
Sebenarnya semalam Jasmine dan juga Sherlyn belum selesai bercerita. Tapi karna Adam sudah selesai mengobrol dan masuk kedalam kamar jasmine, membuyarkan mereka dan akhirnya mereka pun memutuskan untuk menyambung bercerita di hari esok.
Tepatnya hari ini jasmine memutuskan untuk pergi dari rumah, hanya meminta izin kepada Adam aja. Selain Adam tidak ada orang yang mengetahuinya, bahkan Sherlyn pun adik ipar yang selalu bersamanya tidak mengetahuinya.
Jasmine menatap bangunan menjulang tinggi dan megah yang bertulis Wijaya Kusuma Group, Jasmine pun tak mau hanya berdiam diri dan masuk kedalam gedung menuju Resepsionis.
"Saya ingin bertemu Direktur Prasetyo!" ucap Jasmine, dibalas senyuman, oleh wanita yang bername tag Indri itu.
"Sudahkah nona membuat janji?" tanyanya dengan senyum ramahnya.
"Belum. Nama saya Jasmine, tolong bilangin sama pengen ketemu sekarang!" tukas Jasmine, dibalas anggukan oleh Resepsionis.
"Baiklah, mohon tunggu sebentar nona!" ucap Resepsionis dengan senyuman, dibalas anggukan oleh Jasmine. Resepsionis pun mulai memencet nomer dan tersambung, lalu akhirnya Jasmine dipersilahkan untuk keruangan Tio, Jasmine pun mulai melangkah dan membuka pintu yang bertulis 'Direktur'. Jasmine masuk dan mendapatkan pemandangan Tio seda g menyambut Jasmine dengan senyuman hangat, tapi dibalas wajah datar oleh Jasmine.
"Jasmine!" panggil Tio dan hendak memeluk Jasmine, tapi Jasmine cegah dengan cepat.
"Jangan sentuh aku Tio!" ucap Jasmine benar-benar dingin seperti es batu.
"Kenapa Jasmine?, apa kamu kesini mau kembali lagi padaku?" ucap Tio percaya diri, dibalas senyum kecut oleh Jasmine, 'mau kembali' apakah Jasmine tidak salah mendengarnya.
"Jangan mimpi Tio!, aku kesini cuman mau nanya sama kamu" ucap Jasmine dengan memutar bola matanya malas, lalu duduk didepan bangku yang disediakan dalam ruangan, tampa dipersilahkan duduk.
"Bisakah sekarang kita melanjutkan lagi pernikahan kita Jasmine, aku janji gak bakalan hianati kamu lagi!" ucap Tio dengan duduk dan langsung mentap Jasmine penuh harap.
"Aku udah punya suami, jangan gila deh!" ketus Jasmine dengan wajah tak ramah, mana mungkin dulu Tio menghianati Jasmine demi Angel dan sekarang Tio ingin kembali lagi dengan Jasmine, setelah luka Jasmine sembuh dan bahagia.
"Lagian aku bilangkan, aku mau nanya doang sama kamu, bukan ngungkit masa lalu" Sambung Jasmine, berhasil membuat hati Tio sakit bagai teriris pisau tajam dengan kenyatan. Ternyata wanita yang masih ada dihatinya sudah menjadi milik orang lain, tapi Tio mencoba menutupi sakit hatinya dengan wajah datar dan Tio pun bertanya kepada Jasmine.
"Kamu mau nanya apa Jasmine?" tanya Tio dengan kecewa yang mendalam.
"Kamu ada hubungan apa sama Angel?" tanya Jasmine. Membuat Tio mengerutkan keningnya, kenapa Jasmine mengetahui bila Tio sekarang sedang dekat dengan Angel.
"Kamu gak perlu tau! Sekarang aku tanya sekali lagi, kamu ada hubungan apa sama Sherlyn?" tanya Jasmine sekali lagi mulai curiga bila mereka mempunyai hubungan yang serius.
"Angel tidak lebih sebagai j*lang ku" ucap Tio tampa berpikir, membuat Jasmine merasa muak ternyata Tio masih sama, tidak berubah.
"Ternyata kamu masih belum berubah juga" ucap Jasmine dengan sinis.
"Aku hanya akan berubah bila kamu kembali padaku" ucap Tio percaya diri, Jasmine mun hanya tertawa merasa ucapan Tio hanyalah lelucon, bagaimana tidak dianggap lelucon dulu Jasmine sampai menangis setiap hari dan memohon untuk Tio bersamanya tapi apa kenyataan, Tio malah memilih bersama Angel wanita jal*ng.
"Aku tidak perduli. walaupun kamu menangis darah atau bersujud dikaki ku karna ingin kembali atau bahkan laki-laki didunia hanya tersisa kamu seorang, aku akan tetap tidak akan memilihnya. Jangan harap aku kembali!" tukas Jasmine semakin menyakiti hati Tio, rasanya Tio ingin menangis saat itu juga, begitu bencinya kah Jasmine sampai sudah tidak sudi lagi kepada Tio.
"Begitu bencinya kah kamu Jasmine kepada ku?" tanya Tio dengan menatap Jasmine lekat, memperhatikan wajah cantik Jasmine yang tidak pernah berubah dimata Tio tetap cantik seperti dulu pertama kali bertemu, walaupun sekarang Jasmine telah menjadi wanita kalangan kelas keatas.
"Aku sudah melupakanya dan memaafkannya Tio, tapi maaf untuk kembali hati ku sudah tertutup dan itu mustahil tidak akan pernah terjadi" ungkap Jasmine dengan menyilangkan kedua tanganya diatas dada dan menerawang kejadian waktu dulu yang pernah ia lalui.
"Oh maaf aku lupa tujuan aku datang kesini bukan untuk membicarakan hal yang tak penting" ucap Jasmine dengan berdiri dan menatap Tio, yang masih setia memperhatikan Jasmine.
"Apa kamu tau wanita yang bernama Sherlyn yang pernah bertemu dengan mu di taman?" tanya Jasmine, membuat Tio lagi-lagi merasa bingung kenapa Jasmine mengetahui Sherlyn.
"Dari mana, kamu kenal dengan wanita itu?" tanya Tio.
"Dia adik ipar ku, Tolong jangan ganggu dia lagi! dan satu lagi tolong bilang kepada j*lang sialan mu jangan ganggu suami Sherlyn kembali, bila dia masih mengganggu suami Sherlyn, aku yang akan turun tangan menghajarnya" ucap Jasmine marah bercampur kesal lalu pergi tampa pamit.
Bersambung.
~Jangan pernah mencoba meretakan hati manusia, bila kamu tidak tau cara menyembuhkannya dan jangan pernah juga menyakiti hati manusia setelah kamu berhasil menyembuhkanya, karna kamu tidak pernah tau seberapa dalam dan curamnya hati seseorang yang kamu sakiti~
ka mampir juga ya ke novel temen ku, "pacarku badboy" sama "Surga dunia", nama pena " Ayu Puspa", oke Terima kasih kaka telah membaca novel ku. Jangan lupa mampir juga ya ke novel temen ku!