
"Apa?" tanya mereka berdua terkejut.
"Bagaimana dengan penawarnya?" tanya lelaki yang berpakaian dokter.
"Iya, bagaimana bisa kami tidak bertemu dengan mu dan Joy jika tidak memiliki penawarnya?" tanya lelaki perawat.
"Tenang saja, jika kalian berbuat baik dan tidak melanggar apa yang aku katakan. Aku akan mengirimkan penawarnya secara bertahap seminggu sekali." Jawab Kriss.
"Bagaimana anda bisa mengirimkan ketempat kami berdua?" tanya mereka.
"Kalian berdua sedang meremehkan ku? Saat ini hidup kalian berada di tangan ku. Dan sudah aku katakan ini bukan negosiasi pada dua pihak tapi ini tawaran satu pihak. Dimana pihak lain harus mengikuti pihak lainnya." Jawab Kriss.
"........" Dengan singkat Kriss menyebutkan kedua nama mereka dan alamat mereka dengan lengkap serta keluarga mereka.
"Bagaimana? Masih tetap ingin hidup atau tidak? Sebelum aku berubah fikiran." Jawab Kriss.
"Baik tuan, kami mohon ampun. Kami akan mengikuti apa yang tuan katakan. Kami akan setia kepada tuan." Jawab mereka berdua.
"Oke." Jawab Kriss kemudian membuka semua ikatan pada mereka.
"Pergilah tanpa di lihat oleh orang lain kalian pernah masuk di sini. Oh ya satu hal lagi, jika kalian berkhianat. Jangan salahkan aku untuk menghancurkan keluarga kalian dan organisasi pembunuhan kalian yang hanya terdiri dari 10 orang di toko mobil rongsokan itu." Jawab Kriss tersenyum tipis kepada mereka berdua.
"Baik, baik tuan. Terima kasih." Jawab mereka berdua ketakutan.
"Apa kau gila? Sebenarnya siapa yang sedang kita singgung kali ini?" ucap mereka dalam hati masing-masing dan kabur berlari dari Kriss dengan ketakutan.
"Jangan berisik brengs.....k" ucap Kriss takut Joy terbangun dan sudah memastikan dua tamu asing itu pergi meninggalkan kamarnya.
"Siapa sebenarnya wanita ini? Kenapa ada yang menginginkan nyawanya? Lebih baik memang aku harus di dekatnya dulu sampai aku benar-benar memastikan dia baik-baik saja." Jawab Kriss dalam hati.
"Padahal tadi aku sedikit berisik namun dia benar-benar tertidur dengan pulas." Jawab Kriss dalam hati kalau mengambil selimut menyelimuti Joy dan Kriss pergi keluar karena waktu sudah hampir subuh.
................
"Hy, bagaimana keadaan mu hari ini? " tanya Joy yang membawa sebuah bekal yang berisi sup ikan yang akan diberikan kepada Kriss.
"Suster sudah melepaskan infus ku. Dan dokter mengatakan aku sudah bisa pulang sore ini." Jawab Kriss
"Iya, lebih cepat lebih bagus untuk pergi segera dari tempat ini sebelum Abang Feng mengetahui aku berada di sini." Jawab Kriss dalam hati.
"Ini makan siang mu. Maaf aku terlambat." Jawab Joy yang membuka bekal dan menyediakan di atas meja kecil lalu di hidangkan untuk Kriss.
"Bagaimana dengan administrasi mu magang di tempat ini?" tanya Kriss.
"Berjalan lancar. Hanya saja sedikit menyebal di hari pertama." Jawab Joy.
"Menyebalkan bagaimana?" tanya Kriss.
"Tidak apa-apa jangan di bahas lagi. Sekarang makanlah." Jawab Joy.
"Apakah kau sudah makan?" tanya Kriss.
"Kemarilah, makan bersama." Ucap Kriss.
"Tidak. Aku hanya memesannya di restoran terdekat di apartemen lalu mereka mengatakannya kesini." Jawab Joy yang ikut juga menikmati makanannya.
"Oh ya sudah hampir dua hari kau merawat ku. Bisakah kau memperkenalkan diri mu? Aku sedikit bingung untuk memanggil mu?" tanya Kriss.
"Oh ya aku hampir lupa Kriss. Perkenalkan nama ku Joy Swastamita, umur 22 tahun. Seorang mahasiswi S2 dengan jurusan dokter spesialis bedah yang belajar di kampus Bright." Jawab Joy.
"Kampus ternama dan kampus Farel, Kyler belajar saat ini. Berarti dia bukan hanya sekedar mahasiswi biasa. Semakin menarik." Jawab Kriss dalam hati sedang melihat wajah Joy yang sedang memperkenalkan dirinya.
"Aku akan berhutang perkenalan kepada mu. Saat nanti aku sudah bisa mengingat semuannya aku akan memperkenalkan diri ku." Jawab Kriss dengan tersenyum.
"Maaf, semua karena aku." Jawab Joy.
"Tidak apa-apa, semua ini mungkin sudah takdir. Tidak perlu melakukan apapun untuk mencari tau tentang ku, jika sudah waktunya aku akan mengingat kembali." Jawab Kriss.
"Awalnya aku ingin meminta tolong kepada saudara lelaki ku untuk mencari tau identitas mu. Tapi, jika dia mengetahui apa yang sudah terjadi aku akan sangat repot." Jawab Joy.
"Jika seperti itu jangan lakukan, lagi pula kau hanya perlu merawat ku saja. Dokter juga mengatakan bahwa aku akan pulih bukan?" tanya Kriss.
"Iya, tapi.....tidak pasti kapan akan mengingat semuannya kembali." Jawab Joy.
"Jangan di fikirkan, aku juga sudah tidak apa-apa saat ini bukan?" jawab Kriss dengan memperlihatkan tubuhnya yang hanya ada luka sedikit saja.
"Aku akan merawat mu sampai sembuh. Tenang saja." Jawab Joy yang optimis.
"Mohon bantuannya." Jawab Kriss.
"Oh sudah waktunya, aku akan menjemput mu kembali sore nanti. Oh ya ini adalah baju dari saudara ku. Pakailah untuk nanti." Jawab Joy yang pergi berpamitan kepada Kriss karena harus melanjutkan pekerjaan magangnya.
Joy pergi dari kamar pasien dan meninggalkan Kriss yang berada di dalam kamar pasien sendirian. Kriss mengambil jam tangan yang di gunakan olehnnya dari laci di samping tempat tidur.
Kriss menelpon seorang yang bekerja di hutan untuk menyimpan tenda dan barang-barang yang di tinggalkan olehnnya di tengah hutan. Kriss juga mengatakan untuk menyimpan mobil serta sepeda motor yang digunakan olehnnya.
Bukan hanya menelpon untuk barang-barang pribadi Kriss saja namun juga untuk menyelidiki tentang kejadian yang menimpa Joy,Cctv yang tersimpan di villa untuk di simpan dengan baik. Kriss juga menerima informasi tentang Joy yang sedang menyelidiki kasus ini.
"Ternyata dia tidak sebodoh yang aku kira." Jawab Kriss dalam hati dan memerintahkan mereka untuk memberikan saja apa yang di minta oleh Joy kepada pihak villa. Setelah menyelesaikan hal itu Kriss tidur siang sampai ke sore hari ia sudah di jemput oleh Joy.
"Sudah siap?" tanya Joy melihat Kriss yang sudah berhenti pakaian dengan pakaian yang diberikan olehnya. Infus yang sudah lepas dari tangan Kriss. Kriss menjelaskan tentang kedatangan dokter yang telah melepaskan infus miliknya. Joy juga sudah menyelesaikan administrasi untuk Kriss. Mereka keluar dari rumah sakit dan pergi menuju ke apartemen Joy.
Saat di lobi mobil, Kriss tersenyum melihat kendaraan yang digunakan oleh Joy yaitu sepeda motor mini, scooter berwarna ungu. Mereka menggunakan itu untuk kembali ke apartemen.
"Apakah tiap hari menggunakan ini?" tanya Kriss.
"Tentu, ayo naik." Jawab Joy.
"Bagaimana jika aku saja yang menyetir?" tanya Kriss.
"Tidak apa-apa, aku saja. Kau baru saja keluar dari rumah sakit, jika nanti pingsan di jalan akan merepotkan. Kau itu masih menjadi seorang pasien." Jawab Joy tersenyum.
"Baiklah." Jawab Kriss yang takut-takut baik di belakang dan memegang erat baju belakang Joy.