
Warning!
Novel ini sedang tahap renovasi
mohon maaf bila kalian menunggu
Up terlalu lama.
------------------------------------------------
Setelah pulang dari Taman tempat aku bertemu dengan anak kecil yang bernama Haidar. pertanyaan demi pertanyaan pun berputar dikepalaku, kenapa Haidar bisa mirip dengan Riski, bahkan sangat mirip. Apakah Haidar anak dari Kaka atau adik Riski, Itu adalah pertanyaan bodoh Riski hanya anak tunggal. lalu kenapa bisa mirip dari segi fisik apapun, apa dia, oh tidak jangan berpikir macam-macam Sherlyn mungkin itu hanya kebetulan mirip. tapi setidaknya aku harus bertanya kepada Riski, dari pada otak ku terus pusing memikirkan anak yang baru saja aku temui. sekarang aku milih untuk mandi mumpung Ayra sedang tidur pulas.
20 menit telah berlalu. aku selesai mandi dan akan mengambil baju tapi setelah berada dikamar aku melihat Riski baru saja pulang Dari rumah sakit dengan aku langsung mengganti baju ku dan menghampiri Riski.
"Udah pulang ya ki?" tanyaku sekedar basi-basi. "Iya Sher, Ayra tidur dari kapan?" tanya Riski dengan menghujami Ayra dengan ciuman gemes.
"Baru aja ki, eh tadi aku abis ke taman loh sama Ayra" Ucapku dengan mendekat kearah Riski lalu duduk disampingnya."Terus?" tanya Riski seperti tidak berminat dengan ceritaku.
"Terus aku ketemu sama anak cowo umur 5 tahuan, anaknya mirip banget loh sama kamu" ucapku dengan menatap Riski lekat, sesekali mengingat-ingat wajah anak kecil yang aku temui tadi.
"Mungkin, perasan kamu aja Sher karna terlalu kangen sama aku" Tanggapan Riski. malah tertawa seolah mengganggap ucapan ku sebuah lelucon.
"Aku serius Riski, malahan anak itu sempat ngobrol sama aku" ucapku dengan wajah seriusku, seketika itu Riski berhenti tertawa dan raut wajahnya menegang, membuat aku semakin bingung akan reaksinya.
" Dan anak itu sedang mencari Ayahnya" ucapku menjelaskan, membuat Riski terdiam seolah membatu, membuat aku lagi-lagi bertanya dalam hati, apakah Riski mempunyai rahasia yang tidak aku ketahui.
"Terus, kamu ngobrol apa lagi sama anak itu?" tanya Riski setelah beberapa menit hanyut dalam pikiranya, lalu akhirnya kembali lagi ke dalam topik membicaraan ku.
"Anak itu bernama Haidar, malah Haidar sempat lihat wajah Ayra dan anak kecil juga tau kalau mereka bener-bener mirip" ucapku mencoba menyakinkan Riski, bila anak tersebut benar-benar mirip dengan Ayra dan juga Riski.
"Mungkin hanya mirip, Sher" ucap Riski dengan tersenyum canggung, Ditatap menyelidik oleh ku, sepertinya ada yang Riskis sembunyikan.
"Yaudah, aku mandi dulu ya!" ucap Riski mengakhiri membicaran sebelum tuntas, lalu mencium keningku singkat, setelah itu Riski mengambil handuk dan pergi ke kemar mandi, aku pun hanya menatap punggung Riski yang pergi dan akhirnya hilang tertutup pintu Toilet, ada yang janggal.
~
Di Tempat lain.
"kamu dari mana aja?, ibu udah cari kamu kemana-mana?" ucap Sang ibu yang bernama Angel yang langsung menghampur anaknya kedalam pelukan penuh kerinduan.
"tadi aku abis dari Taman bu, ketemu tante cantik" celoteh Anak yang baru saja ditemui Sherlyn, yaitu Haidar.
"Tante Cantik sama anaknya. aku lupa siapa namanya" ucap Haidar dengan gaya imut memegang kepalanya seperti orang dewas yang tengah berpikir.
"Kamu jangan terlalu deket ya sama Orang asing!" omel Angel dengan tatapan galaknya. Haidar pun yang ditatap galak hanya bisa menunduk ketakutan dan akhirnya memberanikan diri untuk membela wanita yang ditemuinya.
"Tante cantik kan baik. terus anaknya aja mirip sama aku" bela Haidar. yang semula tatapan Angep galak, kini berubah menjadi tatapan penasaran.
"Mirip gimana?" tanya Angel dengan mengangkat dagu Haidar untuk mensejajarkan mentap matanya.
"Matanya, Hidungnya, bibirnya, semua mirip haidar cuman beda Rambutnya sama Kulitnya aja, mirip tante cantik" jelas Haidar menceritakanya secara detail, dibalasan tatapan introgasi oleh Angel.
"Kamu gak bohong kan?" tanya Angel menatap anaknya lekat mencari kebohongan disana, tapi hasilnya Nihil memang benar adanya anak kecil tidak pernah bohong. Haidar pun yang ditanya hanya mengelengkan kepala pelan karna memang Haidar merasa berkata Jujur.
"Terus, Tante cantik bilang mau bantu aku ketemu sama Ayah. Tapi tante cantik gak janji" Sambungnya mencerita apa yang telah dikatakan Sherlyn, Angel pun yang mendengarnya merasa marah karna Anak kesayanganya tidak bisa diberi tahu, angel sudah bicara baik-baik bahwa Angel akan mempertemukan Haidar dengan Ayahnya bila sudah saatnya, tapi sekarang apa yang dibicarakan Haidar terus bicara Ayah-Ayah yang tidak mengakuinya membuat kepala Angel semakin pusing.
"Kenapa harus Ayah, Ayah lagi yang kamu biacarakan, Haidar" ucap Angel Frustasi dengan cara apa lagi Angel harus bicara kepada Anaknya, tidak mungkin Angel mengatakan bahwa Riski tidak mengakuinya, pasti membuat Hati anak kesayanganya terluka, apalagi Haidar masih kecil. belum tau apa-apa.
"Apa aku salah bu?, Haidar hanya ingin bertemu Ayah dan bisa memeluk Ayah seperti anak-anak yang lain" ucap Haidar menunduk dengan deraian air mata yang sudah tidak tertahankan lagi, membuat hati Angel berdenyut nyeri melihat anaknya yang tengah menangis.
"Kamu kenapa nangis sayang?" tanya Angel dengan mengahapus Air mata putranya.
"Cowo Harus kuat Sayang. gak boleh nangis!" ucap Angel membujuk Anaknya, bukanya berhenti tapi tangisanya semakin menjadi, memang benar Haidar tipe anak yang susah berhenti menangis.
"Haidar lihat ibu!, Haidar sayang gak sama ibu?, kalau Haidar nangis ibu juga bakal sedih" ucap Angel dengan menatap mata anaknya. wlaupun matanya berkaca-kaca menahan buliran bening yang siap meluncur dipipinya. Haidar pun mengerti dan mencoba menahan tangisnya, tapi tidak bisa Haidar masih saja menitihkan mata.
"Haidar sayang ibu" ucap Haidar disela tangisnya dan memeluk tubuh ibunya erat, Karna melihat ibunya yang sudah mengucurkan air mata.
"Ibu Haidar udah gak nangis, ibu jangan nangis lagi ya!" bujuk Haidar dibalas anggukan lemah oleh Angel.
*bantu like sama komentar nya ya ka, like sama komentar gratis ko, jangan lupa juga untuk vote sebanyak2 dan beri bintang 5 buat Authour semangat nulisnya, Terimakasih*.
kritik & saran
IG:TariWidury1
FB:Tari inong
mohon maaf ya ka aku up gak tentu, tapi diusahakan up tiap hari ya ka, Terimakasih sudah membaca😍