LOVE OR OBSESSION

LOVE OR OBSESSION
pria kecil



Warning!


Novel ini sedang tahap renovasi


mohon maaf bila kalian menunggu


Up terlalu lama.


------------------------------------------------


Sudah sekitar dua hari ini aku tinggal dirumah Milik keluarga Riski dan untungnya semua keluarga Riski memperlakukan aku dan Ayra dengan baik. semua orang nampak gemes bila sudah melihat Ayra gadis kecilku ini sudah bisa memikat hati banyak orang. apalagi bila pasangan yang belum mempunyai anak. aku jamin bila mereka melihat Ayra pasti mereka ingin buru-buru memiliki anak seperti gadis kecilku, gadisku Ayra sangat lucu dan menggemaskan, aku saja ibunya sudah tidak tahan bila tidak mencubit pipi gembulnya sehari saja. beginikah rasanya menjadi seorang ibu. ini adalah pengalaman pertamaku mengurus Ayraku dan nanti aku sudah tidak sabar untuk cepat menyaksikan tumbuh kembangnya. sungguh pengalaman yang menyenangkan, lelah ku mengurus Anak dan menjadi seorang istri telah tergantikan dengan melihat Ayra cantik ku.


Mungkin sudah cukup ya aku menceritkan pengalamanku, ini sudah terlalu panjang. sekarang aku tengah membawa Ayra jalan-jalan ke Taman, Tamanya memang sedikit jauh dari tempat tinggal Riski, tapi entah kenapa aku ingin ketaman rasanya, mungkin sudah kebiasan ku di London bila sore hari aku selalu ke Taman.


aku mengerutkan kening saat ada anak kecil menangis terisak-isak tengah duduk dibangku taman dengan kedua tangan menutupi wajahnya. dengan cepat aku menghampiri pria kecil yang sedang menangis itu.


"Kamu kenapa sayang?" tanyaku dengan ikut duduk disampingnya, anak itu masih tidak menjawab dan tangisnya semakin menjadi.


"Hei, jangan menangis nanti tante janji deh belikan Es buat kamu" bujuk ku dengan satu tangan mengusap-usap bahu kecilnya.


"aku tidak ingin Es cream, aku hanya ingin bertemu dengan ayahku" ucapnya disela-sela tangisnya dengan tangan masih menutup wajahnya.


"memangnya, Ayah kamu kemana?" tanyaku dengan mengelus-elus rambutnya, aku tidak mengerti kenapa anak itu menginginkan Ayahnya, memangnya kemana Ayahnya sampai pria kecil itu menangis seperti itu.


"Kata Ibu, Ayah Pergi gak tau kemana" ucapnya dengan sesegukan.


"Mungkin Ayah mu berkerja Sayang, sudah jangan menangis lagi!" bujuk ku lembut, ada rasa simpati saat aku mendengar tangisnya, tangisan yang sangat memilukan.


"Tapi, aku tidak pernah bertemu denganya" ucapnya semakin kencang menangis, membuat aku jadi bingung bagai mana cara membujuk anak kecil yang sedang menangis, aku tidak pernah mempunyai adik, untuk itulah aku tidak mengerti.


"Duhh, sayang udah dong nangisnya" bujuk ku mulai panik, karna tangisan pria kecil itu tak kunjung henti.


"Tante harus janji dulu ya, Mau bantu aku buat ketemu Ayah aku" ucap anak itu dengan derasan air mata, walaupun wajah di tutupi tangan mungil, tapi jelas terlihat anak itu menangis dengan deras sampai membasahi tanganya. karna otak ku sudah mulai buntu untuk membujuknya, akhirnya aku pun menyetujui tawaran konyolnya.


"iya deh nanti tente bantu cari, tapi tante gak janji ya" ucapku.


"jangan bohong ya, tante!" ucapnya menyakinkan dengan mengintip dia sela-sela tanganya yang sengaja ia buka sedikit. aku pun hanya mendengus dan akhirnya mengangguk pasrah.


"hah" kaget ku dengan mulut melongo tidak percaya mereka begitu mirip, pria kecil itu pun yang tidak mengerti tatapanku hanya tersenyum, benar-benar mirip seperti pinang dibelah dua.


"Hai tante, namaku Haidar" ucap sang pria kecil yang kurang lebih berusia lima tahunan. aku terdiam beberapa saat mencerna apa yang telah terjadi.


"Hai, nama Tante Sherlyn" ucapku memperkenalkan diri dengan senyum kaku ku.


"Tante Sherlyn, cantik banget" pujinya dengan senyum gemesnya, aku pun hanya bisa tersenyum menanggapi pujinya untuk mengakhiri keterkejutaan ku.


"Tante bawa bayi ya, namanya siapa tante?" tanya haidar yang langsung akrab kepada ku.


"Nama anak tante Ayra" ucapku dengan mentap detail wajah Haidar, sungguh anak ini benar-benar mirip, bahkan siapa pun yang melihatnya pasti akan percaya bahwa dia Anak Riski, sekali pun aku mengatakanya, dengan lincah tanya membuka gendongan yang menutup wajah Ayra lalu Haidar melihatnya.


"Cantik banget tante, Babynya" ucap haidar dengan tangan mungilnya mengusap-usap Ayra lembut.


"Tapi, ko mirip aku ya?" tanya Haidar bingung dengab masih melihat Ayra lekat. ternyata Haidar baru menyadari aku pun bingung bukan hanya Haidar saja.


"Iya, mirip kamu ya" ucapku dengan senyuman, melihat wajah Haidar yang sungguh menggemaskan.


"Eh, rumah kamu dimana, Haidar?" tanyaku kepada Haidar yang Fokus memegang tangan Ayra.


"Rumah ku dekat ko tante dari sini" ucap Haidar dengan senyum memperlihat deretan gigi kecilnya, belum sempat aku pertanya dimana dekat itu, Haidar sudah memotongnya.


"Tante udah dulu ya, aku mau pulang, pasti ibu aku udah pulang dari tadi, aku takut ibu kawatir" pamitnya tampak buru-buru pergi, tapi sebelum pergi Haidar mencium Ayra lembut seperti seorang kaka kepada adiknya. membuat aku sedikit terharu anak manis dan lucu seperti Haidar, sayang harus tinggalkan Ayahnya pergi.


"Tante,besok aku kesini lagi ya"ucapnya sebelum pergi meninggalkan ku, dibalas anggukan olehku dan akhirnya Haidar benar-benar pergi.


*bantu like sama komentar nya ya ka, like sama komentar gratis ko, jangan lupa juga untuk vote sebanyak2 dan beri bintang 5 buat Authour semangat nulisnya, Terimakasih*.


kritik & saran


IG:TariWidury1


FB:Tari inong


mohon maaf ya ka aku up gak tentu, tapi diusahakan up tiap hari ya ka, Terimakasih sudah membaca😍