Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Rencana Pembakaran Apartemen Joy



Ponsel Veronica berdering dengan tampilan layar nomor yang tidak tersimpan. Hanya sebuah nomor yang dikenal oleh Veronica. Veronica mengangkat panggilan telepon itu dan mendengarkan informasi. Dengan wajah yang terkejut, marah dan juga kecewa. Veronica menjawab pekerjaan yang dilakukan oleh orang-orang bayaran yang di pekerjakan olehnya tidak bisa di andalkan. Mereka gagal karena dikalahkan oleh Joy


Dengan wajah yang marah namun dirinya harus tetap mengeluarkan uang yang sudah di transfer untuk para pria sewaan sebagai uang muka. Namun karena mereka gagal, mereka tidak menerima uang sewaan dengan full. Bahkan mereka tidak dapat meminta pembayaran full dan juga mereka mengatakan bahwa yang dilawan mereka bukanlah gadis biasa.


Kuku jari jempol Veronica di gigit oleh giginya dan sedang berfikir siapa sebenarnya Joy. Veronica berfikir untuk menyewa seorang detektif. Mencari tau siapa sebenarnya Joy. Veronica menelpon seorang yang di kenal olehnnya dan meminta waktu satu jam untuk mendapatkan semua informasi mengenai Veronica.


Beberapa jam setelah itu, Veronica mendapat informasi yang di minta olehnya. Veronica bertemu dengan detektif sewaan. Detektif itu memberikan beberapa lembar kertas mengenai Joy. Veronica tidak ingin membaca kertas-kertas itu dan hanya ingin mendengarkan apa yang di dapat oleh detektif. Detektif itu pun berbicara dan menerangkan semua informasi yang di dapat olehnnya.


Joy adalah yatim piatu yang berasa dari jepang. Tidak ada yang istimewa dari latar belakang kedua orangtuanya. Joy sudah hidup bersama Abang kandungnya yang saat ini sudah meninggal karena sebuah tugas negara. Abangnya adalah salah satu pasukan khusus di Jepang dan mati saat bertugas 2 tahun yang lalu.


Untuk Joy sendiri, dia mendapatkan beasiswa di Universitas Bright dari jalur undangan langsung dari kampusnya Saat SMA dia mendapatkan juara di bidang sains dan saat dia kuliah di kampus sebelumnya dia melakukan jalur tertulis. Dia memang mahasiswi berbakat dalam bidang kedokteran. Hal aneh yang aku dengar bukan itu, tapi dia yang berkata untuk tidak melanjutkan ilmu kedokteran yang bekerja di rumah sakit. Dia hanya ingin menjadi dosen biasa saja di kampus Bright.


Tentang ilmu bela diri yang dimiliki olehnnya bisa saja itu semua karena Abang kandungnya. Karena tidak ada jejak apapun tentang prestasi ilmu bela diri yang di miliki olehnnya. Semua hal masuk akal jika yang menjadi kesimpulan yang kita miliki. Karena pasukan khusus bukan hanya sekedar pasukan khusus. Mungkin saja itu semua di ajarkan oleh abangnya untuk memberikan kepada Joy sebagai perlindungan diri.


Hal itulah yang di fikirkan oleh detektif yang di sewa oleh Veronica. Dengan kesimpulan informasi yang di dapatkan ternyata Joy hanyalah gadis yang hanya bisa bertarung saja. Tidak ada yang perlu di takutkan untuk melakukan hal lain kepadanya. Setelah melaporkan hal itu, Veronica langsung membuat rencana atas dirinya yang tidak terima dengan perlakuan Joy kepadanya.


Tidak segan-segan, Veronica menyewa 2 orang pembunuh untuk mencelakai Joy. Veronica memerintahkan dua pembunuh itu untuk membakar apartemen Joy tanpa meninggalkan bukti. Tidak perlu bertindak langsung, hanya perlu membuat sebuah rencana kecelakaan. Veronica juga memerintahkan mereka untuk dapat melukai Joy tanpa harus membunuhnya. Membakar apartemen miliknya atau membuatnya kecelakaan dengan scooter miliknya.


Pembunuh itu memilih untuk mencelakai Joy dengan membakar apartemennya. Karena jika melakukan penabrakan akan membuat semuanya repot. Harus menghindari banyak hal dan juga meminimalisir bukti yang ada. Sedangkan jika melakukan pembakaran apartemen itu akan membuat seperti memang terjadi kebakaran. Veronica yang mendengarkan penjelasan dari mereka langsung menyerahkan semua rencana kepada mereka. Dan jika itu berhasil akan memberikan banyak uang kepada mereka.


. . . .


"Pagi nona? Kenapa anda sudah bangun di jam segini?" tanya Kriss yang kaget dengan Joy yang selama ini tidak pernah bangun di jam seperti ini.


Joy mengatakan bahwa dirinya haus dan ingin minum. Joy berjalan ke dapur dan mengambil air minum lalu duduk di meja untuk minum. Joy memperhatikan Kriss yang sedang memakai sepatu. Joy bertanya apa yang mau dilakukan oleh Kriss.


Kriss menjawab bahwa dirinya biasa melakukan lari pagi sekaligus untuk ke pasar membelikan beberapa belanjaan yang akan di masaknya hari ini. Kriss menjelaskan bahwa uang belanja yang diberikan oleh Joy selalu digunakan olehnya untuk membeli bahan-bahan yang segar di pasar bukan di supermarket.


Joy hanya tersenyum dan sebenarnya ingin sekali untuk ikut kesana. Namun dirinya masih sangat mengantuk untuk ikut karena kemari pulang terlalu malam. Kriss memahami hal itu sehingga memerintahkan Joy untuk lebih banyak istirahat saja. Joy tersenyum dan kembali masuk ke dalam kamarnya untuk melanjutkan tidurnya lagi. Sementara Kriss berjalan keluar apartemen dengan memakai sepatu olahraga.


Di sisi lain, 2 pria pembunuh itu sedang berjalan ke arah apartemen dengan menggunakan sepeda motor setelah mendapatkan alamat yang diberikan oleh Veronica. Mereka sudah mempersiapkan semua hal yang harus di persiapkan untuk langsung menyerang ke apartemen Joy.


Beberapa menit mencari alamat yang dituju, mereka sampai di apartemen Joy di lantai bawah. Meraka sedang melihat semua jajaran apartemen dari gedung. Sketsa yang sudah didapat mereka dan melihat ke atas untuk menentukan dimana letak lantai apartemen Joy berada dan melihat kondisi sekitar.


Melihat penjaga apartemen dan melihat situasi serta CCTV. Mereka menunggu waktu yang tepat untuk masuk setelah memahami situasi. Dengan menggunakan analisis mereka berdua dan terlihat sudah banyak orang yang keluar, mereka sudah siap untuk masuk.


Membuat gas bius ke satpam dan ke ruang CCTV. Dalam waktu beberapa menit untuk membuat mereka tertidur sehingga membuat mereka dapat masuk dengan bebas tanpa terlihat di CCTV. Meng Hacker CCTV untuk tidak di lihat saat mereka masuk. Mereka sudah mengatur waktu setengah jam untuk membuat cctv mati dan langsung pergi ke lantai atas.


Satu orang pembunuh masuk ke dalam ruang satpam untuk memastikan ia sudah pingsan. Dan satu orang pembunuh ke ruang CCTV yang berada di samping ruang satpam untuk melihat penjaganya juga tidak sadarkan diri karena bius. Setelah memastikan dan juga menghandle CCTV, mereka berdua pergi naik lift dan menuju ke lantai apartemen Joy.


Tiba di sana, mereka berdua melihat ke kanan dan kiri lorong sambil membuka kunci pintu apartemen Joy menggunakan alat untuk mensabotase sandi pintu. Hanya membutuhkan waktu 5 menit mereka bedua masuk ke dalam apartemen Joy