LOVE OR OBSESSION

LOVE OR OBSESSION
Rumah Sakit



Malam ini Sherlyn dan Riski harus menginap di rumah sakit. Karna baru saja suster dari rumah sakit menelpon Riski untuk datang karna Haidar terus saja menangis tidak ada yang menjaganya. Sebelumnya Riski sudah menitipkan Haidar kepada suster yang berjaga untuk mengabari Riski bila ada apa-apa. Terpaksa acara kebucinanya mereka harus terganggu dan memilih cepat-cepat ke rumah sakit.


"Ayah" panggilnya ketika Riski baru datang bersama Sherlyn keruang inap Haidar.


"Mama" panggil Haidar ketika melihat Sherlyn. Sherlyn pun memeluk tubuh Haidar untuk menenangkanya dan mengusap lembut ubun-ubun kepala Haidar.


"Ibu kamu kemana, Sayang?" tanya Riski mencium pipi putranya dan menghapus air matanya.


"Aku tidak tau Ayah. saat aku bangun Ibuku sudah tidak ada" jelasnya di iringi dengan isak tangisnya.


"Kemana si Angel itu" kesal Riski. tidak habis pikir mengapa Angel meninggalkan Haidar tengah malam begini.


"Sayang, jangan dulu emosi!, coba telpon dulu!" usul Sherlyn, seketika wajah memerah Riski menghilang menjadi senyuman lebar. Apa Riski tidak salah mendengar baru saja Sherlyn menyebutnya dengan panggilan 'Sayang' itu menjadi kemajuan dalam hubungan mereka.


"Ko malah senyum?" tanya Sherlyn bingung, karna Riski tak hentinya tersenyum memperlihatkan lesung pipinya yang memperindah senyumanya.


"Sayang" goda Riski, Sherlyn pun yang baru menyadarinya. Wajahnya menjadi memerah karna malu. Bisa-bisanya Sherlyn lupa memanggil Riski mesra seperti itu, walaupun wajar seorang suami dan istri memanggil dengan sebutan 'Sayang' tapi tetap Sherlyn masih malu.


"Emangnya, kamu sayang sama aku?" goda Riski lagi-lagi, sepertinya hoby Riski menggoda Sherlyn sekarang menjadi kesenangan tersendiri. Sherlyn pun menjadi salah tingkah saat wajahnya bertambah memerah karna Riski yang semakin gencar menggodanya.


"Mama, Ayah" panggil Haidar kesal dengan orang dihadaapanya yang sedang dimabuk asmara hingga melupakan keberadanya.


"Eumm..., iya Sayang" ucap Sherlyn lega karna Sherlyn mempunyai alesan untuk menjauh dari Riski yang sering menggodanya.


"Mama sama Ayah pacaran mulu" protes Haidar, Sherlyn pun menatap Riski sejenak yang hanya tertawa ringa, Sherlyn dibuat jengkel dengan sikap Riski yang baru-baru ini.


"Maafin Ayah ya Sayang!, soalnya Ayah mau bikin dede lagi, buat Ayra sama Kamu" ucap Riski dengan cenggesan, dibalas cubitan pedas oleh Sherlyn diperutnya.


"Aww..." ringis Riski dengan mengusap-usap perutnya yang dicubit Sherlyn.


"Sakit Sayang" rengek Riski tapi terkesan manja. Sikap Riski memang sudah berubah seratus delapan puluh derajat bagi Sherlyn.


"Abisnya Kamu gitu shi" protes Sherlyn kesal, bukanya Riski kasian atau merasa bersalah Riski malah menahan tawanya karna gemes melihat wajah cantik Sherlyn yang sedang semerut.


"Yaudah. Maafin aku ya Sayang!" bujuk Riski dengan mengusap kedua pipi Sherlyn sayang.


"Jangan gitu lagi ya!" ucap Sherlyn mengingatkan, Riski pun hanya mengangguk dan menetralkan wajahnya supaya berhenti tertawa.


"Ya Tuhan, iya Sayang maafin Mama!" ucap Sherlyn dengan mengecium pipi Haidar sayang dan tidur disebelah Haidar, untuk menemaninya tidur.


"Sekarang kamu tidur ya!, Mama temenin" bujuk Sherlyn dibalas Anggukan oleh Haidar, Riski pun yang melihatnya menghangat Sherlyn benar-benar wanita idama, yang mau menerima anaknya dengan baik.


~


Sedangkan ditempat lain.


Setelah Tio dan Angel melakukan persetubuhanya, Angel memakai baju dan celana terburu-buru. Membuat Tio mengerutkan kening, mau kemana Angel sampai terburu-buru sepert itu.


"Mau kemana kamu?" tanya tio setelah selesai Angel memakai baju dan duduk diujung ranjang.


"Aku mau ke rumah sakit. Haidar pasti nyariin" ucap Angel dengan panik, Tio pun yang melihatnya hanya mendengus kesal lalu menatap Angel tajam.


"Besok aja!" usul Tio, Angel pun yang mendengarnya menatap Tio tidak suka, kenapa hidupnya sekarang tidak bebas, semenjak bertemu Tio.


"Tapi Tio. Aku kawatir sama Haidar" ucap Angel memelas dan menurunkan sedikit gengsinya untuk mengiba kepada Tio.


"Kamu dengar ngga Angel?, aku bilang besok" bentak Tio kesal, karna p*lacurnya selalu tidak menurutnya denganya dan selalu membangkang.


"Tio. tolong sekali ini saja!, jangan ikut campur urusan ku!. Tolong jangan selalu mengekangku!" ucap Angel kesal dengan menutupi wajahnya dengan kedua tanganya.


"Memangnya kamu siapa?" sambungnya lagi. Walaupun memang kelakuan Angel bejat tapi Angel tetap seorang ibu yang meyayangi anaknya.


"Kamu tanya aku siapa?" tanya Tio marah dengan menjambak rambut Angel, rasanya Angel sudah tidak kuat untuk berdebat, Angel hanya ingin bertemu Haidar hanya itulah keinginanya.


"Aku ingin pulang. Tio" bentak Angel tetap pada pendirianya, yang Angel takutkan adalah Haidar menangis dan mencari ibunya kemana-mana, lalu setelah itu lupa akan jalan kembali keruanganya karna saking jauhnya mencarinya.


"Aku bilang besok, P*lacur sialan. Sekarang kamu jadi besar kepala ya, setelah mendapatkan fasilitas dari orang lain, awas saja, bila kamu menerima bentuk apapun dari orang lain selain aku, akan ku bunuh" ucap Tio marah, Angel pun hanya menangis meratapi hari kesialnya, kenapa harus bertemu dengan Tio.


"Kamu mengerti?" tanya Tio sekali lagi, Angel pun hanya mengangguk pasrah karna bagaimana pun ngotot, Tio pasti pada akan pada pendirianya.


~Sudah berulang kali ku paksa diriku sendiri, menjauh dari mu. Tapi, aku tidak bisa. Pikiran ku menyuruh ku pergi, tapi hatiku tetap ingin disini~