
"Itu kenyatanyan Angel. Istri aku ngga salah" bela Riski, Jasmine pun dan Sherlyn hanya bisa tersenyum mendengar membelaan yang Riski ucapkan, sungguh Sherlyn tidak percaya Riski benar-benar ingin berubah.
~
"Iya, kamu itu emang p*lacur cewe gak tau diri plus perebut suami orang" ejek Jasmine dipelototi oleh Angel.
"Kenapa melotot?, dasar gak tau diri" tambah Jasmine, Angel pun yang sudah diambang api emosi mencoba menenangkan dirinya, kalau Angel menyerang Jasmine bisa-bisa Angel yang akan dikeroyok nantinya.
"Kamu itu harusnya sadar Angel! kamu itu wanita seperti apa? kenapa kamu gak bisa berubah, maunya punya orang terus, emang kamu gak laku apa? gak habis pikir banget deh aku, kenapa si masih ada orang kaya kamu didunia ini, cuman ngotorin dong tau gak shi!" caci Jasmine habis-habis tampa ampun, membuat Angel benar-benar murka, Angel pun mulai menjambak rambut Jasmine, Jasmine pun yang tidak siap dengan serangan Angel mencakar balik wajah Angel.
Sherlyn pun yang ada disana tidak tinggal diam, Sherlyn membantu kaka iparnya untuk menghajar Angel, sedangkan Riski mati-matian harus memisahkan ketiganya.
"Dasar brengsek, kamu beraninya jambak kaka ku" ucap Sherlyn dengan menjambak balik rambut Angel kencang, membuat Angel mengaduh kesakitan.
"Dasar pelakor mati aja luh sekalian!" ucap Jasmine dengan terus mencakar wajah Angel. Sekarang keadan menjadi terbalik Angel yang menyerang pun menjadi korban Jasmine dan juga Sherlyn, bahkan keadaan Angel menjadi sudah naas, bajunya sobek parah, rambutnya acak kadut dan wajah banyak bekas cakaran.
"Kalian udah dong! gak perlu main kekerasan! " bujuk Riski, tidak digubris oleh ketiganya.
"Aku belum puas yang" teriak Sherlyn dengan terus menjambak rambut Angel dan menyobek bajunya, membuat sebagian tubuh Angel terekspos.
"Awww, lepasin sialan!" teriak Angel yang sudah tidak kuat lagi menahan kesakitan.
"Udah! udah! kalian sama aja" teriak Riski berhasil menghentikan Sherlyn dan Jasmine, Riski merasa sangat iba melihat Angel yang sudah tidak berdaya.
"Aku belum puas" teriak Sherlyn kepada Riski, Riski pun yang diteriaki, lalu membawa Sherlyn pergi dari tempat kejadian diikuti oleh Jasmine dari belakang.
"Udah sayang! tenangin diri kamu! bisa-bisa si Angel mati kalau kaya gitu terus" bujuk Riski, Sherlyn pun mulai menetralkan dirinya dan masuk kedalam mobil disusul oleh Jasmine yang duduk disampingnya.
"kita pulang ya sekarang sayang!" bujuk Riski, Sherlyn pun hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak mau.
"Yaudah, terserah kalian aja!" ucap Sherlyn dengan mengalihkan pandangan keluar jendela mobil. Riski pun yang mendengarnya merasa lega dan menelpon seseorang untuk membawa Angel pulang, setelah itu Riski melajukan mobilnya kencang agar cepat sampai ke rumah.
~
Dirumah Angel.
"Kamu kenapa sampe kaya gini?" pertanyaan itulah yang pertama kali terdengar saat Angel masuk kedalam rumahnya dengan keadaan kacau dan babak belur.
"Ini semua gara-gara wanita sialan itu" balas Angel dengan duduk diatas sofa dan mengamati lukanya dengan kaca kecil yang ia ambil didalam tas.
"Wanita sialan siapa? kamu sampe babak belur kaya gini? siapa yang udah berani mukulin kamu?" tanya Tio beruntunan, karna kawatir dan melihat secara detail luka diwajah Angel.
"Aku kaya gini gara-gara Jasmine sama Sherlyn, wanita itu udah berani ngeroyok aku" ucap Angel, langsung membuat Tio menghentikan aktivitasnya, Jasmine dan Sherlyn, tiba-tiba Tio pun mengingat perkataan Jasmine tadi pagi 'bilangin sama j*lang kamu tolong jangan ganggu suami Sherlyn terus, kalau Angel masih ganggu, aku sendiri yang bakal hajar dia', Tio pun menatap Angel tajam, Angel yang ditatap pun merasa kebingungan kenapa Tio malah menatapnya dengan tajam.
"Apakah benar, kamu udah ganggu suami Sherlyn ?" tanya Tio dengan nada marah, Angel pun yang ditanya malah melongo dari mana Tio bisa mengetahuinya.
"Jawab!" bentak Tio kepada Angel, menyadarkan Angel dari lamunanya.
"Kamu tau Sherlyn dari mana?" tanya Angel balik, karna baru menyadarinya.
"Gak penting, sekarang kamu harus jawab! apakah benar kamu ingin merebut suami Sherlyn atau tidak?" tanya Tio dengan menatap Angel tajam, seakan mengintimidasi.
"Kalau iya emang kenapa? kamu mau apa?" ucap sinis Angel dengan balik menatap Tio tajam, Angel tidak perduli kalau iya pun apa yang mau Tio lakukan.
Bersambung.
Maaf ya ka aku up telat, tapi aku usahin ko buat up tiap hari:v makasih ya udah baca novel ku kaka, ilafyou kaka😍