
Setelah menunggu beberapa menit mereka mengawasi tampa sedikit pun beralih dari pandangan cafe, Sherlyn dan Jasmine melihat Riski masuk ke dalam cafe dengan senyum yang merkah sempurna di wajahnya.
"Sher, Riski tuh" tukas Jasmine dengan pandangan yang tidak beralih.
"Iya ka. Aku jadi gereget deh" balas Sherlyn dengan mengertakan giginya menahan emosi saat mengingat poto yang baru saja beberapa jam lalu ia lihat.
"Sabar Sher! kita kan gak tau apakah poto itu asli apa jebakan, kamu gak bisa main hakim sendiri" nasehat Jasmine, Sherlyn pun mulai mencerna nasehat kakanya ada benarnya juga, kalau Sherlyn marah-marah sama Riski nanti bila itu hanya jebakan Sherlyn juga yang akan malu sendiri.
"Sekarang kita lihat gerak-gerik mereka aja dulu!" usul Jasmine, dibalas anggukan oleh Sherlyn, Mereka pun mulai melihat dan memperhatikan mereka lewat handphone dan earphone karna di dalam sudah dipasang penyadap suara dan kamera tersembunyi.
"Sher, Riski marah sama Angel" ucap Jasmine nampak kaget, melihat Riski yang menatap Angel dengan tatapan tidak suka atau lebih tepatnya jijik bercampur benci.
"Sekarang aku bisa nyimpulin deh, kalau Riski itu dijebak sama Angel kayanya" tebak Jasmine, tapi tetap saja Sherlyn tidak menanggapinya karna terlalu pokus memperhatikan mereka.
"Ko ada kamu disini shi?" tanya Riski dengan marah dibalik kamera cctv.
"Ko malah tanya sayang, bukanya ini semua kamu yang nyiapin" bingung Angel dengan berusaha memegang tangan Riski, namun. Riski tepis dengan kasar.
"Jangan pegang-pegang! aku udah muak sama kelakuan kamu" ucap Riski dengan menjauhkan dirinya dari Angel.
"Dan satu lagi, hah? kamu bilang aku yang ngajak kamu kesini. Jangan mimpi deh kamu!" ucap Riski dengan marah, rasanya kesabaran Riski sudah mulai menipis saat Riski mengingat kejadian yang kurang menyenangkan tadi siang.
"Duh. Ternyata kamu masih marah gara-gara tadi siang. Aku minta maaf sayang! udah deh jangan marah ini kan momen istimewa kita" ucap percaya diri Angel, dibalas delikan oleh Riski, momen istimewa apanya, yang Riski inginkan malam ini Riski diner romantis bersama istrinya, bukan malah bersama wanita tidak tau diri yang ada di depannya.
"Aku bilang jangan mimpi Angel! Aku gak akan pernah sudi ngajakin kamu diner kaya begini" bentak Riski dengan keras, membuat Angel melongo. Lalu kalau bukan Riski siapa lagi yang memberinya gaun dengan surat dan mengajaknya diner dicafe ini.
"Terus siapa yang ngajak, aku diner kesini?" tanya Angel dengan bodohnya, membuat Riski mencibir karna kesal, mana Riski tau niat Riski pun kesini hanya diajak istrinya.
"Aku!" ucap Sherlyn bersama Jasmine dengan mendekat kepada Angel dan juga Riski. membuat Angel semakin melongo kenapa bisa ada Sherlyn dan juga Jasmine apakah mereka yang menjebaknya dan juga Riski.
"Sayang!" panggil Riski dengan mendekati Sherlyn, tapi Sherlyn cegah dengan cepat.
"Kamu ya, sekali pelakor tetap aja pelakor. Emang jiwa pelakor kamu gak bisa diilangin apa?" tanya Jasmine dengan memain-main rambut Angel, dibalas tatapan tidak suka oleh Angel.
"Jawab ****! kalau orang nanya ya harus di jawab!" bentak Sherlyn yang telah emosi yang berada diujung jari. Angel pun yang dibentak hanya menatap Sherlyn dan Jasmine bergantian dengan tatapan tidak suka yang sangat ketara.
"Dasar p*lacur gak tau diri" ucap Sherlyn dengan mendekati Angel dan mentap Angel tajam seperti akan membunuh, dibalas tatapan yang sama oleh Angel, sampai tatapan mereka saling beradu membuat keadaan menjadi mencekram.
"Ohiya aku lupa. Tubuhnya aja udah dijual apalagi harga dirinya" ucap Sherlyn dengan pedas, membuat Jasmine tersenyum puas. Sekarang Angel sudah tersudutkan begitu, lalu selanjutkanya apa yang akan Angel lakukan, membuat Jasmine penasaran, tapi saat ini Jasmine memilih menjadi penonton saja, bila Sherlyn perlu bantuan yang akan pertama melawan Angel, Jasmine sendiri yang akan maju kedepan.
"Sialan" marah Angel angkat bicara, Sherlyn pun hanya bisa tersenyum puas melihat Angel yang marah akan kenyataan.
"Kenapa j*lang? mau marah? hah?" tantang Sherlyn dengan menyilangkan kedua tanganya, membuat Angel merasa sangat murka, melihat Sherlyn yang hanya tertawa meremehkannya.
"Tutup mulu mu sialan!" Bentak Angel, Sherlyn pun yang mendengarkan bentakan Angel pun merasa itu hanya lelucon yang menyenangkan baginya, hingga membuat Sherlyn tertawa terpinggal-pinggal. Membuat hati Angel merasa panas, Angel pun yang sudah tidak kuat menahan emosinya hendak akan menampar Sherlyn, tapi saat itu juga ada tangan besar nan kekar yang menahanya.
"Jangan sakiti Istri ku, wanita brengsek!" ucap Riski dengan menghempaskan tangan Angel ke udara, membuat Angel semakin melongo sekarang sudah tidak ada yang mau membelanya. Sherlyn dan Jasmine pun yang melihatnya hanya saling menatap dan tersenyum bersamaan.
"Tapi dia udah berani hina aku, Ki" rengek Angel dengan menyentuh tangan Riski, tapi lagi-lagi Riski kempes dengan kasar.
"Itu kenyatanyan Angel. Istri aku ngga salah" bela Riski, Jasmine pun dan Sherlyn hanya bisa tersenyum mendengar membelaan yang Riski ucapkan, sungguh Sherlyn tidak percaya Riski benar-benar ingin berubah.
Bersambung.
~Jangan pernah mengecewakan orang yang sudah menyerahkan hatinya sepenuhnya untuk mu. Dia memilih mu karna percaya, kalau kamu berbeda dengan orang-orang dimasa lalunya~
Maaf ya ka aku up aga telat, mungkin karna hati sama perasaan ku lagi sakit, hehehe aku curhat loh ka, eh tapi, padahal boong deh:v
#Author gaje:v