LOVE OR OBSESSION

LOVE OR OBSESSION
Membujuk



Riski masuk kedalam kamar dengan membuka pintu pelan. Lalu masuk kedalam kamar dan melihat Sherlyn sedang duduk diatas ranjang tengah menyusui Ayra. Walaupun Riski merasa malu tapi apa boleh buat, Riski tidak mau tidur dikamar tamu atau tidur ditempat lain. Intinya Riski tidak bisa jauh dari istrinya, soalnya Riski sudah mencoba tidur dikamar tamu, namun. hasilnya nihil, tetap saja mata Riski tidak bisa terpejam walaupun sudah mencobanya berkali-kali.


"Sherlyn!" panggil Riski dengan mendekati kearah Sherlyn, Sherlyn pun yang didekati Riski berdiri dan menidurkan Ayra ditempat tidurnya.


"Sayang!" panggil Riski kembali mencoba membujuk Sherlyn dengan bersikap manis, Riski berdoa dalam hati semoga saja dengan cara seperti ini Sherlyn mau memaafkanya.


"Sherlyn aku minta maaf! Aku beneran gak tau kalau si Angel pura-pura kesakitan" ucap Riski dengan menyentuh bahu Sherlyn tapi Sherlyn tepis dengan kasar.


"Dont touch me!" pekik Sherlyn dengan kesal. Mungkin bila semua wanita ada diposisi Sherlyn, mereka pun akan sama akan marah dan kesal.


"Sherlyn dengerin aku dulu! aku bener-benar minta maaf, aku gak bermaksud kaya gitu" ucap Riski dengan menarik tangan Sherlyn meminta Sherlyn untuk mengerti.


"Maksud kamu bela si Angel bukan? dengan cara membentak aku kaya gitu" ungkap Sherlyn yang tidak mau mengerti dan tidak ingin mengerti, pasalnya Riski berulang kali membela Angel dan Sherlyn selalu memahaminya tapi sekarang Sherlyn sudah muak.


"Sher, aku minta maaf sama kamu! aku ngaku aku salah" ucap Riski dengan wajah memelas bagimana pun caranya Riski harus bisa meminta maaf kepada Sherlyn.


"Basi tau, maaf! maaf!, bosen aku dengernya" ucap Sherlyn dengan melepas tanganya yang ditarik oleh Riski kedalam dadanya.


"Sher, sekali ini aja maafin aku! aku janji gak bakal gitu lagi!" ucap Riski benar-benar frustasi, kali ini Sherlyn sulit sekali untuk dibujuk.


"Maaf ki!, Tapi kali ini aku gak bisa maafin kamu gitu aja, ini bener-bener udah kelewatan" tukas Sherlyn dengan amarah yang belum meredam. Karna perilaku Riski sangat menyakiti hati dan harga diri Sherlyn sebagai perempuan, bila memang Riski mencintai Sherlyn seharusnya Riski percaya kepada Sherlyn. Bukan malah percaya kepada wanita ular seperti Angel.


"Sher, tapi aku bener-bener nyesel sekarang. Aku janji gak akan ketipu lagi sama Angel" ucap Riski dengan memeluk tubuh Sherlyn hangat, Sherlyn pun yang dipeluk tidak terima dan mencoba memberontak.


"Kamu juga kemarin ngomong gitu kan sama? tapi apa kenyataanya kamu tetap kelakuin hal yang sama lagi, kalau sekarang aku maafin kamu, pasti kamu bakal ngelakuin gitu lagi seterusnya" ungkap Sherlyn dengan melepas pelukan Riski. dadanya naik turun karna emosi.


"Jangan dulu minta maaf sama aku Ki! sebelum kamu bisa percaya sama aku dan bisa bedaain antara yang benar dan yang salah" ucap Sherlyn dengan pergi keluar kamar meninggalkan Riski yang semakin frustasi.


"ini semua gara-gara wanita sialan itu" umpat Riski dengan mengusap wajahnya kasar.


~


Angel pulang kerumahnya dengan kesal. Niatnya akan mengacaukan Rumah tangga Riski dan juga Sherlyn serta membawa Haidar pulang menjadi berantakan. Akibat wanita paruh baya yang sengaja menyiramnya dengan air. Membuat Angel emosi dan mengacak-acak kamarnya seperti kapal pecah, membuat asisten rumah tangganya ketakutan.


"Dasar wanita tua brengsek, berani-beraninya mengagalkan rencana ku" teriak Angel sudah seperti kesetan dengan membanting lampu tidur dan mengacak-acak sprei yang baru saja diganti oleh Bi Ida.


"Kenapa kamu lihat-lihat, cepet pergi!" teriak Angel ketika Bi Ida melihat ke kamar Angel karna penasaran, Bi Ida pun yang dibentak kucar-kacir pergi karna takut menjadi sasaranya.


"semuanya kacau. Ah sial. Kenapa wanita tua itu ada" teriak Angel dengan beralih mengacak-acak make up nya, sehingga berjatuhan dan pecah dilantai.


"Ah, sial, sial" teriak Angel semakin menjadi dengan mengacak-acak rambutnya, tidak sampai disitu amarah Angel masih berlanjut, saat Angel akan menonjok kaca dengan tanganya, tiba-tiba ada lengan kekar yang menahanya, Angel pun melihat kearah orang yang menahanya dan ternyata.


"Kenapa kamu ada disini?" tanya Angel sudah tidak karuhan dengan melihat pria yang dibencinya masuk ke dalam kamarnya tampa permisi terlebih dahulu.


"Kamu yang kenapa kaya orang gila, jangan pernah kaya gini, nyakiti diri kamu sendiri!" tanya sang pria dengan menghempaskan tangan Angel, ternyata sang pria tidak ingin Angel melukai dirinya sendiri.


"Jangan so perhatian deh!" balas Angel dengan tatapan tidak suka, kenapa pria yang didepanya harus repot-repot menasehatinya sedangkan pria itu sendiri sering menyiksanya.


"Aku kaya gini karna kasian sama kamu" ucap pria yang bernama Tio terlihat marah dan tersinggung dengan ucapan Angel.


"Kasian gimana shi? kamu b*go apa t*lol? kamu bilang kasian sama aku sedangkan kamu sering nyiksa aku, terus sekarang kenapa aku gak boleh nyakitin diri aku sendiri?" tanya Angel menghujami Tio dengan banyak pertanyaan, Angel sudah mulai bosan dan lelah, kenapa Tio selalu ikut campur akan urusanya, Tio pun yang mendengarnya hanya diam memang benarnya begitun kenyatanya, tapi kenapa Tio seakan tidak rela bila Angel menyakiti dirinya sendiri.


"Sekarang tolong pergi Tio dari Rumah ku dan jangan kembali lagi! jangan pernah sekali lagi kacaukan hidup ku kembali" teriak Angel sudah persis seperti orang gila, apalagi keadan malam hari.


Bersambung


~Sebenarnya aku tidak suka mengingat-ingat kesalahan mu yang lalu, tapi kesalahan mu yang kau lakukan sekarang. Ternyata sama dengan kesalahan mu yang pernah kau lakukan dulu~