
Setelah berbicara cukup lama dan cukup panjang Sherlyn dan Jasmine memutuskan untuk pulang karna hari sudah mulai sore. Jasmine tetap pada tatapanya masih setia menatap Tio dengan iba, tapi sebelum Jasmine pergi Jasmine sempat untuk berkata kepada Tio.
"Inget Tio! yakini apa kata hati kamu, apa kata hati kamu gak mungkin salah, mungkin dengan menikahi Angel adalah jalan yang terbaik, untuk mu dan untuk Sherlyn, supaya Angel tidak mengganggu suami Sherlyn kembali" ucap Jasmine dengan pergi dan berjalan menyusul Sherlyn.
Tio pun masih terdiam dengan ucapan Jasmine, akan kah bisa Tio hidup dengan Angel bila kenyataanya, yang Angel kandung bukan anaknya. Apakah rasa benci dan muaknya kepada Angel akan kembali seperti waktu beberapa bulan lalu ia menyiksanya.
Tapi bila itu memang benar, Tio harus apa? sebanarnya Tio pun merasa kurang yakin untuk menikahi Angel kembali, apalagi orang yang ia cintai kembali lagi dengan status menjadi istri orang lain, Sekarang Tio benar-benar menyesal Tio tega menghianati Jasmine wanita baik-baik demi wanita seperti Angel. Air mata pun menetes membasahi pipi Tio dengan cepat Tio pun mengusapnya dan mejambak rambutnya kasar.
~
Ditempat lain.
Seseorang wanita tengah duduk dikursi dengan menikmati wine ditangannya, entah mengapa walaupun perempuan itu sedang hamil muda tapi tidak menghalangi keinginannya untuk meminum wine kesukanya. tiba-tiba asisten rumah tangganya pun masuk mengabari bila anak seseorang yang tengah mencarinya, Angel pun meminta asisten rumah tangganya untuk mempersilahkan orang yang mencarinya masuk.
"Ada apa nona sampai meminta saya datang kemari?" tanya pria yang memakai pakaian serta hitam.
"Saya ingin kamu melakukan renca yang saya mau, malam ini juga!" ucap Angel tegas dan tak ingin dibantah.
"Apakah rencana untuk menjebak Dokter Riski itu?" tanya pria itu dengan tersenyum misterius.
"Iya, saya mau malam ini dan jangan sampe gagal! lakukan yang saya mau, dihotel yang saya pesan" titah Angel diangguki oleh pria yang sepertinya surahan Angel.
"Ini buat kamu, ingat jangan sampai gagal! saya akan kesana bila semuanya yang saya perintah sudah selesai" ucap Angel dengan tersenyum licik, lalu memberikan amplop yang berisi segepok uang.
"Saya akan jamin semuanya akan selesai" ucap sang pria dengan mengambil amplop, lalu menghitungnya dan tersenyum senang.
"Yaudah, kalau begitu kamu boleh pergi!" ucap Angel dengan menyilangkan kedua tanganya, sang suruhan pun berpamitan dan pergi meninggalkan Angel, Angel pun tersenyum mengeringai, lalu tertawa puas.
"Sebentar lagi kamu akan menjadi milik ku" ucap Angel diringi dengan tawanya. Angel pun tidak menyadari bila dibalik tembok sana ada seseorang yang sedang memperhatikanya dan menguping membicaraan Angel dengan orang suruhanya.
~
"Sayang!" panggil Sherlyn ketika Riski masuk kedalam kamar, mengambur Riski dengan pelukan, Sherlyn sekarang teringat dengan apa yang Jasmine katanya kepada Tio. 'Ikuti apa kata hati mu, kata hati mu tidak mungkin salah' perkataan itu selalu saja teringang-ingang dikepala Sherlyn membuat Sherlyn semakin gelisah dibuatnya.
"Kamu kenapa sayang? gak biasanya kaya gini" tanya Riski dengan menatap Sherlyn penuh cinta, walaupun Riski sedikit bingung akan tingkah istrinya sekarang.
"Aku gak bisa jauh dari kamu" ungkapnya dengan terus mempererat pelukan Riski, Sherlyn tidak bisa membayangkan bila Riski sampai pergi dari hidupnya bagaimana nasibnya bersama Ayra nantinya.
"Aku gak bakal kemana-mana sayang, aku gak bakal ninggalin kamu ko" ucap Riski dengan mengelus puncak kepala Sherlyn, sepertinya Riski senang dengan sikap istrinya yang nampak menghawatirkanya.
"Aku takut kalau kamu pergi dari aku sama Ayra" ucap Sherlyn dengan menangis dipelukan Riski, Sherlyn tahu ini memang terkesan lebay tapi Sherlyn tidak perlu yang pasti Sherlyn takut kehilangan Riski sekarang.
"Hei! Sher kamu lihat aku! kamu sama Ayra dan Haidar bagi aku adalah nyawaku, aku gak mungkin bisa kehilangan nyawaku bila raga ku pun masih hidup" ucap Riski dengan mengusap pipi Sherlyn lalu menciumnya, Setelah itu Riski pun mendudukan Sherlyn diujung ranjang disusul duduk olehnya.
"Kamu kenapa sayang? gak biasanya kamu kaya gini?" tanya Riski dengan menghujami Sherlyn dengan beberapa kecupan, entah kenapa perasaan Sherlyn menjadi tidak enak seperti ini, rasanya Sherlyn engga untuk melepas dan berjauhan dengan Riski.
"Aku gak tau kenapa, tapi yang jelas sekarang aku gak mau kamu kemana-mana" ucap Sherlyn dengan memeluk Riski kembali, membuat Riski hanya mengerutkan keningnya, sebenarnya ada apa dengan istrinya.
"Tapi, malam ini aku ada meeting penting buat ngajuin rumah sakit baru sayang, kayanya aku bakal pergi deh sebentar" ucap Riski bicara dengan hati-hati, tapi Sherlyn hanya menggelengkan kepalanya sebagai tanda tidak mau.
"Ki, aku mohon jangan pergi!" mohon Sherlyn dengan memeluk Riski. Sekarang Sherlyn takut Riski kenapa-napa..
Bersambung.
Yuhu... maaaf ya ka aku up telat tapi aku bakal usahain ko buat up 1-2 episode setiap harinya, jadi jangan bosan nunggu aku up ya! I lafyu❤