
Mobil Riski berhenti dipekaranan rumahnya, Sherlyn pun turun dengan membawa bunga Lily kesukaannya, tidak memperdulikan Riski yang menahan kesal akibat kejahilan Sherlyn, yang jelas Sherlyn tidak perduli, nanti juga Riski akan memohon lagi meminta maaf padanya, Sherlyn membuka pintu rumah dengan perasaan senang dan pergi mencari dimana keberadaan putri serta ibu mertuanya. rasanya Sherlyn sudah tidak sabar untuk cepat menceritakan semuanya kepada ibu mertuanya.
"Mami" panggil Sherlyn dengan cenggesan.
"Kenapa kamu Sher, datang-datang kaya orang kegirangan gitu?" tanya Mami Riski dengan memperhatikan menantunya yang tidak seperti biasanya.
"Mami tau ngga?" tanya Sherlyn balik bertanya, membuat Mami Riski hanya menggelengkan kepala, karna Mami Riski tidak tau apa-apa. Karna Sherlyn belum bercerita apa-apa.
"Tadi aku abis ngerjain Riski" ucapnya dengan antusias mulai menceritakan kejadian waktu Sherlyn berhasil mengerjai Riski.
"Wah, terus gimana?" tanya Mami Riski bersemangat karna memang ini semua ide dua wanita berbeda usia itu.
"Aku ngerjain Riski pokonya abis-abisan, kalau Mami tau pasti bakal ketawa abis-abis, abisnya lucu banget" jelas Sherlyn membuat Mami mertuanya sangat kepo dibuatnya. saat Mami Riski hendak bicara sudah ada orang yang dibicarakan membuka pintu kamar.
"Ada apa ketawa-ketawa nih?" tanya Riski dengan mendekati kepada kedua wanita yang amat ia cinta, Sherlyn pun yang melihatnya langsung menutup mulutnya dan menjadi gelisah apakah Riski mendengar perkataan Sherlyn atau tidak, batin Sherlyn bertanya-tanya.
"Kenapa gak jawab?" tanya Riski sekali lagi, karna melihat dua wanitanya saling diam dan saling melempar tatapan.
"Ngga ko Ki, tadi Mami cuman ceritain tadi Ayra lucu banget pas kalian pergi" bohong Mami Riski, Riski pun yang mendengarnya hanya mengangguk dan kekesalannya menjadi hilang saat melihat ibu dan istrinya tertawa lepas, apalagi saat Riski melihat tawa Sherlyn membuat hati Riski bahagia, karna sudah beberapa hari ini, Riski belum melihat Sherlyn sebahagia itu.
"Yaudah kalau gitu aku kekamar dulu ya Mi, Sher!" pamit Riski hanya diangguki oleh keduanya dan tersenyum lega ternyata Riski tidak mendengar semua membicaraanya.
"Yaudah, kamu ganti baju gih Sher! besok aja kamu cerita sama Mami" Titah Mami Riski, tidak membuat Sherlyn terusik ditempatnya.
"Mi Ayra gimana?" tanya Sherlyn, karna Sherlyn yakin pasti mertuanya melarang Sherlyn untuk memindahkan Putrinya.
"Rara bobo sama Mami aja" ucap Mami Riski tidak mau dibantah, membuat Sherlyn sedikit kecewa.
"Mi Rara tidur sama aku aja!" rengek Sherlyn dijawab gelengan kepala oleh Maminya.
"Yaudah deh, Mi titip Ayra ya!" ucap Sherlyn diangguki oleh Mami, Sherlyn pun pergi dari kamar ibu mertuanya dan mandi keruang tamu karna merasa gerah.
"Kenapa kamarnya gelap" ucap Sherlyn ketika masuk kedalam kamar dan menghidupkan lampu kamar, betapa terkejutnya Sherlyn ketika melihat banyak bunga lily putih didalam kamarnya, Sherlyn pun mencoba menghirup wangi bunga Lily yang sangat menenangkan dan melihat surat diatas meja. Yang didalam tulisnya berisi.
**Dear
Sherlyn Putri Munggran.
*Istriku yang paling cantik dan baik hati. Aku mencintai mu lebih dari apapun. Aku mengerti kesalahan ku sulit dimaafkan sekali pun aku menangis darah dihadapan mu. Sekali lagi Maafkan aku yang selalu membuat kamu menangis dan bersedih karna ulahku. Aku tau kamu sudah belajar mencoba jadi yang terbaik untuk menjadi istri dan ibu untuk ku dan anak ku, sekarang aku paham bagaimana sulitnya kamu menyusaikan gaya hidup mu dari wanita lajang menjadi seorang ibu rumah tangga, bagaimana sulitnya kamu beradaptasi dengan kehidupan yang terkekang jauh dari masa lalu mu yang bebas tampa tekanan, sekarang aku sadar kamu wanita terbaiku, ibu untuk anak-anak ku, aku ingin hidup dan mati bersama mu. Aku mencintaimu dengan apapun kekurangan mu dan kelebihan mu.
I love you*.
Sherlyn yang membacanya menjadi terharu saat selesai menbaca ada tangan kekar yang memeluk Sherlyn erat dari belakang tak lain dan tak bukan adalah suaminya sendiri.
"I love you" bisik Riski tepat ditelinga Sherlyn. Membuat Sherlyn langsung melihat ke sumbernya dan menatap Riski lekat.
"Maafin aku Sher!" pintanya dengan mencium kening Sherlyn, Sherlyn pun yang diperlakukan sedemi kian seperti terhipnotis.
"Jangan marah lagi ya! aku gak bisa terus-terusan kamu cuekin!" ucap Riski dengan membalik kan tubuh Sherlyn dan memeluk Sherlyn erat.
"Kamu yakin bakal berubah?" tanya Sherlyn dengan sedikit keraguan menyelimuti hatinya, pasalnya Sherlyn tidak mau lagi kembali sakit hati karna ulah Riski.
Bersambung.
~Ada yang pergi, lalu kembali untuk memperbaiki. Ada juga yang pergi, lalu kembali untuk memberi luka lagi~