LOVE OR OBSESSION

LOVE OR OBSESSION
Menangis.



Riski masih menangis dengan memeluk tangan Sherlyn erat, bahkan sampai terisak. Membuat siapapun yang melihatnya pasti ikut menanangis, tiba-tiba ada tangan halus memegang pundak Riski menyadarkan Riski dari tangisanya dan buru-buru menghapus air matanya, ternyata orang tersebut adalah Jasmine.


"Udah, ki kamu yang sabar ya! banyak doa aja supaya keadaan Sherlyn jadi membaik" saran Jasmine diangguki lemas oleh Riski.


"Jas aku gak bisa lihat Sherlyn terus kaya gini. Aku pengen Sherlyn cepet sembuh seperti biasa lagi" ucap Riski berusaha tegar dengan menahan air matanya agar tidak keluar, mungkin sekarang Riski bisa dibilang lelaki paling cenggeng dengan menangis seperti itu, tapi rasa sakit, kawatir serta marah pada dirinya sendiri tidak bisa membuat Riski menahan air matanya lagi untuk tidak keluar, walaupun menangis tidak menyelesaikan masalah, tapi setidaknya menangis bisa membuat kita merasa lebih baik.


"Iya aku tau Ki, tapi kamu gak bisa kaya gini kamu harus nyemangati Sherlyn dong! jangan drop gini" ucap Jasmine memberi semangat membuat Riski hanya menyusap wajahnya kasar, walaupun ucapan Jasmine sudah berulang-ulang ia ucap, tapi tetap saja bagi Riski ucapan Jasmine sangat membantu Riski bangkit dari kesedihan.


"Sherlyn!" panggil Adam tiba-tiba masuk membuyarkan percakapan mereka dan langsung menghampiri Sherlyn yang masih terbaring tidak berdaya.


"Kenapa Sherlyn? ko bisa kaya gini?" tanya Adam dengan mata fokus nata iba pada adiknya, saat Jasmine hendak akan bicara. Adam menatap Riski tajam dan mengahampirinya, lalu memberi pukulan pada suami adiknya.


Bruggh...


Satu pukulan mendarat diperut Riski, membuat Riski meringis saat itu juga. Tapi rasa sakit yang Riski rasakan tidak sesakit saat melihat orang yang ia cintai terluka.


"Sialan, ini pasti gara-gara kamu. ********" ucap Adam dengan menarik kerah kemeja Riski, Jasmine pun mencoba memisahkan mereka berdua agar tidak ada keributan.


"Adam! kamu itu apa-apaan shi, ini rumah sakit, Adam kamu harusnya tau kalau Sherlyn lihat pasti Sherlyn juga bakal sedih. Ini juga bukan salah Riski ko ini semua gara-gara wanita sialan itu" ucap Jasmine dengan dada naik-turun terbawa emosi karna membicarakan Angel wanita jahat, Angel harus mendapatkan balasan yang setimpal. Batin Jasmine. Adam pun yang mendengarnya melepaskan kerah baju Riski dan memukul tembok cukup kencang, Adam sudah tau siapa wanita tersebut tak lain dan tak bukan yaitu Angel.


"Kamu yang sabar sayang! aku yakin Sherlyn pasti akan membaik dan akan kembali seperti semula lagi" ucap Jasmine dengan mencoba tersenyum walaupun air matanya keluar tampa diizinkan, Jasmine pun mendekati suaminya dan memeluknya erat, Jasmine tau sebagai kaka pasti hati Adam juga sangat hancur, apalagi menyangkut Sherlyn adik wanita satu-satunya yang ia punya dan ia sayangi membuat Adam semakin terpukul karna pasalnya keluarga Adam selama ini menjaga Sherlyn dengan sangat baik. Ini menjadi pertama kalinya Sherlyn seperti ini.


"Aku gak tega lihat Sherlyn terbaring gak berdaya sampe kaya gini Jas" ucap Adam denga memeluk Istrinya, Adam pun menangis dalam pelukan istrinya, membuat Riski semakin merasa bersalah dengan kejadian yang menimpal Sherlyn.


~


Sedangkan dilain tempat.


Tio masih setia menunggu Dokter yang sedang menangani Angel keluar dari ruangan unit gawat darurat. Tio menunggu dengan perasan kawatir-kawatir cemas dengan bayi yang ada didalam kandungan Angel. Rasanya Tio sudah bosen menunggu dan hanya duduk saja, Tio pun mencoba sedikit mengurangi kewatirnya dengan berjalan bulak-balik ditempat seperti itu, sampai akhirnya dokter pun keluar dengan wajah yang bisa dibilang sendu.


"Dok, bagaimana dengan anak yang ada didalam kandungan istri saya?" tanya Tio langsung menyambar Dokter dengan pertanyaan, Dokter pun yang ditanya menghela nafasnya kasar, lalu bersiapkan diri untuk menjawab pertanyan Tio.


"Mohon maaf pak, Anak didalam kandungan istri anda tidak bisa saya selamatkan, karna kondisi kandungan istri bapak yang cukup lemah karna terus meminum alkohol" jelas sang Dokter, membuat Tio merasa disambar petir disiang bolong. Sekarang harapanya menjadi sia-sia dalam sekejap mata, Air mata Tio pun turun dengan sendirinya, Tio benar-benar merasa sakit sekarang, sakit tidak berdarah.


"Semoga bapak bisa tabah dan iklas menerima semuanya" ucap Dokter yang merasa iba melihat Tio terpuruk.


"Dan ohiya. Istri bapak keadanya baik-baik saja, sepertinya sebentar lagi akan bangun" hibur sang Dokter dengan mengatakan Angel baik-baik saja kepada Tio, tapi sayang itu semua tidak membuat Tio senang dan malah membuatnya semakin terluka.


"Saya permisi dulu Dok! saya ingin melihat istri saya dan terimakasih" ucap Tio dibalas senyuman oleh sang Dokter, Tio pun masuk kedalam ruangan, lalu duduk dikursi disamping bangsal Angel.


"Aku udah gak bisa maafin kamu lagi. Angel, demi apapun ini bener-bener sakit kamu membunuh anak yang tjdak punya dosa, bahkan belum melihat dunia sama sekali" ucap Tio benar-benar marah, saat melihat wajah tenang Angel yang masih belum sadarkan diri akibat obat bius.


Bersambung.


Kaka Aku mohon maaf ya yang sebesar-besarnya, kalau aku pasti bakal telat banget beberapa hari ini, selain merancang kehaluan dan bersiap hiatus, aku juga punya kerjaan baru, jadi pasti bakal telat. Karna disibukan didunia nyata yang super sibuk. Jadi aku minta pengertianya ya ka, aku pastin kalau aku pasti bakal up tiap hari walaupun suka telat dan beberapa capter pendek, tapi aku gak mau sampe absen up sehari pun, karna aku ngehargain kalian yang udah setia nunggu aku up, aku sayang kalian pokonya, ILoveYou😍❤