
Sherlyn memilih pulang karna merasa sudah jauh lebih baik. Sherlyn menenangkan diri dicafe yang menjual berbagai makanan pedas, karna memang Sherlyn mencintai makanan pedas membuat mood Sherlyn berubah seketika, Akhirnya setelah berjam-jam Cafe Sherlyn memutuskan untuk pulang memakai taksi online, saat Sherlyn melewati rumah Angel. Sherlyn melihat ada kaributan disana, Angel senang bertengkar dengan seorang pria didepan rumahnya. Karna terlanjur penasaran Shelyn pun menyuruh supir taksi untuk berhenti dipinggir dan memperhatikan bertengkaran Angel dan seorang pria.
"Mau kamu apa?" tanya Angel dengan nada suara yang tak ramah.
"Kamu. harusnya sadar diri, kamu itu cuman p*lacur" bentak sang pria, membuat Sherlyn mengerutkan kening bukanya itu pria yang tadi mengganggu Sherlyn, kalau tidak salah namanya Tio batin Sherlyn.
"Kalau memang aku p*lacur, emang kenapa?, jangan terus ngomong aku ******* kalau masih kamu nikmati p*lacur itu" ucap Angel jengkel karna Tio terus mengukit asal-usulnya. Lagi-lag Sherlyn dibuat tidak mngerti, memangnya mereka ada hubungan apa, pertanyaan itulah yang terus Sherlyn pertanyakan.
Plak
Sherlyn pun yang melihat Angel ditampar sangat keras membuat Sherlyn meriding ngeri, sekarang Sherlyn jadi tau itulah sikap asli Tio, yang beberapa jam lalu memaksa untuk menjadi temanya.
"Terus aja tampar aku sampe kamu puas!, dasar laki-laki brengsek" ucap Angel yang lelah bila terus-terusan ditindas.
"Diam sialan!" umpat Tio dengan menatap Angel tajam, dibalas tatapan yang sama oleh Angel, walaupun Angel merasa ketakutan tapi Angel tidak mau memperlihatkanya, membuat Tio lebih leluasa untuk menindasnya.
"Sekarang ikut aku!" tarik Tio paksa, Angel pun terlihat memberontak, sampai Tio menghentikan langkahnya dan menampar Angel sekali lagi.
Sherlyn pun merasa kasian kepada Angel, tapi Sherlyn tidak ingin ikut campur masalah mereka, karna Sherlyn tidak tau akar permasalahan. Walaupun Sherlyn sadar yang dilakukan Tio adalah tindak kekerasan.
Angel pun dibawa paksa naik kemobil Tio, Sherlyn melihat Angel sudah menangis, mobil Tio pun keluar dari halaman rumah Angel dan melaju kencang. Sebenarnya Sherlyn ingin sekali untuk mengikutinya tapi sayang seribu sayang, Sherlyn harus pulang kerumah karna hari sudah mulai sore.
Tapi Haidar ingatan Sherlyn langsung tertuju pada bocah laki-laki yang menjadi anak tirinya, Sherlyn pun masuk kedalam gerbang, lalu mengetuk pintu rumah dan dibuka oleh asisten rumah tangga Angel.
"Mau kesiapa Neng?" tanya asisten rumah tangga yang bernama Bi Ida yang tidak mengetahui Sherlyn.
"Ada Haidarnya Bi?" tanya Sherlyn dengan melihat kedalam rumah mencari-cari bocah laki-laki yang tak lain dan tak bukan anak tirinya.
"Maaf Eneng siapa ya?" tanya Bi ida lagi, yang terlihat hati-hati menerima tamu.
"Saya Ibu Haidar" jelas Sherlyn. Bi ida pun hanya mengerutkan kening tanda tidak mengerti, membuat Sherlyn tau maksudn Bi Ida tersebut.
"Maksud saya. Saya Ibu tiri Haidar, istri Dokter Riski" jelas Sherlyn sedetail mungkin, Bi Ida pun mulai kaget dan memepersilahkan Sherlyn masuk lalu duduk.
"Bi. Haidar kapan pulang dari rumah sakit?" tanya Sherlyn sebelum Bi Ida pergi memanggil Haidar kekamarnya.
"Sayang, Anak Mama" ucap Sherlyn ketika Haidar datang dan menghamburnya dengan pelukan.
"Mama kapan kesini" tanya Haidar yang langsung duduk dipangguan Sherlyn.
"Baru aja sayang" ucap Sherlyn mengelus-elus rambut Haidar lembut.
"Eh, Sayang. Ibu kamu sama siapa tadi" tanya Sherlyn nampak penasaran.
"Ibu, tadi sama Om Tio" kata Haidar menatap Sherlyn dengan memperhatikan wajah keingin tahuan Sherlyn.
"Emangnya Ibu kamu sama Om Tio ada hubungan apa?" tanya Sherlyn yang semakin dibuat penasaran setelah Haidar mengetahui itu Tio.
"Haidar ngga tau" jawab Haidar jujur, membuat Sherlyn nampak kecewa.
"Yah, pahadal Mama pengen tau banget" ucap Sherlyn dengan wajah kecewa yang ketara, membuat anak laki-laki yang ada dipangkuanya merasa bersalah.
"Mama maafin Haidar ya!, tapi Ibu sering ko dirumah Om Tio" ucap Haidar mencoba menebus rasa bersalahnya dengan memberikan sedikit informasi yang ia ketahui, sepertinya Haidar sangat menyayangi Sherlyn.
"Kenapa harus minta maaf Sayang. Kamu gak salah apa-apa ko" ucap Sherlyn dengan tersenyum, membuat Haidar ikut tersenyum.
"Eh, Ibu kamu suka pulang kapan?" tanya Sherlyn kasian kepada Haidar, bila Ibunya pulang tengah malam, karna Sherlyn yakin Angel tidak akan pulang cepat-cepat apalagi mengingat Angel yang dipaksa ikut.
"Gak tau Mama, ibu suka pulang malam"ucap Haidar merasa sedih karna dirinya harus di tinggal dirumah yang besar hanya bersama Bi Ida.
"Yaudah. Kalau gitu Kamu ikut Mama ya pulang!, kita main sama Ayra manti dirumah" ajak Sherlyn langsung diangguki antusias oleh Haidar.
bersambung
~Berkorban. Jangan terlalu banyak korbanin diri sendiri untuk orang lain. Karna ada jenis manusia yang tidak tau apa itu kata. Terimakasih~
novel ini beda ya alurnya sama Penghianat dan pelakor. Walaupun hampir sama tapi jelas banyak peebedaan, jadi kalau ada yang bilang. 'males baca alunya sama' atau 'alurnya muter-muter, bla... bla... bla..., pokonya beda kalau kalian ngga baca sampe habis.
Saya Tari widury meminta maaf sebesar-besarnya bila ada salah kata atau salah ucap yang menyakiti hati kaka semua. Karna saya hanyalah manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. Tolong dimaafkan ya ka!, btw kaka semua ngga udah minta maaf sama aku udah aku maafin ko:v