
Terima kasih Sherlyn telah bersedia menjadi ibu dari anak-anak ku dan juga istri yang baik untuk ku. Aku beruntung memiliki istri seperti mu yang mau menerima semua kekurang ku. Aku mencintai mu Sherlyn, untuk itulah aku memohon jangan pernah pergi dari hidup ku apapun keadanya!" ucap Riski bersungguh-sungguh dengan masangkan cicin dijari manis Sherlyn, cicin tersebut sangat pas dijari Sherlyn, lalu Riski mencium tangan Sherlyn, Sherlyn pun yang diperlakukan demi kian hanya tersenyum menikmati detik demi detik suasa romantis yang sengaja Riski buat.
~
"Ki bangun! ini udah hampir malam" ucap Mami dengan menggoyang-goyangkan tubuh Riski yang tertidur dikamarnya.
"Mami kenapa ganggu shi!" omel Riski kesal karna ibunya mengganggu mimpi indahnya.
"Mami takut kamu kenapa-napa!, abisnya kamu tidur sambil senyum-senyum kaya orang gila" ucap Mami Riski sambil merinding ngeri membayangkan anak satu-satunya kenapa-napa.
"Mami doain aku ya?" tanya Riski tidak terima karna digadang-gadang seperti orang gila.
"Gaklah mana ada seorang Ibu doain kaya gitu" elak Mami Riski tidak terima karna benar Mami Riski tidak mendoakan Riski yang tidak-tidak, Riski pun yang mendengarnya masih terlihat kesal kenapa Maminya membangunkanya disaat adegan romantis ia bersama Sherlyn.
"Tuh! Sherlyn nungguin kamu!, kenapa kamu malah tidur lama lagi, nanti Sherlyn marah. Tadi aja Sherlyn udah uring-uringan" beri tahu Mami Riski, Seketika Riski pun langsung teringat dan langsung bangun dari tempat tidur, lalu mandi secepat kilat.
"Dasar anak itu" kesal Mami Riski ketika Riski bersikap seperti bocah.
"Sher, ayo berangkat!" ucap Riski ketika sudah selesai dan melihat Sherlyn sedang menggendong Ayra dengan wajah kesal yang ketara.
"Lama" kesal Sherlyn dengan mengalihkan gendongnya ke Mami Riski, karna Sherlyn tidak akan membawa Ayra mengingat ini sudah malam, tidak baik angin malam bagi bayi, walaupun mereka memakai mobil tetap saja memakai ac.
"Kenapa, kamu tadi ngga bangunin aku" bela Riski, Sherlyn pun yang mendengar hanya menyilangkan kedua tanganya diatas dada, mungkin beda Sherlyn juga yang salah tidak membangunkan Riski, tapi Sherlyn begitu ada sebabnya karna Sherlyn masih kesal kepada Riski.
"Mi, aku pamit dulu ya!" pamit Sherlyn diangguki oleh Mami Riski, tidak lupa Sherlyn pun mencium Ayra, lalu pergi tampa sepatah kata pada Riski, membuat Riski hanya berdecak sebal.
~
"Sher, kita mau kemana dulu?" tanya Riski memecah keheningan, karna sudah cukup lama mereka ada didalam mobil, tapi tidak ada yang memulai pembicara sepatah kata pun.
"Terserah!" ucap Sherlyn pasrah, tepatnya tidak mau berbicara panjang lebar, Riski pun yang mendengarnya hanya mengelus dada karna lagi-lagi harus mendapatkan perilaku masam dari istrinya akibat ulahnya sendiri.
"Kita ke supermarket dulu aja ya!" usul Riski, Sherlyn pun yang mendengarnya hanya mengangguk sebagi tanda jawaban.
Riski memarkirkan mobilnya disuper market tempat dimana mereka akan berbelanja, Riski pun turun terlebih dulu dan membukakan pintu untuk Sherlyn seperti adegan dalam mimpinya. Sherlyn pun yang dipersilahkan seperti seorang ratu hanya mentap Riski lekat, lalu memilih melangkah terlebih dahulu tampa mengucapkan terima kasih kepada Riski. Riski pun yang melihatnya hanya bersabar dalam hati, seperti Riski harus punya kesabaran ekstra ketika menghadapi Sherlyn marah.
"Sayang, yang ini bagus buat Ayra" usul Riski ketika Riski mendapati minyak telon yang berjejer rapih didalam Super Market, lalu melihatnya dan membaca kasiat serta komposisinya ternyata minyak telon yang dipegang Riski, minyak telon anti nyamuk untuk bayi.
"Eh, ini juga bagus yang" usul Riski lagi, membuat Sherlyn nampak kesal kenapa Riski menjadi secerewet itu saat berbelanja dengan Sherlyn, pahadal itu bukan kali pertama atau kedua, mereka sudah sering berbelanja bersama tapi Riski tidak pernah seperti ini.
"Berisik!" ucap Sherlyn dengan mengambil minyak telon yang Riski usulkan dan menyimpanya diranjang belanjaan, Riski yang mendengarnya pun nampak setika kaget, karna ulahnya istrinya yang bawel menjadi acuh dan dingin padanya sekarng, itu semua membuat Riski sedikit sedih.
"Sher, maafin aku ya! jangan kaya gini mulu, aku gak kuat, kalau kamu terus bersikap kaya gini!" ucap Riski dengan wajah memelas, Sherlyn pun melihat wajah Riski lekat lalu perkata.
"Enak kan digituin?" tanya Sherlyn dengan wajah datar, lalu pergi meninggalkan Riski dan melanjutkan aktivitasnya mengambil barang yang akan ia beli, setelah cukup jauh dari Riski, Sherlyn sudah tidak kuat untuk tidak menahan tawanya. saking lucunya melihat wajah Riski yang memelas.
"Rasain tuh, suruh siapa suka belain si ular keket mulu" ucap Sherlyn dengan tawanya, karna puas sudah mengerjai Riski, tapi itu belum seberapa Sherlyn akan melakukan hal lebih konyol lagi untuk membuat Riski jera.
~Mungkin benar, Kau perlu kehilangan aku, agar belajar cara menghargai, agar kau paham tidak semua keinginan mu harus diikuti, agar mengerti ada hal-hal yang tidak bisa semau mu saja. Tetaplah bahagia tampa aku. Semoga kamu bisa mengajari diri mu sendiri agar bisa lebih dewasa lagi. Ada yang lelah memahami, ada yang tidak bisa lagi membuka hati. Sebab terlalu diperlakukan tampa hati~