LOVE OR OBSESSION

LOVE OR OBSESSION
Mendapatkan Cibiran.



Warning!


Novel ini sedang tahap renovasi


mohon maaf bila kalian menunggu


Up terlalu lama.


------------------------------------------------


Hari ini Sherlyn pulang ke Rumah dengan keadan lesu dan tidak bersemangat. sesampainya di Rumah Sherlyn langsung merebahkan tubuhnya diatas sofa karna Pegal dan linu di sekitar pinggang membuat Sherlyn tidak tahan untuk berlama-lama berdiri dan ternyata di belakang Sherlyn ada dua pasang mata sedang penatap Sherlyn penuh hina dan jijik, orang tersebut tak lain dan tak bukan Nenek dan Tante Sherlyn yang datang ingin menjenguk Cucu dan keponakanya, tapi langkah mereka terhenti saat melihat Sherlyn sedang berbaring dengan perut buncitnya. mereka pun menghampiri Sherlyn dan menatap Sherlyn tajam, pasalnya mereka tidak mengetahui bahwa Sherlyn hamil diluar Nikah.


"SHERLYN" bentak Nenek Sherlyn dingin. membuat Sherlyn tersentak kaget lalu berdiri.


"Nenek, kapan Nenek kesini?" tanya Sherlyn dengan senyum yang merekah dibibirnya, sungguh Sherlyn sangat merindukan neneknya, tapi saat Sherlyn akan menyalami Neneknya, tangan Sherlyn dihempas dengan kasar oleh Neneknya.


"Kamu berhutang penjelasan Sherlyn!!" ucap Nenek Sherlyn benar-benar dingin. Sherlyn yang mengetahui arah membicaran mereka pun hanya menunduk lemas, Sherlyn sudah siap mendapatkan cacian dan hinaan dari mereka, Sherlyn tahu kesalahanya, apalagi mengingat ada Tante Sherlyn yang selalu membencinya.


"Kapan Kamu menikah?, siapa Suami Kamu?, sekarang dimana Suami Kamu?" tanya Nenek menghujam Sherlyn dengan beberapa pertanyaan. tentu saja pertanyaan itu tidak bisa Sherlyn jawab membuat Sherlyn hanya terdiam membisu, tidak tau harus menjawab apa dan hanya menangis.


"Ayo jawab Sherlyn!, jangan cuman nangis aja" ucap Tante Sherlyn dengan senyum puasnya melihat Sherlyn berada dalam kesengsaraan.


"Ayo, Sherlyn jawab!!" bentak Nenek Sherlyn dengan menggoyang-goyangkan tubuh kencang Sherlyn tidak perduli dengan keadan Sherlyn yang hamil besar.


PLAK


Satu tamparan mendarat dipipi Sherlyn membuat pipi Sherlyn bengkak dan memerah, Jasmine pun yang akan menidurkan Haikal keluar dari kamar dan melihat ke ruang keluarga karna mendengar keributan.


"Ayo Sherlyn jelaskan!! , Jangan diam. kamu punya mulut kan" ucap Tante Sherlyn dengan senyum puasnya, membuat keadaan semakin panas dan mencekram.


"Nenek, Tante kita duduk dulu!, kita bicara baik-baik yaa!" bujuk Jasmine memegang tangan Nenek dan Tantenya, tapi tidak digubris oleh keduanya.


"Apa Kamu sedang mengandung anak haram Sherlyn?" tanya Tante Sherlyn begitu pedas. Sherlyn pun yang mendengarkanya bagaikan tersampar petir di siang bolong, benar-benar sakit lebih sakit dari apapun, ibu mana yang rela bila anaknya sendiri dihina walaupun belum lahir tapi Sherlyn merasakan sakit yang luar biasa.


"Kamu benar-benar Anak tidak tau diri, Anak tidak tau diuntung, hamil diluar nikah, tidak jelas siapa Ayahnya, Kamu hanya benalu Sherlyn. kamu malu-maluin keluarga" geram Nenek Sherlyn, mencaci memaki Sherlyn tampa ampun karna sudah tersudut emosi.


"Anak dalam kandungan aku punya Ayah Dan Anak Aku bukan Anak haram, yang haram itu kelakuan Ayah dan Ibunya. Jadi Stopp bilang Anak aku, Anak haram!" ucap Sherlyn angkat bicara karna mereka menghina Anak dalam kandungnya yang tidak tau apa-apa. membuat darah Sherlyn mendidih, mereka boleh menghina Sherlyn sesuka hati mereka, tapi jangan anak dalam kandungnya yang tidak tau apa-apa.


"Sherlyn harusnya Kamu itu punya rasa malu, kalau aku jadi Kamu, aku bakal pergi dari Rumah ini, pergi sejauh mungkin" ucap Tante Sherlyn dengan senyum sinisnya, dibalas senyum getir oleh Sherlyn.


"Pergi untuk apa ini Rumah ku, siapa Kamu berani mengusirku?, bahkan ayah dan ibu ku pun tidak pernah mengusirku semarah apapun" ucap Sherlyn geram karna Tantenya selalu saja membenci Sherlyn entah apa penyebabnya.


"Ini ya didikan Momy Kamu Sherlyn, Kamu jadi anak pembangkang, tidak tau diri, tidak tau malu, bahkan mencoreng nama baik keluarga kita" ucap Nenek Sherlyn yang lagi-lagi menusuk hati Sherlyn, kenapa harus membawa Momynya, Momy tidak salah apa-apa, Jasmine pun yang melihat suasana bertambah kacau mencoba menenangkan Sherlyn dengan mengusap bahu Sherlyn lembut.


"Stop!, jangan salahkan Momy ku!, Momyku tidak bersalah yang salah itu aku, silahkan kalian hina aku sesuka hati kalian!, tapi ingat jangan hina Momyku atau Anaku!" jawab Sherlyn dengan isak tangisnya, Sherlyn sudah tidak kuat lagi menahan kekesalan dan emosinya bila sudah menyangkut Anak dalam kandungnya dan ibunya.


udah ya jangan banyak-banyak nanti kalian bosen.


~Tuhan Terimakasih untuk hari ini. Terimakasih untuk kesenangan, kesulitan dan semua hal yang membuatku bertambah kuat~


******bantu like sama komentar nya ya ka, like sama komentar, gratis ko, jangan lupa juga untuk vote sebanyak2, dan beri bintang 5, buat Authour semangat nulisnya, Terimakasih*.


Saran dan Kritik


IG:TariWidury1


FB:Tari inong*******


aku nangis bacanya , tapi gak tau kalau kalian 😭