LOVE OR OBSESSION

LOVE OR OBSESSION
Gombal



"Jangan so perduli!, pergi sana! aku gak mau diganggu lagi" Teriak angel membabi buta.


~


Tapi tetap tidak membuat Tio menyingkir dari tempatnya, Tio bahkan sudah melihat Angel dengan tajam memperhatikan Angel yang meneguk Vodca langsung dari botolnya.


"Kamu kenapa?" tanya Tio kembali dengan berteriak dan mendekat kepada Angel, lalu menggoyang-goyangkan kasar tubuh Angel.


"Lepaskan sialan!" protes Angel dengan membalas tatapan tajam Tio kembali.


"Jangan minum lagi!" perintah Tio tidak mau dibantah didalam nada suaranya terdengar sedikit penekanan, lalu Tio mengambil botol minuman Angel.


"Jangan ambil minuman ku berengsek!" protes Angel kembali dengan merebut Vodca ditangan Tio.


Prangg!


Karna terlanjur kesal Tio pun membanting Vodca yang ada ditangan Angel dengan emosi karna Angel tidak menurut padanya.


"Baj*ngan, kamu sudah merusak kehidupanku dan sekarang kamu juga merusak minuman ku" teriak Angel dengan mengumpat kesal, membuat Tio benar-benar naik darah.


"Dasar wanita Sialan kamu, sudah aku baiki, sekarang Kamu ingin aku kasar kembali" umpat Tio dengan menghimpit kedua pipi Angel, membuat Angel kesakitan karna himpitan yang cukup kencang.


"Kamu telah merusak kehidupan ku, kenapa bayi sialan ini ada di rahim ku?" ucap Angel lemas ketika Tio melepas himpitanya karna tidak seperti biasa,Angel bahkan tidak memohon pada Tio untuk melepaskan himpitanya.


"Apa!" teriak Tio kaget dengan menatap Angel lekat yang mulai meracu kembali.


"Angel apa itu bener?" tanya Tio sedikit ragu, tapi Angel tidak menjawab, Angel hanya menyandarkan kepalanya dinding tembok karna merasa pusing akibat pengaruh Alkohol.


"Angel jawab!" ucap Tio kembali sedikit meninggikan suaranya, karna Angel masih tidak menjawab.


"Eumm..." gunam Angel karna sudah tidak bisa lagi menjawab, lalu tertidur karna sudah dipengaruhi alkohol. Tio pun hanya menghela nafas berat, lalu memindahkan Angel ketempat kasur. Mungkin Tio akan menanyakan kembali setelah Angel sadar, karna Tio tidak tega kalau harus membangunkan Angel.


~


Esokan harinya.


Riski bangun dari tidurnya dan melihat wajah istrinya masih tertidur sangat cantik, kulitnya yang bersih tampa make up sedikit pun memancarkan kedamaian yang jarang sekali Riski lihat, helaian rambut piringnya menghalangi wajah Sherly yang tengah terlelap tidur. Karna helaian rambutnya menghalangi wajah Sherlyn membuat Riski sedikit terganggu dengan pemandangan yang ia lihat, Riski pun berinisiatif untuk menyingkirkan helaian rambut Sherlyn dan mentap Sherlyn dengan lekat.


"Cantik" gunam Riski setelah berhasil menyingkirkan rambut Sherlyn dan mencium kening istrinya, Sherlyn pun terbangun karna merasa ada benda kenyal yang menempel di keningnya.


"Kenapa?" tanya Sherlyn heran saat kedua matanya beradu dengan mata hitam dan pekat Riski. Riski pun yang mendengarnya hanya menggeleng dengan tersenyum manis.


"Ngga sayang, kamu cantik deh, walaupun baru bangun tidur" puji Riski dengan masih menatap Sherlyn lekat membuat Sherlyn salah tingkah dibuatnya, kenapa suaminya sepagi ini sudah menggombali dirinya begitu, tanya Sherlyn dalam hati.


"gombal mulu deh" protes Sherlyn dengan bangun dan melangkahkan kaki turun dari ranjang, tapi saat itu juga ada tangan kekar yang menarik tubuh Sherlyn untuk tidur kembali, karna tarikan yang secara tiba-tiba membuat Sherlyn tiba siap dan menindih tubuh Riski.


"Jangan bangun dulu!, aku masih kangen sama kamu" bisik Riski tepat ditelinga Sherlyn, membuat bulu kunduk Sherlyn merinding.


"Apa-apaan shi Ki, ini udah siang dan aku kangen sama Ayra" ucap Sherlyn dengan berusaha melepas pelukan erat Riski. Tapi Riski malah mengencangkan pelukannya kembali.


"Sebentar Sher!, Aku masih pengen kaya gini sama kamu" ucap Riski pelan dengan sedikit memelas, membuat Sherlyn tidak tega untuk menolaknya, karna Sherlyn pun sebenarnya ingin merasakan momen seperti ini kembali.


"Sher. Aku mencintai mu" bisik Riski dengan menggigit kecil di daun telinga Sherlyn, Sherlyn pun hanya diam dan merasakan hembusan demi hembusan nafas Riski.


"Jangan pergi dari hidup aku ya!, aku gak bisa hidup tampa kamu" ungkap Riski dengan memindahkan tubuh Sherlyn disampingnya, lalu mencium bibir Sherlyn sekilas.


"Aku ngga akan pergi dari hidup kamu, kalau kamu ngga buat aku pergi" ucap Sherlyn dengan membelai lembut pipi Riski, lalu menciumnya.


"Aku gak akan buat kamu pergi Sher dari hidup aku, aku terlalu takut kehilangan kamu" ucap Riski dengan menghujami puncak kepala Sherlyn dengan ciuman.


"Jangan buat aku marah lagi ya!" perintah Sherlyn, dibalas senyuman oleh Riski.


"Aku janji gak bakalan lagi, kamu reseh kalau marah"ucap Riski dengan memeluk tubuh Sherlyn hangat, Sherlyn pun yang dipeluk hanya membalas pelukan Riski dan membenamkan wajah merasakan kehangatan yang Sherlyn selalu rindukan.


"Awas ya! kalau bikin aku marah lagi" ancam Sherlyn dibalas anggukan oleh Riski.


Bersambung.


~Carilah tempat dimana engkau bisa dihargai bukan dibutuhkan, sebab banyak yang datang saat butuh, namun. lupa cara penghargai~