh Sherlyn, kalau bukan Angel. Lalu siapa lagi yang ingin merusak rumah tangganya.


"Awas aja ya j*lang sialan itu, emang bener-bener gak tau diri" ucap Sherly dengan amarah yang menggebu-gebu, saking panasnya hati dan pikiran Sherlyn telor mentah pun pasti akan matang karna panasnya api cemburu.


"Yaudah Sher, ayo kita samperin aja!" ajak Jasmine, membuat Sherlyn langsung berdiri dari duduknya dan mengangguk.


"Iya ayo ka!" ucap Sherlyn dengan mengambil handphonenya dan menarik tangan Jasmine, Jasmine pun yang tidak siap ditarik langsung mengambil tasnya dan mengikuti langkah Sherlyn yang terlalu cepat.


"Sher, kamu harus sabar dulu. Kamu gak boleh gegabah! kita harus ngatur rencana dulu" ucap Jasmine, Sherlyn mentap Jasmine lekat dan menghentikan langkahnya, memang itu semua betul, Jasmine dan Sherlyn harus mengatur rencana terlebih dulu, bila mereka gegabah belum tentu wanita sialan itu mau menemui mereka.


"Kita buat rencana gimana ka?" tanya Sherlyn, Jasmine pun yang ditanya hanya tersenyum licik dan membisikan sesuatu ditelinga Sherlyn.


"Apa kaka yakin rencananya bakal berhasil?" tanya Sherlyn ragu, Jasmine pun mengangguk mantap dan tersenyum licik.


"Kaka yakin Sher, rencana kita pasti berhasil" ucap Jasmine yakin.


"Yaudah ka. Ayo kita mulai rencana kita!" ucap Sherlyn dengan tersenyum devil, diangguki eh Jasmine, mereka pun mulai masuk kedalam mobil untuk kerumah Angel dan melancarkan aksinya.


Bersambung.


~


Maaf ya ka Author tekat upnya, tapi diusahakan ko ka up tiap hari, terimakasih sudah membacakan❤