LOVE OR OBSESSION

LOVE OR OBSESSION
Hamil?



"Alesan apa ki?" tanya Sherlyn penasaran, bila Riski menyembunyikan sesuatu padanya.


~


"Angel sedang hamil" ucap Riski nampak ragu, tapi tak urung untuk dikatakannya.


"Hah! hamil, anak siapa?" tanya Sherlyn setengah berteriak karna terkejut, tapi dengan cepat Riski menutup mulut Sherlyn untuk menghentikan keterkejutan.


"Jangan kenceng-kenceng sayang!" omel Riski, Sherlyn pun hanya mengangguk dan akhirnya Riski melepaskan tanganya.


"Aku gak tau, yang pasti bukan sama aku, bahkan aku gak pernah ngelakuin yang macem-macem sama Angel" ungkap Riski, membuat Sherlyn mengerutkan keningnya.


"Aku tau. Kalau aku gak ngomong sama kamu sekarang, pasti kamu bakal nuduh aku dikemudian hari, terus nanti Angel bakal bikin sandiwara lagi dihamilin sama aku, aku yakin pasti bakal kaya gitu" ucap Riski dengan memegang kedua tangan Sherlyn, meminta Sherlyn untuk percaya dan yakin padanya.


"Tapi, kamu tau Angel hamil dari siapa?" tanya Sherlyn penasaran dan menatap mata Riski dalam-dalam mencari kebohongan didalam matanya.


"Aku tau dari Dokter yang meriksa Angel tadi siang, Dokter Kirana ngasih tau aku kalau Angel hamil udah dua minggu lebih" jelas Riski, tapi tetap saja Sherlyn masih belum paham, menurut Sherlyn menjelasan Riski kurang jelas.


"Mana mungkin Dokter Kirana bilang gitu aja kalau Angel hamil, itu kan ngelanggar kode etika Dokter" ucap Sherlyn dengan menatap Riski sekali lagi mencari kebohongan dari Riski.


"Aku tau karna hasil kehamilan Angel jatuh dilantai, saat aku gak sengaja nabrak Dokter Kirana, kebetulan Dokter Kirana saat itu sedang buru-buru, karna penasaran aku pun membuka amplop tersebut dan kaget karna hasil tersebut menyebutkan nama Angel berserta usia kandungannya, saat itu juga aku meminta penjelasan kepada Dokter kirana, Dokter Kirana pun mengiyakan semuanya." jelas Riski sedetail mungkin, Sherlyn pun mencoba mencerna penjelasan Riski, yang menurutnya lumayan masuk akal. Namun, Sherlyn tidak mau percaya begitu saja, tetap saja Sherlyn akan mencari bukti, siapa ayah bayi yang Angel kandung.


"Sher!" panggil Riski ketika Sherlyn hanya melamun dan memikirkan semuanya.


"Sherlyn!" panggil Riski sekali lagi, membuyarkan lamunanya.


"Sher, kamu percayakan sama aku?" tanya Riski, saat melihat ada keraguan dimata Sherlyn. Sherlyn pun mulai berpikir dan menggelengkan kepalanya pelan, Sherlyn takut ketika ia percaya akan kembali terluka, lebih baik Sherlyn sendiri yang mencari buktinya.


"Kenapa Sher kamu gak percaya sama aku?" tanya Riski dengan memegang kedua pipi Sherlyn menatap matanya dalam-dalam, seakan meminta Sherlyn untuk percaya padanya.


"Entahlah. Aku harus percaya atau ngga sama kamu, aku juga bingung, hati aku meminta untuk percaya tapi lagi-lagi logika aku menolak, logika aku menyuruh untuk mencari taunya semuanya" ucap Sherlyn dengan memalingkan wajahnya ke sembarang arah, Sherlyn mulai bingung harus menuruti logikanya atau hatinya.


"Maaf Ki. Tapi aku gak mau ngelakuin kesalahan lagi" ucap Sherlyn dengan menggelengkan kepalanya lemas, Sherlyn sungguh takut bila Riski belum berubah sikap.


"Yaudah. Aku gak maksa kamu buat percaya sama aku, kalau emang kamu mau cari bukti silahkan! karna aku gak merasa ngelakuin hal dibatas kewajaran sama Angel" ucap Riski dengan mengecup puncak kepala Sherlyn singkat lalu pergi meninggalkan Sherlyn, membuat Sherlyn tertegun.


~


Di lain tempat


Setelah Angel mengobati lukanya dan berniat beristirahat karna merasa tubuhnya remuk karna sehabis disiksa oleh Sherlyn dan Jasmine, tiba-tiba Tio membuka pintu dan duduk disamping ranjang.


"Sebelum anak dalam kandungan kamu lahir, kamu harus tinggal dirumah aku!" ucap Tio tegas dan tidak ingin bantah.


"Aku gak mau! lagian kalau anak ini emang bener anak kamu, aku juga gak pengen nikah sama kamu" ucap Angel dengan tersenyum meremehkan.


"Lalu sekarang kamu mau nikah sama siapa? sama suami Sherlyn?"tanya Tio sedikit menyindir diakhir kalimatnya.


" Kalau Iya emang kenapa? Sekarang aku gak sudi nikah sama cowo kasar kaya kamu, aku bakal mikir lagi" balas Angel tidak tau diri, membuat Tio sudah tidak tahan untuk menghajarnya, rasanya Tio ingin menyumpel mulut Angel dengan cabai saat ini.


"Kamu denger ya wanita ngga tau diri, kamu itu cuman p*lacur seharusnya kamu itu merasa senang aku mau bertanggung jawab, bukan malah mau minta tanggung jawab sama suami orang lain" ucap Tio dengan marah sampai menunjuk-nunjuk wajah Angel.


"Aku gak perduli, pokonya Aku gak mau nikah sama kamu!" ucap Angel balik marah, lalu turun dari ranjang dan pergi dari kamarnya, karna bila ia terus memancing kemarahan Tio tidak akan ada habis-habisnya dan menjadi perdebatan panjang.


"Kamu mau kemana sialan? ayo cepat duduk kembali, aku belum selesai" ucap Tio marah dengan menyusul Angel.


Bersambung.


Maaf ya ka aku up telat tapi aku usahain ko buat up 1-2 episode sehari, tengah malam aku bakal up lagi ya satu episode lagi, jadi jangan bosen nunggu aku up ya ka, aku cinta kaka kaka semua❤😍