LOVE OR OBSESSION

LOVE OR OBSESSION
Timah panas



"Hallo!" sapa Sherlyn didalam panggilan telpon.


"Cepat susul Riski ke restoran x, Riski akan dijebak disitu oleh orang suruhan Angel, bila Riski tidak berhasil dijebak Angel berencana akan membunuh Riski saat itu juga" ucap Seseorang pria yang familiar terdengar ditelinga Sherlyn, saat pria tersebut mempergoki Angel sedang menelpon dengan orang suruhan barusaan.


"Iya aku aku cepat kesana sekarang, Terimakasih infonya" ucap Sherlyn mematikan panggilan telponya dan melajukan mobilnya cepat.


"Ka gawat" ucap Sherlyn kalang kabut, tangisnya semakin pecah saat ucapan pria misterius tersebuat mengiyang-iyang dikepalanya.


"Kenapa Sher?" tanya Jasmine tak kalah hebohnya saat melihat adik iparnya kalang kabut.


"Wanita j*lang itu akan menjebak Riski ka, kalau jebakanya ngga berhasil. Si ****** sialan itu akan berniat membunuh Riski" jelas Sherlyn membuat Jasmine menganga. Jasmine sungguh tidak habis pikir dengan jalan pikiran Angel, wanita itu benar-benar sungguh tidak tau diri.


"Kalau gitu kita harus cepet-cepet kesana, sebelum terlambat" ucap Jasmine dibalas anggukan oleh Sherlyn.


~


Dilain tempat


Direstoran X


Riski sedang duduk sambil menunggu klienya yang akan meeting denganya. Saat Riski akan mengambil handphone disaku celanaya dan ternyata tidak ada, sekarang Riski baru teringat bila handphonenya tertinggal di atas meja. Tapi Riski tidak mungkin mengambilnya kerumah kembali karna mengingat waktunya yang kian sedikit, apalagi jarak restoran dan rumahnya yang jauh akan memakan waktu lebih banyak lagi.


"Dokter Riski?" tanya seseorang dengan memakai jas dan celana hitam senada.


"Iya, saya sendiri" ucap Riski dengan menatap lekat orang yang ada didepanya.


"Perkenalkan saya Mr. johan, yang akan mewakili Mr. Riyan untuk meeting bersama anda" ucap Pria berbaju hitam itu dengan mengulurkan tangan untuk berjabatan dengan Riski.


"Oh, saya tidak tau bila meeting kali ini diwakili, silahkan duduk terlebih dulu Mr!" ucap Riski membalas jabatan tangan pria tersebut singkat, lalu mempersilahkanya untuk duduk. Orang tersebut pun duduk dengan senyum misteriusnya, senyum yang tidak bisa ditebak oleh Riski.


"Sepertinya, sebelum membicarakan bisnis kita harus minum sedikit wine terlebih dulu" usul sang pria dengan menepuk tanganya, lalu datanglah pelayan yang menghampirinya dan membawa sebotol wine dengan dua gelas dibaki. Lalu orang tersebut menuangkan wine dalam gelas dan memberinya untuk Riski dan menuangkan satu gelas lagi untuknya.


"Mari bersulang!" tukas sang pria hanya diangguki oleh Riski sebagai jawaban, sebenarnya Riski pun merasa tidak enak hati. Tapi tidak diurungkan untuk bersulang dan hampir meminumnya.


"Jangan!" ucap Sherlyn dengan merebut gelas ditangan Riski lalu membantingnya.


Prang!


"Sherlyn kamu itu apa-apan?" bentak Riski dengan marah, Sherlyn pun yang dibentak merasa biasa saja, lalu menatap pria berbaju hitam yang digadang-gadangin sebagai Mr. johan.


"Kamu siapa?" tanya Sherlyn setengah berteriak membuat pengunjung kafe memperhatikan mereka seketika.


"Saya mohon nona! tolong jaga etika Anda!" ucap pria tersebut marah dengan balik menatap mata Sherlyn tajam.


"Saya tau Anda siapa tuan, anda hanya orang suruhan Angel saja" ucap Sherlyn dengan lantang, Jasmine pun yang melihatnya mencoba untuk menenangkan Sherlyn dengan mengelus-elus bahu Sherlyn pelan.


"Sher udah sabar, siapa tau orang itu bener klienya Riski" bisik Jasmine pelan ditelinga Sherlyn.


"Maksud Anda apa nona? saya tidak mengerti, tolong sekali lagi saya mohon jaga etika anda! dan saya menyesal juga telah berbisnis dengan anda Dokter Riski, saya menyesal akan kelakuan istri anda yang tidak sopan" ucap pria tersenyum, langsung membuat wajah Riski memerah karna malu akan tindakan Sherlyn, tapi tidak dengan Sherlyn, Sherlyn malah tertawa terbahak-bahak menanggapinya.


"Mungkin sekarang anda bisa membodohi Suami saya, tapi itu tidak berlaku untuk saya. Karna saya sudah tau semuanya" ucap Sherlyn seperti membentak bahkan raut wajahnya menjadi tak ramah.


"Sherlyn!" bentak Riski sekali lagi, tapi Sherlyn hanya menatap Riski sekilas, lalu balik lagi menatap pria tersebut.


"Tadi Mr. Riyan sendiri yang menelpon kamu Riski lewat handphone kamu yang tertinggal dirumah, berarti bila Mr. Riyan menelpon untuk membatalkan meetingnya, lalu lelaki didepan kamu itu siapa?" tanya Sherlyn dengan menunjuk pria tersebut, pria tersebut pun merasa bahwa dirinya tidak aman dan akan gagal, mencoba mengeluarkan pistol yang disembunyikan dijasnya, pria tersebut mengingat apa kata orang yang membayarnya 'bunuh dia bila kamu tidak berhasil menjebaknya'.


1


2


3


Pria tersebut pun melarikan diri sambil menembak Riski dari jauh ketika mereka sedang lengah.


DOR


Satu timah panas mendarat di punggung Sherlyn, ketika Sherlyn melihat ada yang menodongkan pistol ke arah jantung Riski dan menghalanginya.


"Aww..." ringis Sherlyn dengan terjatuh lemas merasakan sakit karna peluruh yang membuat semua orang yang ada disana panik, termasuk Riski dan Sherlyn.


Bersambung.


Maaf ya ka aku up telat, karna tadi MT elor, jadi aku simpen naskahnya sampe MT sadar, dan aku baru post sekarang.