
Warning!
Novel ini sedang tahap renovasi
mohon maaf bila kalian menunggu
Up terlalu lama.
---------------------------------------------
Cahaya Matahari bersinar sangat terik, Cuaca yang cukup bagus untuk sekedar jalan-jalan atau berlibur bersama keluarga. termasuk Riski dan Angel, akan melakukanya, tak lupa Haidar pun ikut diajaknya. akan bermain ketempat hiburan, seperti orang lain yang akan mengabiskan liburan bersama keluarga.
"Ayah. Aku ingin main komedi putar" Rengek sang Anak dengan terus menarik-narik tangan Riski.
"Iya, boleh Sayang" ucap Riski, Haidar pun yang mendengarnya kesenangan dengan tersenyum manis, membuat hati Angel dan Riski menghangat.
Drrrtttttt Drrrrrttt Drrrrrttttt
tiba-tiba Handphone Riski pun berdering menandakaan panggilan masuk. dengan cepat Riski pun mengambil Handphone yang berada disaku celananya dan ternyata Sherlyn, Riski lupa tidak memberikan kabar kepada Sherlyn, Karna semalam Riski menginap dirumah Angel. Riski pun mulai kepanikan harus beralasan apa kepada Sherlyn, Rasanya Riski engga mengangkat panggilan masuk dari Sherlyn karna tidak mau moodnya berantakan karna merasa bersalah, tapi bila Riski tidak mengangkat panggilan dari Sherlyn pasti Sherlyn akan lebih kawatir, akhirnya Riski memutuskan untuk mengangkatnya dan menjauhkan diri dari Angel dan Haidar.
"Ki, Kamu ada dimana?" tanya Sherlyn, kecemasanya pun ketera di nada suaranya.
"Maaf Sher, Aku gak ngabarin Kamu semalam. Semalam ada dua oprasi mendadak dan beres tengah malam, jadi aku milih tidur di Rumah sakit aja" bohong Riski, Sherlyn pun yang mendengarnya hanya menyipitkan kedua matanya, perasaan semalam Sherlyn sudah menelpon Rumah sakit, dan Suster disana bilang, Riski sudah pulang kemarin sore.
" Kamu ngomong jujur kan ki?" tanya Sherlyn mulai menyelidik, Riski pun yang mendengarnya menohok kaget. biasanya Sherlyn selalu mengalah dan tidak membesarkan masalah.
"Kamu kira, Aku lagi bohong?" Tanya Riski balik, Sherlyn pun mulai tertawa hambar dibalik sambungan telpon, ternyata pembohong seperti Riski masih saja perlu berlatih, bila sedang berbohong kepada Istrinya.
"Kenapa kamu ketawa?" tanya Riski curiga bila Sherlyn sedang mentertawai-nya.
"Ngga kenapa-napa, kamu kapan pulang?" ucap Sherlyn menghentikan tawanya, lalu tersenyum miris, Riski sudah mulai menyembunyikan Rahasia batin Sherlyn.
"Kayanya malaman deh Sher" ucap Riski, setelah berpikir cukup lama, lalu akhirnya memutuskan untuk pulang malam.
"Lagi dimana emang?" Tanya Sherlyn, lagi-lagi memancing Riski untuk berkata jujur, tapi apa boleh buat Riski harus berbohong demi menyembunyikan kebohonganya yang lain.
"Sekarang, kamu sering ketemu klien ya" ucap Sherlyn dengan bibir yang dipaksa melengkung. terdengar didalam sambungan telpon bahwa Sherlyn sedang menahan tangis.
"Iya, Aku sibuk sekarang, Ayra kemana?" Bohong Riski, lalu mengalihkan membicaraan. karna merasa sudah cukup membohongi Sherlyn.
"Ayra lagi Tidur, Yaudah kalau Kamu sibuk, maafin Aku! Aku udah ganggu Kamu" ucap Sherlyn mematikan telponya, karna sudah tidak kuat dengan tangis yang tidak bisa diredam. Riski pun yang mendengar ucapan Sherlyn merasa Hatinya sakit, Riski yakin Sherlyn pasti sedang menangis mengingat Sherlyn adalah wanita Cenggeng Dan berperasan.
"Ayah. lamaa" ucap Haidar tidak tahan lagi menunggu Ayahnya yang sibuk menelpon.
"Bentar, Sayang" ucap Riski, mendekati Haidar dan Angel.
"kenapa Kamu gak main sendiri, itukan permaina anak kecil" ucap Riski mencubit hidung Haidar pelan, dibalas decakan kesal oleh putranya.
"Ayah sama Ibu, lihatin Aku ya!" ucapnya dengan menunjuk sebuah kursi putih panjang yang berada didepan komedi putar.
"Iya, Ayo" ucap Riski dengan menuntun Haidar lalu membeli karcis, Akhirnya Haidar pun menaiki komedi putar, kini Riski dan Angel tengah duduk berdua dibangku, sedang melihat Anaknya bermain sendiri.
"Ki, apa Kamu gak ada niatan buat nikah sama Aku" ucap Angel seneknya, di pelototi oleh Riski, Angel makin lama, makin ngelunjak. batinya.
"Cih, Kamu lagi bercanda ya, Angel?" tanya Riski menatap Angel Sinis dengan tawa meremehkan.
"Aku serius Riski, Haidar perlu sosok Ayah disampingnya" Ucap Angel lagi-lagi beralasan Haidar lagi, Riski mulai jengkel dengan sikap Angel yang seperti memanfaatkan keadaan.
"Istri Aku mau dikemanain?" Tanya Riski menahan emosi, Kini Riski sudah mulai lelah dengan sikap Angel, Riski sudah baik hati mau bertanggung jawab dengan cara memberikan Rumah, uang bulan, mobil, bahkan kini Angel sudah tidak repot-repot lagi berkerja menjadi seorang p*lacur.
"Aku gak apa-apa jadi yang kedua, Asalkan Haidar bahagia" ucap Angel tidak merasa keberatan, Riski pun yang mendengarkanya hanya menggelengkan kepala, lalu pergi dari hadapan Angel sebelum kesabaranya habis.
kalian like setengah-tengah aku juga up setengah-tengah juga ya.
ku kasih kata-kata mutiara nih!
~Kejujuran memang menyakitkan, tetapi tidak mematikan. kebohongan memang menyenangkan, tetapi tidak menyembuhkan~