LOVE OR OBSESSION

LOVE OR OBSESSION
Darah Daging



Sherlyn membawa Haidar kerumah Riski dengan tangan menuntun Haidar lembut persis seperti seorang ibu kepada anaknya. Sherlyn sungguh kasian kepada nasib haidar yang malang, kenapa Haidar harus mempunyai ibu yang seperti Angel. Walaupun didalam hati Sherlyn membenci Angel, tapi tidak sedikit pun Sherlyn membenci Haidar, karna Sherlyn tau Haidar tidak mempunyai dosa apa-apa, mungkin bila Haidar bisa memilih Haidar pun tidak akan mau lahir dari rahim ibu seperti Angel yang mempunyai kelakuan bejad.


"Mama, ini rumah siapa?" tanya Haidar. Saat Haidar melihat rumah besar milik keluarga Riski yang jauh lebih besar. Berkali-kali lipat dari rumah miliknya.


"Ini rumah Ayah sayang. Nanti di rumah kita ketemu sama Nenek ya, kalau Kake lagi gak ada dirumah" ucap Sherlyn. Haidar pun yang mendengarnya tersenyum bahagia, sesekali berloncat ria, karna mungkin ini pertama kalinya Haidar bertemu dengan neneknya.


"Asyik, Mama aku seneng banget" tukas Haidar dengan antusias, Sherlyn pun yang melihatnya merasa bahagia karna bisa melihat putra tirinya tersenyum mengembang dengan sempurna. mereka pun masuk kedalam rumah menghiraukan Satpam yang kebingungan karna melihat wajah Haidar yang sangat mirip dengan Riski.


"Mami. Ada dimana?" tanya Sherlyn, lalu mendudukan Haidar dengan sedikit mengencangkan suaranya, hingga terdengar kelantai atas dimana kamar ibu mertuanya.


"Ada apa Sherlyn?, teriak-teriak Ayra lagi tidur" omel Mami Riski, sedikit kesal karna baru saja Mami Riski menidurkan Ayra, sekarang Ayra sudah terbangun kembali.


"Mami sini!" titah Sherlyn, Mami Riski pun segara turun untuk melihat menantunya yang sedang kehebohan dibawah.


"Siapa anak ini?" tanya Mami Riski terkejut saat melihat Haidar yang tengah tersenyum dengan memperlihatkan kedua lesung pipinya. Mirip seperti Riski waktu kecil.


"Nenek" panggil Haidar dengan langsung memeluk tubuh Mami Riski erat, membuat Mami riski hanya menyatukan kedua alisnya, baru saja apa yang dia lihat menjadi teka-teki baginya yang harus dipecahkan secepat mungkin. Yaitu kuncinya Mami Riski harus meminta penjelasan kepada Sherlyn.


"Sherlyn ini maksudnya apa?" tanya Mami Riski tampa ada niatan melepas pelukan Haidar. Dengan terus memperhatikan setiap detail wajah Haidar yang seperti pinang dibelah dua dengan Riski.


"Ini anak Riski, Mi" ucap Sherlyn, percaya diri dengan mata yang tidak lepas melihat wajah Haidar yang kegirangan.


"Mami gak ngerti. Riski kan punya anak cuman Ayra" ucap Mami Riski, sedikit ragu saat melanjukan ucapanya dikalimat 'Riski kan punya anak cuman Ayra'.


"Ngga Mami, Haidar juga sama ko anak Riski. Anak dari wanita lain" ucap Sherlyn sedikit emosi saat mengingat Haidar adalah anak dari Angel, wanita yang sedang berusaha mengganggung rumah tangganya.


"Angel Mi, Ibu dari anak ini" ucap Sherlyn, lidah Sherlyn seketika keluh saat akan menyebut nama Angel, tapi Sherlyn tetap memaksakanya dan berkata apa adanya, tampa ada yang ditutup-tutupi.


"Apa!, apa Riski pernah menikah tampa sepengetahuan Mami?" Ucap Mami dengan berterik, lalu melemas seperti tidak ada tenaga, masih tidak percaya anak yang selalu dibanggakan dan disayanginya berperilaku seperti demi kian.


"Tidak Mami. Riski Menikah hanya dengan Sherlyn" jelas Sherlyn, lalu menarik lembut Haidar untuk kembali duduk disampingnya.


"Lalu" ucap Mami Riski terpotong, karna tangisnya yang mulai turun ke pipi yang mulai menua, Sherlyn pun merasa bersalah karna sudah membuat ibu mertuanya menangis, tapi apa boleh buat Mami Riski harus tau semuanya.


"Haidar lahir diluar nikah" ucap Sherlyn dengan berat hati mengatakan yang sebenarnya, membuat tangis ibu mertuanya semakin menjadi menangis, Sherlyn pun mendekat dan mengusap bahu ibu mertuanya lembut. lalu berkata dengan mantap.


"Haidar juga punya hak yang sama kaya Ayra Mi, karna Haidar masih darah daging Riski" ucap Sherlyn dengan menahan tangis melihat Mami Riski menangis seperti orang kesakitan. Membuat Sherlyn kembali teringat dengan Momy nya, bagaimana merasakan kekecewaan yang mendalam akibat perbuatanya, mungkin itu juga sama dengan apa yang dirasakan Mami Riski.


"Mami bangga. Punya Menantu kaya kamu Sher, kamu bisa nerima Riski apa adanya" ucap Mami Riski dengan memeluk Sherlyn, Mami Riski berpikir kenapa dirinya tidak bisa menerima Haidar anak Riski, sedangkan Sherlyn dengan senang hati mau menerimanya. Sherlyn pun yang tengah dipeluk hanya tersenyum bahagia, ternyata ditempat yang berbeda pun Sherlyn bisa merasakan hangatnya pelukan seorang ibu.


"Sayang, Cucu Nenek" ucap Mami Riski dengan melepas pelukan Sherlyn lalu memeluk Haidar, dengan mata masih memperhatikan wajah Haidar yang sangat mirip dengan putranya, siapa pun orang yang melihatnya pasti tidak akan ada yang menyangkal Haidar bukan anak Riski.


"Maafin Nenek ya Sayang!, Nenek gak tau sama sekali, Nenek merasa berdosa telah melantarkan kamu" ucap nenek Riski dengan menangis, membuat Sherlyn terharu sekaligus senang, karna Ibu mertuanya mau menerima Haidar tampa menanyakan latar belakang perkerjaan ibunya. semoga saja suasa hangat seperti ini bisa selalu Sherlyn rasakan.


Bersambung


~Ketika kamu percaya pada seseorang tampa keraguan, kamu akan mendapatkan satu dari dua hasil. Seseorang untuk hidup mu atau sebuah pelajaran untuk hidup mu"


Mohon maaf ya ka aku up telat, aku udah berusaha ko setiap hari up, cuman keadaanya aja yang masih sibuk, mohon dimengerti ya ka❤