LOVE OR OBSESSION

LOVE OR OBSESSION
Manis



Angel bangun dari tidurnya dan pertama kali pemandangan yang ia lihat Tio tengah tertidur dengan memeluknya erat, Angel pun mulai mendudukan tubuhnya walaupun merasa pusing karna efek alkohol yang ia minum semalam.


"Aww... " ringis Angel ketika kepalanya mulai berdenyut nyeri, berhasil membangunkan Tio.


"kenapa?" tanya Tio bangun dan mendudukan tubuhnya, lalu mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Angel. Angel pun hanya menggelengkan kepala tanda baik-baik saja, padahal sekarang kepalanya sangat pusing.


"Kepala kamu sakit?, mangkanya jangan minum akohol mulu!" tanya Tio bercampur ceramah bagi Angel, membuat Angel hanya memutar kedua bola matanya malas, kepalanya sedang sakit ditambah harus mendengar ocehan Tio yang tidak berguna baginya membuat kepalanya semakin berdenyut nyeri.


"Brisik!" protes Angel dengan memijat-mijat keningnya. Tio pun hanya mentap Angel tajam, Angel pun yang ditatap hanya acuh dan turun dari ranjang untuk kekamar mandi, ingin membasuh wajahnya dengan air dingin untuk menghilangkan rasa pusing yang kian menjadi, walaupun Angel berjalan harus pelan dan berhati-hati agar tidak jatuh.


"Wanita sialan. Sekarang dia tidak ada takut-takutnya" umpat Tio dengan kesal, lalu pergi ke kamar tamu untuk mandi.


"Angel!" panggil Tio setelah selesai mandi dan melihat Angel sedang menundudukan tubuhnya diatas ranjang, tapi dengan mata terpejam.


"Eumm..." gunam Angel dengan mata terpejam. Tio pun duduk disamping Angel melihat Angel lekat dan memperhatikan Angel.


"Apakah kamu sedang hamil sekarang?" tanya Tio, seketika membuka Angel langsung membulatkan bola matanya dengan keterkejutanya.


"Kamu tau dari siapa?" tanya balik Angel membuat Tio tau jawabanya, tapi pertanyaanya sekarang Angel hamil anak siapa?.


"Bayi yang ada di rahim mu, anak siapa?" tanya Tio lagi, yang tidak menanggapi pertanyaan Angel.


"Ini anak kamu Tio" ucap Angel dengan bibir sedikit bergetar, karna Angel takut Tio akan menyiksanya kembali seperti waktu dulu.


"Apa kamu yakin?" tanya Tio merasa sedikit ragu, antara yakin pada hati atau logikanya. Hatinya mengatakan iya, tapi logikanya menolak.


"Ini benar anak kamu Tio. Aku tidak pernah perhubungan dengan siapapun selain kamu, setelah aku berhenti bekerja di club" jelas Angel ditatap lekat oleh Tio, Tio merasa ragu karna Angel memang wanita drama queen, yang selalu bisa berdrama layaknya disinetron bahkan terlihat nyata.


"Aku belum bisa percaya, sebelum anak itu lahir" ucap Tio dengan pergi meninggalkan Angel yang terdiam, Angel ou hanya berdengus kesal, Angel sudah bisa menebak pasti Tio tidak akan mempercayai seperti sekarang ini.


~


Ditempat Lain.


Sherlyn nampak tersenyum saat mendapatkan kabar kaka ipar dan kaka kandungnya akan pulang ke Indonesia, Sherlyn pun mulai menyiapkan dirinya dan hendak menyiapkan baju dan perlengkapannya karna Sherlyn akan menginap dirumah kakenya. Tapi tunggu dulu Sherlyn teringat belum meminta izin kepada suaminya, Sherlyn pun menghentikan aktivitasnya dan mengambil handphone untuk menghubungi Riski.


"Iya kenapa Sayang?" tanya Riski dengan nada suara mesra, berhasil membuat Sherlyn tersipu malu dibuatnya, entah kenapa Riski sudah berulang kali memanggilnya dengan sebutan 'sayang' pada Sherlyn, tapi tetap saja membuat Sherlyn tersipu malu dan jantungnya berdegub kencang.


"Sayang" panggil Riski kembali, mulai kawatir karna Sherlyn tidak menjawab pertanyaanya.


"Iya, kenapa ki?" tanya Sherlyn dengan senyum mengembang dibibir manisnya.


"Ada apa nelpon sayang?, kangen ya? bukanya baru aja tadi pagi kita bercinta" ucap Riski dengan menggoda Sherlyn, membuat Sherlyn hanya tersenyum menanggapi gombalan receh Riski.


"Kamu ge'eran banget shi Ki. Aku nelpon kamu, mau minta izin sama kamu" jelas Sherlyn, berhasil membuat Riski tertawa kecil, merasa dirinya telah menjadi orang yang terpercaya diri sedunia, tapi tunggu tawa Riski terhenti saat Riski mencerna kata izin, memangnya mau kemana Sherlyn?.


"Kamu mau kemana? jangan tinggalin aku!" ucap Riski dengan kawatir, karna memang Riski tidak bisa, bila tidak bertemu Sherlyn sehari saja bisa membuatnya menjadi gila karna terus memikirkan istrinya.


"Jangan lebay deh! aku mau pergi kerumah kake aku mau nginep sama Ayra, kamu mau ikut gak?" jelas Sherlyn membuat Riski tenang.


"Emang ada acara apa dirumah kake, Yang?" tanya Riski penasaran karna tidak seperti biasanya, istrinya pergi meninggalkan rumah apalagi izin menginap.


"Ka jasmine sama ka Adam mau pulang" jelas Sherlyn, Riski pun hanya mengangguk didalam panggilan telpon.


"Yaudah, boleh sayang. Asal kamu bahagia aja" ucap Riski dengan mesra, membuat Sherlyn hanya mencibir karna pasalnya suaminya selalu bersikap manis akhir-akhir ini.


"Kamu mau ikut ngga Ki?" tanya Sherlyn masih dengan senyumnya.


"Kemana pun kamu sama Ayra pergi, pasti aku akan ikut" ucap Riski dengan senyumnya, membuat jantung Sherlyn berdebar karna ucapan Riski.


"Aku tunggu ya dirumah Kake, See you sayang" ucap Sherlyn dengan tersenyum, lalu cepat-cepat mematikan sambungan telpon dan menatap wajahnya yang memerah dicermin.


Bersambung.


~Menemukan yang baik tidak sama seperti menemukan yang nyaman. Semua orang bisa menjadi lebih baik, tapi tidak semua orang bisa membuat nyaman~


Maaf ya ka kalau up suka telat, aku berusaha buat up ko setiap harinya, terimakasih sudah membaca❤