LOVE OR OBSESSION

LOVE OR OBSESSION
pertengkaran



Warning!


Novel ini sedang tahap renovasi


mohon maaf bila kalian menunggu


Up terlalu lama.


----------------------------------------------------


Aku pulang kerumah sekitar pukul 19:00 malam. Aku terlalu keasikan bermain bersama Haidar sampai lupa dengan Putri kecil ku Ayra. aku merasa berdosa kepada Putriku karna pulang terlalu lama. didepan aku sudah melihat mobil Riski sudah terparkir didepan rumah membuat aku sedikit takut. akan Riski marah, aku pergi tampa izin darinya dan pulang sudah malam, walaupun hanya 3 jam tapi itu cukup lama, karna aku berjanji sebentar kepada ibu.


Klek


Suara aku membuka pintu dengan cepat aku masuk kedalam kamar karna melihat diruang tamu dan ruang keluarga tidak ada siapa-siapa bertanda situasi sedang Aman. suasa kamar sangat gelap kemana Riski, biasnaya sudah ada di kamar. karna kamar gelap gurita akupun mencoba menghidupkan lampu karna tidak terlihat apapun disekitar ku.


"Dari mana saja Kamu?" tanya Riski mengagetkan ku. saat aku berhasil menghidupkan lampu. aku melihat Riski sedang duduk disofa dekat Ranja.


"Dari Taman" jawabku jujur, sekarang Riski menatapku dengan tajam, aku bisa melihat kemarahan dari matanya.


"Pulang sampai malam seperti ini?" tanya Riski, Aku tau Riski kamu sedang menyindirku sekarang.


"Maaf!" kataku dengan merasa bersalah, aku cukup sadar diri, tau akan kesalahanku.


"Apa Kamu tidak ingat. Kamu punya Suami dan Anak di rumah?" tanya Riski disetiap katanya terselip penekanan. Riski pun mendekat kearah ku, tatapan matanya tajam seolah menyelidik.


"Iya Ak-" belum selesai aku berucap, Riski sudah memotongnya.


"Lalu kenapa Kamu pulang Malam seperti ini, Ayra dari tadi terus menangis. kamu punya Bayi Sherlyn, berhentilah bersikap seolah Kamu remaja 17 tahunan!" Bentak Riski, membuat aku langsung tersentak kaget, ayolah kenapa harus serumit ini Riski aku sudah meminta maaf.


"Maaf!" hanya kata itulah yang terus aku ucap dari mulut ku, Sebenarnya aku marah disebut bersikap seperti anak remaja, Tapi apa boleh buat aku harus sedikit pengalah untuk berdamai dengah keadaan.


"Maaf, maaf hanya kata itulah yang bisa Kamu ucap Sherlyn, apa Kamu tidak bosan mengucapkan kata maaf dan di lain Hari kamu akan mengulanginya lagi" Bentak Riski terasa saki terdengar di indra perdengaranku, kenapa harus membesar-besarkankan masalah, Ini hanya masalah sepele.


"Jangan membesarkan masalah Riski, ini masalah sepele. tolong jangan bersikap Posesif seperti ini!" ucapku dengan geram akan melangkah pergi, tapi terlambat Riski sudah mencekal tangan ku dengan kuat.


"Aku posesif demi kamu Sherlyn, Kamu harus mengerti sekarang kamu punya Suami dan Anak, Hidup kamu sudah tidak sendiri lagi" Bentak Riski semakin keras, Lagi-lagi membuat dada ku terasa sesak, kenapa harus membentak ku, apa Riski tidak bisa bicara baik-baik kepada ku, Karna tidak terbiasa dibentak air mataku pun tidak terbendung lagi, aku tidak tau harus dengan cara apalagi aku meminta maaf, aku tidak pandai memohon dan meminta maaf.


"Sudah jangan menangis!, jangan ulangi lagi!" ucap Riski kian melembut dan menghapus air mataku. Aku hanya mengangguk. tapi apa yang dilakukan Riski, sekarang Riski malah mendekap ku dengan begitu hangat.


"Aku takut Kamu kenapa-napa" sambungnya dengan nada kawatir bercampur menyesal.


Di tempat lain.


"kenapa Kamu pulang semalam ini?" tanya Angel begitu melihat putranya masuk kedalam Rumah, Angel sudah mencari Haidar kemana-mana, ke semua rumah tetangganya yang biasa Haidar bermain. Tapi hasilnya nihil Haidar tidak ada, sampai Angel benar-benar lelah dan memilih menunggu di Rumah sebentar. tidak lama kemudia putranya sudah pulang dalam keadaan baik-baik saja.


"Maaf bu, aku pulang malam" ucap Haidar merasa menyesal karna telah membuat ibunya merasa kawatir.


"Kamu dari mana sayang?" tanya Angel dengan memeluk tubuh putra hangat, seakan takut terjadi apa-apa dengan putra semata wayang.


"Aku dari Taman bu, abis ketemu sama Tante cantik" ucapnya dengan menundukan kepala, siap untuk menerima omelan sang ibunya.


"Lain kali, jangan pulang malam lagi ya!" ucap Angel dengan mencium puncak kepala Haidar, membuat Haidar mentap Ibunya aneh karna tidak biasanya ibunya berbaik hati seperti saat ini. pasti saja ada omelan atau hanya cubitan yang Haidar terima, nampaknya mood Angel sedang baik Hari ini.


"Kamu makan dulu ya!, ibu udah siapin makanan buat kamu. terus nanti kita siap-siap besok pindah ke rumah baru. katanya kamu mau ketemu sama Ayah" ucap Angel panjang lebar, dibalasan senyum sumringah Anaknya, akhirnya sekian lama menunggu ibunya mempertemukan Haidar dengan Ayahnya.


"Ibu gak bohongkan?" tanya Haidar tidak percaya, bibir kecilnya tidak henti-hentinya untuk tersenyum.


"Ibu benaran sayang, bukan itu yang Kamu mau" tukas Angel menyakinkan dan memeluk tubuh sang Anak erat. membuat Haidar bahagia dan loncat-loncat antusias.


"yey, akhirnya aku ketemu Ayah" ucapnya dengan tawa bahagia, Haidar tidak menyangka ibunya mau menuruti ke-inginanya.


"Tapi kita pindah ke rumah siapa bu?" tanya Haidar lagi disela-sela Aksinya berlocat-loncat dan tawa girangnya.


"Ke rumah baru yang di beliin aja, sayang" Kata Angel dengan memangku Haidar dan menciumi Anaknya penuh cinta.


"Ayah baik ya, Bu" ucap Haidar dengan mengecup pipi sang ibu, dibalas dengan cubitan gemes oleh Angel.


"Haidar sayang Ibu sama Ayah" ucap Polos sang Anak mampuh membuat Angel tak henti-hentinya tersenyum.


*bantu like sama komentar nya ya ka, like sama komentar gratis ko, jangan lupa juga untuk vote sebanyak-banyak dan beri bintang 5 buat Authour semangat nulisnya, Terimakasih*.


kritik & saran


IG:TariWidury1


FB:Tari inong


mohon maaf ya ka aku up gak tentu, tapi diusahakan up tiap hari ya ka. Terimakasih sudah membaca😍