Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Veronica Semakin Kesal Dengan Joy



Joy berhasil melakukan pengambilan darah dengan sekali coba. Pasien yang sangat begitu senang dengan kerja Joy yang sesuai dengan janji. Melakukan pengambilan darah dengan sekali coba dan tidak akan membuatnya sakit seperti yang dirasakan sebelumnya oleh pasien.


"Lain kali kau saja yang mengambil darah ku jika itu memang di perlukan lagi. Aku tidak ingin orang lain yang melakukannya, apalagi dokter sebelumnya. Aku tidak menyukainya dokter wanita sombong itu." Jawab sang pasien yang sedang mengatai Veronica.


"Baik Bu, lain kali saya yang akan melakukannya. Untuk saat ini pemeriksaan kita sampai disini saja. Anda silahkan istirahat dengan baik. Selamat malam." Ucap Joy yang memberikan jarum kepada suster dns berpamitan kepada pasien.


Suster sedang berterima kasih karena telah meringankan pekerjaan. Padahal sang suster takut jika itu akan berdampak lebih buruk karena dokter Veronica saja tidak bisa melakukan ABGA dengan benar. Joy tersenyum dan malah meminta maaf karena bertindak tidak sesuai dengan aturan. ( ABGA adalah pemeriksaan untuk mengukur kadar gas oksigen, karbondioksida serta kadar asam basa/ pH dalam darah. )


"Apa pekerjaan kita sudah selesai memeriksa semua pasien?" tanya Joy dan suster menganggukkan kepalanya. Joy berpamitan untuk masuk ke dalam ruangannya dan memberitahu kepada suster untuk memanggilnya jika ada pasien yang datang UGD. Suster menganggukkan kepalanya dan pergi membawa semua berkas dan tes pemeriksaan ke dalam lab.


Suster yang sudah menyerahkan semua hasil ke lab untuk di periksa lebih lanjut sambil bergosip dengan beberapa orang yang dikenal saat bertemu untuk menggosipkan apa yang terjadi saat ini. Suster bercerita tentang apa yang dilakukan oleh Joy itu termasuk hal yang bagus. Joy lebih bagus di bandingkan Veronica. Gosip menyebar dengan cepat sampai ke besok pagi setelah mereka berganti shif lagi.


Joy pergi ke asrama setelah shif ya selesai. Tapi tidak dengan tindakan yang dilakukan olehnnya tadi malam sudah membuat banyak orang sedang membicarakan Joy dan membandingkan Joy dengan Veronica. Gosip inti terdengar oleh Veronica.


"Lagi-lagi wanita itu membuat perhatian ke orang-orang memilih ke dia bukan aku? Bisa-bisanya citra yang sudah aku bangun selama ini di sini rusak karena tindakan dia yang bisa melakukan apa yang membuat ku tidak bisa. Kemarin itu juga salah pasien itu yang arterinya sulit di deteksi dengan baik saat pengambilan darah. Dasar Joy brengsssssssssk." Ucap Veronica di dalam kamar mandi sedang merobek-robek tisu toilet dan memasukkan ke dalam tong sampah.


Veronica yang baru saja di dalam toilet mendengarkan para suster yang sedang berkaca membenarkan makeup mereka membicarakan bagaimana Joy melakukan ABGA dengan begitu sempurna di percobaan pertama. Veronica benar-benar sangat kesal saat mendengarkan hal itu.


Suster-suster yang keluar dari toilet, suara menjadi hening. Suara pintu terbuka dengan begitu keras. Veronica keluar dari pintu itu dan menghadap ke arah kaca yang panjang dan melihat para suster yang tidak lagi di dalam toilet. Dengan wajah yang begitu kesal menghidupkan keran air dan membersihkan kedua tangannya dengan air yang sudah di baluri oleh sabun. Veronica sedang bermain dengan tangannya yang di gosok dengan


kuat terus menerus dengan sabun dan di siram di air keran yang mengalir hingga tangannya sedikit terluka.


Suster membacakan beberapa jadwal yang harus di kerjakan oleh Veronica. Veronica berjalan ke kamar-kamar pasien dengan di ikuti oleh suster. Sejak pertama masuk pada daftar pasien yang harus di pastikan keadaannya hari ini, Veronica terlihat baik-baik saja tanpa ada hambatan. Sampai Veronica masuk ke ruangan ibu-ibu yang menjadi bahan pembicaraan sejak tadi.


Veronica mencoba dengan ramah dan akrab kepada pasien tapi pasien hanya cuek dan tidak peduli. Veronica memulai bertanya kabar dan apa saja yang dirasakan tadi malam. Pasien menjawab dengan cuek bahwa dia sudah sedikit nyaman. Pasien juga tiba-tiba membandingkan Veronica dan Joy dalam bekerja. Pasien mengatakan bahwa dirinya lebih menyukai Joy yang lebih kompeten dibandingkan dengan Veronica.


Veronica tidak menunjukkan sikap yang tidak suka, pandai menyembunyikan emosinya dan fokus memeriksa pasien dengan ketentuan yang ada. Lalu keluar dari ruangan dan di tanya oleh suster tentang keadaan Veronica. Veronica hanya menjawab bahwa dirinya baik,-baik saja. Dan suster merasa lega dan segera pergi meninggalkan Veronica untuk pergi menyerahkan beberapa sampel untuk mendapatkan hasil diagnosa penyakit yang di derita oleh pasien.


Veronica yang kembali berjalan ke ruangannya dan segera melepaskan emosinya dengan mencampakkan beberapa benda-benda yang terlihat di depan matanya. Bahkan komputer baru hampir sama dibanting olehnya dengan emosi yang di miliki olehnnya. Veronica menghentikan aksi dirinya yang hampir saja menjatuhkan komputer.


Veronica menghentikan aksi nya saat sebuah ide muncul di kepalanya. Veronica langsung meletakkan kembali komputer itu di atas meja miliknya dan merapikannya. Setelah itu, Joy terdiam melihat ke kanan dns kiri sekitar ruangan itu. Veronica mencari ponsel miliknya yang terlihat di atas meja sofa pada 5 langkah di depan dari meja belajarnya.


Veronica mencari nama di ponselnya dan menelpon 2 orang yang kemarin menjadi pembunuhan saudara Veronica sendiri. Veronica benar-benar tidak dapat menghubungi mereka lagi. Dirinya berfikir lagi untuk mencari bantuan dari sang ayah.


Veronica menelpon Eron dengan apa yang terjadi pada dirinya, Eron yang sangat menyayangi putrinya mengiyakan saja apa yang di inginkan putri semata wayangnya itu. Eron menganggukkan kepalanya atas ide yang di berikan dan akan mengambilkannya.


Veronica menghembus napasnya dan tersenyum jahat, mengucapkan terima kasih. Veronica memerintah sang ayah untuk membuat perempuan itu semakin menderita. Dua orang pengawal yang dikirimkan Eron untuk Veronica untuk menjalankan aksinya.


Veronica melihat tempatnya berserak sehingga dia harus segera membersihkannya. Jika tidak, akan terlihat oleh yang lainnya bahwa diri Veronica sangat buruk dan orang-orang akan tidak menyukai dirinya lebih baik lagi. Veronica langsung membereskan kembali ruangan dan segera duduk menunggu waktu menjelaskan dan menerangkan kepada orang kiriman dari sang Ayah.


Veronica melihat ruangannya yang sudah dirapikan langsung duduk di sofa dan membaringkan tubuhnya di atas untuk beristirahat terlebih dulu. Veronica mengambil ponselnya dan membalas beberapa pesan yang ada sampai Veronica mendengarkan suara bel berbunyi menandakan waktu pembelajaran akan dimulai. Veronica sampai tertidur menunggu orang-orang yang dikirimkan ayahnya.