LOVE OR OBSESSION

LOVE OR OBSESSION
Aku tau semuanya.



Warning!


Novel ini sedang tahap renovasi


mohon maaf bila kalian menunggu


Up terlalu lama.


--------------------------------------------


Sherlyn menatap wajahnya nanar didepan cermin, betapa mengenaskan Sherlyn saat ini, lalu Sherlyn tersenyum misterius, Sherlyn sekarang jadi ingin menertawai kebodohanya, tapi semuanya sudah cukup bagi Sherlyn, Sherlyn harus bangkit dan tidak ingin mengalah, apapun miliknya harus tetap milikinya dan tidak bisa dibagi atau dipisahkan, oleh siapapun, terkecuali maut memisahkan itulah tekad Sherlyn. Sherlyn keluar kamar dengan langkah tenang, lalu pergi ke kamar Mami Riski untuk melihat putri kesayanganya. akhirnya setelah mengetok dan diizinkan masuk, Sherlyn masuk kedalam dengan perasaan rindu yang amat dalam. meski hanya semalam tidak bertemu tapi bagi Sherlyn ini rindu yang sangat dalam.


"Anak, Ibu gemes banget" gemes Sherlyn mengajak bicara Ayra, lalu dibalasan ocehan khas bayi oleh Ayra.


"Kamu malam kenapa, Sher?" tanya mami yang duduk diujung ranjang, sedang memperhatikan menantu dan cucunya.


"Gak kenapa-napa, Mi" bohong Sherlyn.


"Kenapa gak kenapa-napa ko nangis, cerita aja sama Mami!" bujuk Mami, dibalas gelengan oleh Sherlyn.


"Entar juga Mami tau" ucap Sherlyn dengan senyumnya memperlihatkan bahwa Sherlyn baik-baik saja, walaupun matanya terlihat sembab. Mami Riski yang mendengarnya pun hanya mengehela nafas dan tidak ingin memaksa.


"Mami, Aku titip Ayra dulu ya sebentar!" Ucap Sherlyn dengan wajah memelas, semoga saja mertuanya mau dan tidak menanyakan apapun.


"Kamu mau kemana?" Tanya mami Riski, bingung biasa Sherlyn mengajak Ayra kemana-mana walaupun bersama Asisten Rumah tangganya.


"Ada urusan sebentar, Aku janji ko, mi. bakal pulang cepet" bujuk Sherlyn dibalasa Anggukan oleh Mami Riski. membuat Sherlyn tersenyum dan lega ternyata Mami Riski tau bila mood yang sedang tidak bagus.


"Yaudah, Mi aku pamit dulu ya!" ucap Sherlyn mencium punggung tangan mertuanya, lalu mencium Ayra dan akhirnya pergi.


~


Sherlyn tersenyum menatap Rumah dua tingkat, cukup megah dan nyaman, karna tidak ada Satpam yang berjaga, akhirnya Sherlyn masuk kedalam gerbang tidak perduli yang punya akan marah, toh rumahnya juga dibeli dengan uang suaminya. Sherlyn mengetuk pintu cukup keras karna rumahnya cukup besar, Sekarang Sherlyn ingin menjadi tamu yang baik, untuk menengok putra dari suaminya.


"Mau apa Kamu kesini?" tanya Angel ketika menatap Sherlyn dengan keterkejutanya, lalu menyembunyikanya dengan wajah datar.


"Bisa kita masuk dulu!" ucap Sherlyn dan tampa dipersilahkan Sherlyn sudah masuk kedalam rumah lalu duduk.


"Lumayan besar" ucap Sherlyn dengan memperhatikan sekeliling rumah dan mencari-cari sosok Haidar dirumah ini tapi tidak ada.


"Jadi mau apa Kamu kesini?" tanya Angel dengan memperhatikan tingkah Sherlyn seperti pemilik rumah.


"Apa Aku tidak boleh kesini?, Rumah ini jugakan dibeliin sama Suami Aku" ucap Sherlyn menyilangkan kakinya dan tersenyum memperhatikan Angel yang sungguh menyedihkan menurutnya.


"Aku tau, untuk itulah aku kesini, aku tau semuanya, Riski memasilitasi Haidar dan Kamu begitu Wah, tampa persetujuan Istrinya" ucap Sherlyn sudah tersudut emosi, tapi Sherlyn mencoba menahanya, bukanya Sherlyn melarang atau tidak memperbolehkan Riski melakukan itu semua, tapi alangkah baiknya bila mereka berdiskusi terlebih dalu, dan sekarang Sherlyn merasa tidak dianggap bila begitu.


"Kenapa Kamu iri?" tanya Angel dengan senyum meremehkan.


"Mana ada Aku iri, Fasilitas ku jauh lebih baik. tapi aku sekarang bersyukur karna Suamiku baik hati, jadi kamu tidak usah repot-repot menjual diri, sekarang Haidar mempunyai fasilitas yang baik tampa uang haram" ucap Sherlyn tenang dengan berkata pedas dan dipelototi oleh Angel.


"Jaga mulut Mu!" ucap Angel marah dengan menunjuk ke wajah Sherlyn, Sherlyn mun yang melihatnya hanya tersenyum, membuat Angel menjadi geram.


"Semuanya fakta Angel, lalu bagian mana yang harus Aku jaga" ucap Sherlyn dengan menurunkan tangan Angel, lalu menatap Angel sinis.


"KAMU" Bentak Angel sudah tidak tahan lagi mendengar fakta bahwa dirinya seorang pel*cur, tapi Angel juga tidak bisa ngelak.


"Kenapa Angel?, kamu mau ngomong apa?" Tantang Sherlyn dengan senyum puasnya, membuat Angel semakin kepanasan dibuatnya.


"Aku akan Rebut suami Kamu!" tekad Angel tersenyum miring, membuat Sherlyn lagi-lagi tertawa renyah, ucapan Angel sungguh lelucon yang menyenangkan bagi Sherlyn.


"Silahkan jika MAMPUH!" ucap Sherlyn, Menatap Angel sinis, rasanya Sherlyn ingin menjambak Angel dan menamparnya, tapi dengan berat hati Sherlyn harus mengurungkan niatnya.


"Aku mampuh dan Aku yakin bisa" ucap Angel percaya diri, Sherlyn mun mentap Angel tajam, seolah mengatakan lewat isyarat matanya tarik ucapan mu.


"Ternyata Kamu. tidak ada kapok-kapoknya, sudah hidup menderita juga" ucap Sherlyn mentap Angel penuh kebencian, karna pasalnya tadi malam Sherlyn sudah menelpon jasmine dan Jasmine menceritakan semuanya.


"Kapok untuk apa?, Aku akan merebut apa yang menjadi hak Ku" ucap Angel tidak tau diri, lagi-lagi Sherlyn hanya tersenyum miris bagai mana seorang Angel hidup. bila menjadi sampah Masyarakat.


"Jangan kira Aku tidak tau Angel, Kamu sudah merusak Rumah tangga ka Jasmine dan sekarang kamu membicarakan Hak Mu, Hak apa Angel Riski suamiku, yang berarti hakku, dasar kamu wanita tidak tau diri" ucap Sherlyn berbicara dengan marah menggebu-gebu, Angel pun yang mendengarnya terlihat Shock bagaimana Sherlyn tau tentang masa lalunya.


"Aku tidak perduli dan Aku akan berusaha cepat atau lambat Riski akan menjadi Suamiku, walaupun aku menjadi istri kedua" ucap Angel, membuat Sherlyn lagi-lagi merasa miris dengan kehidupan, kenapa Angel tidak cari laki-laki lain, malah repot-repot mengambil suami orang lain.


"Kamu ngga laku ya?" Sindir Sherlyn.


"Diluar banyak laki-laki, kenapa Kamu masih mau merebut Suami orang lain, Apa kamu sudah merasakan fasilitas suami aku, jadi kamu kepincut sama hartanya"ucap Sherlyn benar-benar marah, karna Angel tidak bisa diberi tahu baik-baik.


"Kalau iya emang kenapa? dan Haidar perlu sosok seorang Ayah, yaitu Ayahnya Riski, aku tidak bisa membiarkan kalian bahagia diatas penderitaanku" ucap Angel, Sherlyn sekarang mulai geram, atas dasar apa Angel bicara Sherlyn dan Riski bahagia diatas penderitaanya, sedangkan Riski sudah mau bertanggung jawab.


bersambung


~Aku tidak punya waktu, untuk membenci orang yang membenciku, karna aku terlalu sibuk mencintai, orang yang mencintaiku"


Hai kaka, terimakasih yang sudah dukung Author, Author berterimakasih, kalian sudah membaca novel hasil karya Author dan mendukung Author, Pokonya Iloveyou deh buat kalian. semoga sehat selalu dan diberi Rizki yang banyak😍