
Riski pun hendak ingin mengejar penjahat tersebut, tapi karna melihat Sherlyn yang tak sadarkan diri membuat Riski tidak tega dan langsung memeluk Sherlyn erat.
"Sher. Bangun!" ucap Riski dengan mengoyang-goyangkan tubuh Sherlyn.
"Ki, ayo cepet kita bawa Sherlyn kerumah sakit, darahnya keluar banyak banget" ucap Jasmine diangguki oleh Riski, Riski pun mengangkat tubuh Sherlyn dan membawanya masuk kedalam mobil, dikuti Sherlyn dari belakang.
"Biar aku aja yang bawa mobilnya ki!" usul Jasmine, Riski pun hanya mengangguk dengan segala pikiranyanya dan kehawatiranyan.
"Sher, sayang bangun" ucap Riski dengan meneteskan air mata dan memangku kepala Sherlyn diatas bahanya.
"Sher, maafin aku! aku udah ngga percaya sama kamu" ucapnya lagi dengan memegang kedua tangan Sherlyn, Sherlyn pun mulai sadar dan mengerjapkan matanya, mendengar ucapan Riski.
"Ki. jangan nangis! aku gak apa-apa ko. Aku kan kuat" ucap Sherlyn dengan bibir bergetar menahan sakit tapi Sherlyn masih tersenyum berpura-pura, memperlihatkan bahwa ia baik-baik saja.
"Sher. sumpah aku gak nyangka kalau semuanya bakal begini, aku minta maaf" ucap Riski dengan menghujami tangan Sherlyn dengan ciuaman diiringi air mata yang membasahi tangan Sherlyn.
"Kamu gak salah ki" tukas Sherlyn dengan menghapus air mata Riski dengan tanganya yang bergetar hebat.
"Aww..." Ringis Sherlyn sekali lagi saat merasa sakit yang luar biasa dipunggunya dan darahnya mengalir semakin banyak.
"Jasmine cepet dong bawanya!" ucap Riski kalang gabut karna panik, Jasmine pun yang mengerti kepanikan Riski hanya mengangguk dan melajukan mobilnya lebih cepat, karna sebenarnya Jasmine pun sangat kawatir dengan Sherlyn.
"Ki!" panggil Sherlyn dengan mencoba tersenyum, bahkan sekarang wajah Sherlyn pun menjadi pucat pasi dan keringat dingin bercucuran dipelipisnya.
"Iya kenapa sayang?" tanya Riski dengan menagis semakin menjadi, Riski benar-benar takut terjadi hal yang tidak diinginkan dengan Sherlyn.
"Jangan nanagis! aku gak papa ko, masa cowo nangis" ucap Sherlyn dengan tersenyum manis walaupun keadaanya semakin memburuk.
"Gak apa-apa gimana sayang, keadaan kamu udah makin parah kaya gini" ucap Riski dengan memeluk Sherlyn, hingga baju putihnya banyak terkena darah Sherlyn, Sherlyn pun hanya menggelengkan kepalanya pelan, bersikukuh bahwa keadanya baik-baik saja pahadal itu jauh berbeda dengan yang ia rasakan. Tiba-tiba Sherlyn sudah tidak kuat lagi dengan rasa sakit dan pingsan seketika lagi, membuat Riski dan Jasmine semakin panik.
"Sher, bangun sayang, sebentar lagi kita nyampe" ucap Riski dengan megoyang-goyangkan badan Sherlyn kencang, tapi tetap tidak membuat Sherlyn bangun. Riski pun yang mulai panik mencoba mengecek urat nadi Sherlyn dan ternyata masih berdenyut membuat Riski sedikit lega.
"Keadaan Sherlyn memburuk Jas, ayo dong cepetan!" titah Riski tak henti-hentinya menangis.
"Iya ki, bentar lagi kita nyampe ko" tukas Jasmine, tidak ditanggapi oleh Riski. Ternyata benar saja tidak lama kemudia, mereka sudah sampai dirumah sakit. Riski pun dengan cepat membawa tubuh Sherlyn masuk kedalam rumah sakit dengan cara memangkunya, diikuti Jasmine dari belakang.
"Suster tolong istri saya!" teriak Riski kepada suster yang lewat, suster pun yang melihat darah segar dipunggung Sherlyn panik dan mengambil bangsal dan datang bersama dokter, Riski pun menidurkan Sherlyn diatas bangsal lalu ikut mendorong bersama suster.
"Maaf tuan tolong tunggu diluar!" beritahu dokter, membuat Riski pasrah. Karna bila Riski bersikukuh untuk masuk kedalam bisa-bisa istrinya akan lambat ditangani, sedangkan Jasmine duduk dengan perasan kawatir gelisah campur aduk sama seperti Riski yang bulak-balik ditempat.
~
Sedangkan ditempat lain.
Angel marah besar kepada orang suruhanya karna tidak becus melaksakan tugas yang ia berikan, apalagi Angel harus dibingungkan dengan polisi yang akan mencarinya bila orang suruhanya ditangkap.
"Sial, dasar brengsek. begitu saja tidak becus" ucap Angel dengan meminum wine di gelas dengan sesekali memijat-mijat pelipisnya karna pusing.
"Sepertinya aku harus pergi sekarang, aku takut polisi telah menangkap manusia sialan itu dan aku akan tertangkap, iya betul aku harus pergi" ucap Angel panik dengan pergi kekamarnya dan mengemasi barang-barangnya.
Saat Angel sedang sibuk mengemasi barang-barangnya tiba-tiba perutnya merasa sakit luar biasa, Angel pun meringis karna rasa sakit dan memegangi perutnya.
"Sakit" rintis Angel terduduk lemas, saat darah segar keluar dari daerah perempuanya.
"Aaa..." Jeritnya karna sudah tidak kuat lagi, mengundang asisten rumah tangganyan ke kamar Angel, karna mendengar jeritan Angel yang cukup kencang.
Bersambung.
Maaf ya ka aku up telat, karna aku sibuk dengan kehidupan beribadi dan masalahnya. Tapi aku bakal berusaha up ko ka 1-2 setiap harinya, Ilafyou kaka😍