
Warning!
Novel ini sedang tahap renovasi
mohon maaf bila kalian menunggu
Up terlalu lama.
---------------------------------------------
Riski mengalah karna tidak ingin berdebat lagi, Saat Riski akan pergi Haidar turun dari komedi putar dan mengejar Riski, menangis dan memohon agar Ayahnya tidak pergi meninggalkanya, dengan terpaksa Riski melanjutkan aktivitas berliburnya bersama Angel sampai selesai, walaupun Angel terlihat canggung. tidak terasa Hari sudah mulai petang, membuat Haidar mau tidak mau harus pulang. Anak itu terlihat bersemangat dan antusias sampai melupakan makan siangnya, Akhirnya Riski pun yang melihat Anaknya keleparan memarkirkan mobil suportnya di Cafe tidak jauh dari Taman hiburan.
"Kamu, mau pesan apa Sayang?" Tanya Riski saat sudah sampai Didalam Cafe, lalu duduk dikursi yang masih kosong, bersama Haidar dan juga Angel, Rupanya Riski sudah tidak memperdulikan keberadan Angel, Riski bersikap seolah-olah tidak ada Angel didepanya, membuat Angel menggeram kesal.
"Ayah, aku mau Steak" ucapnya dengan menunjuk gambar yang ada dibuku menu. membuat Riski mengangguk dan lalu memesan beberapa makan, tentu saja Riski juga ikut makan karna Riski merasa lapar. karna Angel juga merasa lapar Akhirnya Angel memesan sendiri, Angel tahu mungkin Riski masih marah. mereka sama sekali tidak menyadari bahwa dibelakang mereka suka ada orang yang melihat mereka dengan tatapan marah, kecewa, kesal bercampur aduk, Tapi sayang orang itu belum melihat Anak yang ada didepan Riski, karna posisi duduknya membelakangi, yang wanita itu Lihat dengan jelas wajah Riski dan Wanita bersamanya seperti layaknya sebuah keluarga. karna tidak kuat lagi melihat kebohongan suaminya, wanita itu langsung menghampiri Riski dan juga Angel.
"Mbak, mau kemana?" Tanya Asisten Rumah tangganya yang ikut bersama Wanita itu. yang sedang menggendong Bayinya. Sherlyn pun tidak menjawab karna sudah menahan kesal dan marah yang sudag udah diubun-ubun, membuat wanita itu tidak perduli dengan apapun.
"Ki" Panggil wanita itu yang ternyata adalah sherlyn, saat Riski melihat Sherlyn. begitu terkejutnya Riski, Sherlyn menatap Riski penuh kekecewaan.
"Sherlyn Kamu mau apa kesini?" pertanyaan bodoh Riski, Sherlyn yang mendengarnya hanya tersenyum miris. saat Sherlyn hendak ingin berbicara didahului oleh Haidar.
"Tante cantik, udah kenal ya sama Ayah aku?" tanya polosnya, membuat Sherlyn sangat terkejut, Otak Sherlyn mencoba mencerna ucapan anak yany ditemui beberapa hari yang alu, setelah Sherlyn berhasil mencerna Air mata pun becucuraian dipipinya, Hati Sherlyn rasanya Sakit bagai dipukul timbah panas, perih dan berdenyut nyeri. rasanya Sherlyn tidak bisa percaya dengan kenyataan pait yang meninpanya, bukan karna Haidar adalah putra Riski, tapi Karna Riski yang menyembunyikan-nya.
"Maksudnya apa ini?" Tanya Sherlyn kepada Riski, mulut Sherlyn dipaksa untuk berbicara walaupun suaranya tercekat ditengorokan.
"Aku bisa jelasin ,Sher" bujuk Riski dengan menggengam lengan Sherlyn, tapi Sherlyn tepis dengan kasar, Rasanya sulit bagi Sherlyn untuk menerima kebohongan.
"Semuanya udah cukup jelas ngga ada yang perlu dijelasain, Siapa dia?" ucap Sherlyn dengan tangis yang kian menderai, lalu menghapus air matanya dan menunjuk Angel meminta penjelasan kepada Riski.
"Aku Ibunya Haidar" ucap Angel santai dibalas tatapan sinis oleh Riski, Rasanya Angel ingin menambah kekeruh suasa panas ini. pikir Riski.
"Kamu semalam nginep dimana?" tanya Sherlyn setengah berteriak, membuat mereka menjadi pusat perhatian semua orang.
"Cepet Jawab!" Bentak Sherlyn. ditatap bingung oleh Haidar.
"Tante cantik, kenapa bentak Ayah Aku?" tanya Haidar mulai kesal yang tidak tau apa-apa, Riski pun yang mendengarnya mulai mengisyaratkan menyimpan jari telunjuknya diatas bibir sebagai tanda diam.
"Riski, Ayo jawab!" Bentak Sherlyn lagi dan lagi, membuat orang-orang disekitarnya memulai berbisik-bisik, Angel pun hanya santai mendengar bisikan tak mengenakan dari para pengunjung Cafe, mungkin Angel sudah kebal. tapi tidak dengan Riski, Riski mulai Risih mendengar bisikan mereka, lalu dengan terpaksa Riski menarik lengan Sherlyn agar ikut bersama.
"Kamu jawab dulu Riski!" teriak Sherlyn mencoba memberontak, tapi sayang tenang Sherlyn tidak kuat udah melawan tenang seoarang pria. dan akhirnya Sherlyn hanya bisa pasrah saat lenganya ditarik paksa karna sudah merasakan kesakitan dipergelangan tananfya, Riski pun memasukan Sherlyn kedalam mobil, lalu memerintah Asisten rumah tangganya diam disana untuk menunggu supir pribadinya yang menjemput.
"Riski, kamu tuli ya" ucap Sherlyn habis kesabaran, Riski pun yang mendengarnya menatap Sherlyn sendu, rasanya Riski tidak tega melihat Sherlyn menangis seperti itu, Riski pun tidak ingin banyak bicara dan memilih diam, lalu melajukan mobilnya, mulai menulikan telinganya disaat Shelyn berteriak dan memakinya, Rasanya sekarang Sherlyn seperti orang gila bicara pun tidak didengar membuat emosinya kian bertambah.
"Dokter bodoh, bicara!"
"Dasar brengsek, dari dulu aku tidak mau menikah dengan mu"
"Kamu pembohong"
"Aku benci kamu"
"Jadi selama ini, Haidar Anak Kamu, kenapa kamu tidak bilang malah berbohong"
"Kamu bohongi Aku Riski, aku tidak bisa begitu saja menerima kebohongan mu"
"Kamu berengsek aku menyesal menikah dengan mu"
Bersambung
gapapalah, ku kasih kata-kata receh.
~Mungkin Tuhan pertemukan kita dengan cinta yang salah, agar kita lebih menghargai cinta sejati yang sedang menuju kita~
iya yakan yang kalian mau!