LOVE OR OBSESSION

LOVE OR OBSESSION
Teman untuk Haikal.



aku hanya tersenyum dengan menatap wajah anak perempuanku bersama Riski, sungguh sangat cantik. wajah bule bercampur indonesia sungguh menggemaskan, siapa pun yang melihatnya pasti akan ingin mencubit pipi gembulnya. ohiya Tunggu dulu aku lupa belum mengabari momy, aku takut momy akan kawatir.


"ki, Handphone ku dimana?" tanyaku dengan menatap Riski Detail, lalu menatap anak ku lagi ternyata mirip, entah berapa kali aku terus menbandingkanya, tapi aku benar-benar bodoh didalam keadan seperti ini aku masih saja bersikap konyol.


"untuk apa?" tanya balik Riski santai dengan menatap wajah panik ku, tinggal jawab aja susah banget shi nih orang, batinku.


"Buat nelpon momy, ki" ucapku lalu tersenyum kepada Riski, entah kenapa bila melihat wajah damai Riski, Rasanya aku ingin terus tersenyum apalagi mengingat masa bersalin membuat aku malu karna tingkah ku sendiri, tidak seharusnya aku merepotkan Riski seperti itu, tapi yasudahlah itu jugakan Anaknya.


"keluarga kamu bakal datang bentar lagi, tunggu aja!" ucap Riski tenang dengan terus menyusap-usap pipi lembut bayi ku, aku hanya diam mentap Riski tanda tanya, akhirnya Riski pun yang menyadari tatapan ku lalu mencoba menjelaskanya padaku, aauuu ternyata Riski laki-laki peka juga.


"tadi aku udah telpon Momy kamu, waktu kamu diperiksa sama dokter dan Momy kamu bilang mau kesini sebentar lagi" jelas Riski, akupun hanya mengangguk sebagai tanda mengerti.


"Nama anak kita siapa?" tanya Riski dengan senyum tampanya mampuh memikat hatiku, hingga membuat aku lupa apa yang telah Riski lakukan sebelumnya.


"Ayra Putri Munggaran" ucapku dengan senyum hangat, tapi dibalas tatapan tidak suka oleh Riski.


"Aku Ayahnya kenapa kamu masih memakai marga keluarga mu, Jadi nama anak ku Ayra Putri Aditya" Protes Riski tidak mau dibantah, saat aku ingin menjawab protesanya tiba-tiba pintu Rumah sakit terbuka menampilkan sosok Momy ku dengan senyum lembut ke Ibuanya, tidak lupa juga dibelakang ada Dady, ka Adam dan ka Jasmine semua tersenyum lega apalagi mereka telah melihat baby Ayra didalam gendonganku.


"Cucu momy" ucap Momy ku dengan menghampur mengambil alih Baby Ayra dalam gendonganku.


"Lucunya" ucap ka jasmine dengan mendekat menyelus-elus baby Ayra, tatapan Riski langsung tertuju pada ka Jasmine, aku tau lewatan tatapan matanya menyimpan cinta dan Kerinduan, membuat hatiku sedikit sakit.


"cewe atau cowo?" tanya ka adam, membuyarkan lamunanku, aku harus terlihat baik-baik saja sekarang , sadar diri Sherlyn kamu bukan siapa-siapa Riski.


"Cewe ka" ucapku dengan senyum palsuku, Riski masih terus mentap ka jasmine seakan enggan untuk mengalihkan tatapanya.


"Namanya siapa?" tanya ka jasmine dengan terus menatap gemes baby Ayra.


"lalu kapan kalian akan menikah?" tanya Dady membuat mulutku terbungkam, kenapa pertanyaan sialan itu harus Dady lontarkan lagi dan lagi.


"secepatnya" jawab Riski mantap, lalu mengalihkan pandanganya kearah bayi mungil darah dagingnya.


"bagus kalau gitu, itu yang Dady harapkan, Dady yakin bila kalian menikah, kalian akan bahagia apalagi sekarang sudah hadir Rara putri kecil kalian" ucap Dady dengan menepuk-nepuk bahu Riski pelan. "Tap" ucapku terpotong dengan ucapan Momy.


"Jangan egois Sherlyn!, pikirkan masa depan Ayra sekarang, kamu pikir mudah membesarkan anak seorang diri" ucap Momy, membuat aku berpikir sejenak dan menimbang-nimbang semua, bahagia, masa depan Ayra, menikah dengan orang yang masih mencintai kaka iparku, jangan egois. Rasanya otak ku akan pecah sekarang.


"Jangan bersikap manja atau ke kanak-kanakan lagi Sherlyn!, sekarang kamu sudah menjadi seorang iby" sambung Momy lagi. membuat aku hanya bisa mendengus kesal bukan masalah itu Momy, hanya saja aku belum bisa menerima bila sesuatu saat aku akan terluka kembali.


"oke aku setuju" ucapku walaupun berat harus mengatakan itu, tapi terpaksa untuk masa depan Ayra aku yakin cinta akan datang sendirinya nanti bila sudah terbiasa, Riski pun tersenyum kepadaku, senyum senang sekaligus lega. tak kalah bahagianya dengan semua keluargaku, semua terlihat bahagia dengan keputusanku.


"Akhirnya" ucap Dady dengan memeluk tubuh ku erat, aku tau Dady dan Momy bukan egois untuk memaksa aku menikah dengan Riski tapi mereka hanya ingin aku bahagia dan nama keluarga tidak dianggap jelek oleh orang lain.


*bantu like sama komentar nya ya ka, like sama komentar, gratis ko, jangan lupa juga untuk vote sebanyak2 dan beri bintang 5 buat Authour semangat nulisnya, Terimakasih*.


kritik & saran


IG:TariWidury1


FB:Tari inong


mohon maaf ya ka aku up gak tentu, tapi diusahakan up tiap hari ya ka, Terimakasih sudah membaca😍


karna kemarin aku gak up, jadi aku up 2 episode ya hari ini.