
"Kalau iya emang kenapa? kamu mau apa?" ucap sinis Angel dengan balik menatap Tio tajam, Angel tidak perduli kalau iya pun apa yang mau Tio lakukan.
~
"Kamu itu ngga berubah ya, masih sama kaya dulu. Pernikahan aku ancur aja sama Jasmine gara-gara kamu, kamu harusnya mikir hidup kamu itu udah menderita kaya gini masih belum insyaf juga" omel Tio kepada Angel, tapi tidak Angel gubris, Angel malah asyik memperhatikan wajahnya didepan cermin kecil.
"Kamu dengerin aku gak?" tanya Tio setengah berteriak dengan mengambil cermin yang dipakai Angel berkaca.
"Kamu siapa shi suka ngatur-ngatur aku? aku gak suka, ini hidup aku, sama sekali ngga ada uurusanya sama kamu" ucap Angel marah dengan mengambil cermin ditangan Tio.
"Kamu itu bener-bener cewe gak tau diri ya. Aku gak habis pikir ada cewe kaya kamu yang senengnya ngerusak rumah tangga orang" marah Tio dengan menatap mata Angel tajam seakan memberi ancaman.
"Aku bilang aku gak perduli, itu hidup aku, mau gitu ke, mau gini ke, terserah aku. Gak ada hubungannya sama kamu" ucap Angel dengan balik menatap Tio tajam, membuat kesabaran Tio semakin menipis, Tio sudah mencoba bersabar menghadapi Angel, tapi Angel terus saja memancing emosinya, lalu sekarang apa boleh buat, Tio sudah tidak bisa menahan emosinya dan ingin menyalurkanya. Tio pun yang sudah terlanjur emosi menarik tangan Angel kasar.
"Aww... " rengek Angel ketika tanganya ditarik paksa Tio, entah kemana Tio akan membawanya, yang pasti Tio sangat marah sekarang.
"Lepasin, sakit Tio" ucap Angel kembali, saat Angel memcoba memberontak tapi Tio semakin kencang dan cepat menariknya. Tio pun yang menarik hanya diam tidak mengubris rengekan Angel sama sekali.
"Tuh! ngaca Angel! ngaca dulu! kamu itu wanita kotor, seharusnya kamu bisa berubah jadi lebih baik, bukanya malah ngelakuin kesalahan yang sama lagi" ucap Tio dengan menarik rambut Angel dan memperlihatkanya dicermin besar tempat Angel berdandan.
"Aku bisa ngaca sendiri, gak perlu kaya gini!" protes Angel dengan mencoba melepaskan jambakan Tio, tapi itu terlihat tidak mungkin karna Tio mejambak rambut Angel benar-benar kuat.
"Kamu harusnya ngaca dikaca besar itu! supaya kamu sadar Angel! kamu itu wanita seperti apa, kamu udah mau punya anak dua, apa bener kamu gak mau berubah atau kamu mau jadi p*lacur lagi? hah?" ucap Tio dengan menghimpit kedua pipi Angel, rasanya tangan Tio sudah gatal ingin menghajar Angel, tapi untung saja Tio masih punya sedikit belas kasian kepada Angel, melihat Angel yang sudah babak belur dan terpenting sedang mengandung anak di rahimnya, meskipun Tio tidak sepenuhnya yakin.
"Lepas sialan!, sakit banget ini!" rengek Angel sampai mengeluarkan air mata, saat Tio menghimpit kedua pipinya dan terkena luka bekas cakaran Jasmine dan Sherlyn.
"Ini belum seberapa, lebih sakit wanita yang kamu rusak rumah tangganya, ini cuman sakit kecil gak ada apa-apanya" ucap Tio dengan terus mengencangkan himpitanya, membuat Angel lagi-lagi hanya mengaduh kesakitan.
"Oke, asal kamu janji dulu! kamu gak bakalan lagi gangguin rumah tangga siapapun!" tawar Tio, dibalas anggukan oleh Angel.
"Aku gak butuh anggukan, aku butuhnya jawaban Angel!" bisik Tio penuh penekanan kepada Angel.
"Iya aku janji, sekarang lepasin!" ucap Angel kesulitan, Tio pun melepas himpitanya dan menatap mata Angel lekat.
"Aku pegang janji kamu. Awas aja kalau kamu sampai bohong, aku ngga akan segan-segan buat nyiksa kamu lagi" ancam Tio, lalu pergi meninggalkan Angel yang tengah emosi.
~
Sedangkan ditempat Lain.
Sherlyn masuk kedalam rumah dengan menghentak-hentikan kakinya kesal, lalu masuk kedalam kamar dengan membanting kasar pintunya dan Jasmine terlebih dulu merapihkan rambutnya sebelum masuk kedalam kamar, karna Jasmine takut bila suaminya akan curiga. sedangkan Riski masuk kedalam kamar mengikuti langkah kaki Sherlyn dan mengelus dadanya ketika Sherlyn membanting pintunya tepat didepan wajahnya.
"Sher!" panggil Riski ketika Sherlyn masih memperlihatkan wajah masamnya. Sherlyn pun yang dipanggil hanya melirik oleh ujung matanya, lalu kembali lagi menatap lurus jendela yang memperlihatkan heningnya malam.
"Kamu masih marah ya?" tanya Riski lembut dengan memeluk Sherlyn dari belakang, tidak ada penolakan dari Sherlyn, bahkan Sherlyn seperti menikmatinya.
"Maaf ya sayang! aku punya alasan tersendiri buat misahin kalian" ucap Riski dengan mengecup singkat pipi Sherlyn.
"Alesan apa ki?" tanya Sherlyn penasaran, bila Riski menyembunyikan sesuatu padanya.
Bersambung.
~Maaf ya ka aku up telat, tapi aku berusaha ko buat up 1-2 episode setiap harinya, tetap setia tunggu aku up ya ka, jangan kapok dan jangan kabur, missyou😍