LOVE OR OBSESSION

LOVE OR OBSESSION
Wanita Kurang Ajar



Dikamar milik Sherlyn dan Riski terdengar satu pasang bocah laki-laki dan bayi perempuan sedang tertawa karna sang kaka mencoba berbicara kepada sang adik dan akhirnya dibalas tawa khas bayi oleh sang adik. Membuat semua orang merasa hangat dengan tingkah kaka beradik itu. Termasuk Sherlyn yang sedang memperhatikan mereka.


Tiba-tiba suara pintu dibuka pun membuyarkan aktivitas mereka. Mereka pun langsung menatap siapa yang masuk kedalam kamar ternyata itu Riski. Riski tampak terkejut melihat keberadaan Haidar yang tengah ada disamping Sherlyn.


"Ayah!" panggil Haidar dan langsung memeluk tubuh Riski hangat, seperti anak pada umumnya yang menyambut kedatangan ayah mereka ketika pulang.


"Sayang, ko kamu ada disini?" tanya Riski dengan langsung menatap Sherlyn meminta penjelasan. Sherlyn pun yang ditatap mulai menjelaskan.


"Aku yang bawa Haidar kesini" ucap Sherlyn dengan menyalami tangan suaminya dan mengambil tas yang Riski bawa.


"Untuk apa?" tanya Riski, tidak mengerti kenapa Sherlyn membawa putranya ke rumahnya. Sedangkan putranya sudah Riski beri rumah.


"Ko untuk apa shi?. Emang anak kamu gak boleh gitu ketemu sama Nenek dan Adiknya?" tanya Sherlyn mulai kesal, bisa-bisanya Riski bertanya seperti itu kepadanya.


"Ya ngga kenapa-napa shi" ucap Riski tidak mempermasalah-kan.


"Tapi. Tadi Mami ngomong apa?" tanya Riski mulai penasaran Riski yakin pasti Maminya akan marah besar kepadanya, untung saja tadi Riski tidak bertemu dengan Maminya.


"Ngga ngomong apa-apa" ucap Sherlyn seadanya, membuat Riski bertambah penasaran.


"Mami memperlakukan Haidar kaya gimana tadi?" tanya Riski mulai merasa resah. Karna Riski tau maminya bukan tipe orang yang mau menerima kesalahan orang lain begitu saja.


"Alhamdulilah baik. Mami kayanya sayang banget sama Haidar" ucap Sherlyn dengan tersenyum kembali melihat Haidar yang sedang bermain bersama putrinya.


"Kamu gak bohong kan. Sher?" tanya Riski meragukan ucapan Sherlyn.


"Buat apa aku bohong, malah Mami baik banget udah mau nerima Haidar gitu aja" ucap Sherlyn dengan membuka jas Dokter yang Riski kenakan.


"Syukurlah, aku lega dengernya" ucap Riski dengan mengelus dada, Setalah mendengarkan ucapan Sherlyn yang mendebarkan hatinya. Suara pintu diketuk pun membuat Riski dan Sherlyn langsung menoleh ke sumber suara tersebut, terdengar suara asisten rumah tangganya tengah memanggil-manggil nama Riski dan juga Sherlyn.


"Si bibi ada apa malam-malam kesini?" tanya Sherlyn, Riski pun hanya menaik turunkan bahunya tanda tidak tau.


"Aku gak tau. Biar aku aja yang buka!" ucap Riski, diangguki oleh Sherlyn. Riski pun melangkahkan kakinya dan membuka pintu kamar.


"Ada apa Bi?" tanya Riski dengan tersenyum karna melihat wajah asisten rumah tanganya yang seperti tidak enak karna telah mengganggu ditengah malam.


"Maaf Den, Bibi ganggu. Tapi diluar ada perempuan yang lagi nyari Aden" ucap asisten Rumah tangga Riski, membuat Riski penasaan siapa wanita yang sedang mencarinya tengah malam seperti ini. Seperti tidak ada hari esok saja.


"Bibi gak tau Den, kayanya bibi gak pernah lihat" ucap Bibi apa adanya. yang memang si bibi kebetulan tidak menanyakan nama pada orang yang sedang menunggu Riski didepan rumahnya. Riski pun hanya mengangguk dan melangkah pergi dari kamarnya, ingin segara melihat orang yang menunggunya diluar.


"Kamu. Mau apa kesini?" tanya Riski terkejut dengan kedatangan tamu tak diundang ke rumahnya.


"Aku takut Ki" ucap Angel dengan memeluk tubuh Riski hangat membuat Riski benar-benar tidak nyaman dengan berilakunya yang semenah-menah padanya, Angel kan sudah tau Riski sudah memiliki Istri.


"Angel lepas!, aku gak enak kalau ada yang ngelihat kita gini, entar orang rumah berpikir macem-macem" ucap Riski dengan berusah melepas pelukan Angel, sekarang Angel mulai memainkan dramanya dengan berpura-pura menangis dan memeluk Riski bertambah erat.


"Please Ki!, sekali ini aja aku benar-benar takut sekarang" tukas Angel dengan menenggelamkan wajahnya ditubuh Riski.


"Tapi, gak kaya gini Angel!" ucap Riski masih merusaha melepas pelukan Angel yang seperti lem perangko ditubuhnya. Bukanya malu atau sadar diri Angel malah semakin gencar mengelurkan air mata buayanya.


Brughh!


Tiba-tiba tubuh Angel terbanting kebawah lantai, akibat ulah Sherlyn yang sudah tidak kuat lagi menyaksikan drama yang dibuat Angel.


"Wanita kurang ajar, sialan bisa-bisanya kamu mencari kesempatan dalam kesempitan" ucap Sherlyn begitu bernafsu dan jijik, melihat Angel yang dengan sengajanya memeluk-meluk suaminya.


"Sherlyn kamu apa-apaan" ucap Riski dengan menatap Sherlyn tajam seolah tidak suka dengan sikap kasar Sherlyn.


"Apa-apaan gimana?, Jelas P*lacur itu yang apa-apaan main meluk suami orang" Marah Sherlyn karna Riski bukanya membelanya, tapi malah membela orang yang begitu teramat dibencinya.


"Tapi gak usah kasar gitu. Sherlyn!" bentak Riski mulai tidak karuan, karna melihat Angel kesakitan dan melihat kebencian yang dipancarkan Sherlyn lewat tatapan matanya.


"Aww..." rengek Angel seperti kesakitan yang dibuat-buat, membuat Riski menyudahi sejenak pertengkaranya dan menolong Angel untuk berdiri, tapi Angel malah berpura-pura jatuh dan memeluk Riski membuat Sherlyn hampir mati karna menahan kecemburan.


"Wanita sialan!, jangan dekati suami ku!" teriak Sherlyn seperti kesetanan. Membuat orang seisi rumah keluar untuk melihatnya.


"Masih mau ganggu ya" ucap Sherlyn dengan amarah yang menggebu-gebu, lalu mendekat kearah Riski dan Angel, lalu menatap mereka dengan tajam.


Bersambung


~Jangan salahkan orang lain karna membuat mu kecewa, tapi salahkan dirimu sendiri karna telalu banyak berharap dari mereka~