Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Pertemuan Joy dan Veronica



Joy memarkirkan sepeda motornya di lantai bawah rumah sakit dengan terburu-buru. Melihat jam yang sudah menunjukan pukul 07.15 AM yang menandakan 15 menit lagi rapat akan di mulai. Joy melangkah masuk ke dalam lift yang terbuka dan tidak ada siapapun di dalamnya. Menekan tombol angka 10 lali menekan tombol menutup lift. Lift berjalan dan terbuka di setiap lantai dan beberapa orang masuk ke dalam. Joy mundur ke belakang di sudut kanan lift karena orang-orang sudah memenuhi lift.


Lift terbuka di lantai 10, Joy dengan berdesakkan untuk keluar dari kerumunan orang-orang di depan agar dirinya keluar. Dengan bersusah payah membuatnya dapat keluar namun saat keluar, Joy tidak sengaja menabrak seorang wanita berseragam dokter membuat perempuan itu terjatuh ke lantai.


Wanita itu benar-benar kesal dan langsung melirik ke arah Joy dengan tatapan wajah yang begitu menakutkan. Joy langsung meminta maaf dengan membungkukkan tubuhnya dan membantu wanita itu untuk berdiri tapi di tolak oleh wanita itu. Wanita itu ingin sekali memarahi Joy namun niatnya terpendam melihat banyak orang yang sedang memperhatikan dirinya. Wanita itu hanya diam saja dan masuk ke dalam lift meninggalkan Joy di luar lift.


Joy yang langsung melihat jam tangan dan terburu-buru masuk ke dalam ruangannya sendiri dan meletakkan tas, bekal makan siang dan memakai jas dokter magang dan menggunakan name tag yang diletakkan di kantong jas dokter. Joy langsung kembali masuk ke lift menuju lantai 11 untuk masuk ke dalam aula pertemuan rapat.


Semua orang sudah berkumpul dan Joy duduk di kursi belakang. Datang tepat waktu di waktu yang pas acara rapat di mulai beberapa detik setelah Joy tiba di dalam ruang rapat.


MC mulai membacakan susunan acara pada rapat hari ini dan beberapa dokter magang lainnya di setiap bidang sedang bergosip mengenai siapa pemilik rumah sakit sampai dokter-dokter yang harus di hindari mereka di setiap bidang masing-masing. Joy mendengarkan dengan seksama.


Feng adalah pemilik rumah sakit F yang berada di negara A saat ini sejak 3 tahun terakhir ini. Dan sejak saat itu juga Feng sudah jarang melakukan kegiatan kedokteran karena sibuk mengurus rumah sakit F, namun jika ada operasi atau hal mendesak apapun di dalam rumah sakit dia akan melakukannya sendiri. Hal ini yang menjadi perbincangan banyak dokter, perawatan maupun orang-orang yang baru bergabung di rumah sakit ini.


MC memanggil Feng untuk membuka rapat dan memberikan sambutan kepada dokter magang. Semua orang semakin membicarakan Feng yang berjalan ke arah podium dan mulai berbicara. Dengan wajah tampan dan kharisma yang mempesona membuat para gadis maupun ibu-ibu dokter terkagum-kagum. Bukan hanya wajah yang tampan namun kemampuan yang patut untuk di kagumi sebagai seorang dokter hebat.


"........Selamat datang di rumah sakit F, aku harap kalian semua dapat berjuang untuk memberikan pelayanan terbaik dalam membantu para pasien untuk sembuh dari penyakitnya......." Feng berbicara 5 menit dengan kalimat motivasi dan inspirasi kepada semua orang.


"Jadi dia yang bernama dokter Feng, pantas saja guru merekomendasikan rumah sakitnya." Jawab Joy dalam hati.


Tepuk tangan yang meriah dan rapat pertemuan perkenalan dokter-dokter magang di mulai. MC membacakan setiap dokter magang di setiap bidang dan satu persatu nama yang di panggil berdiri di depan podium untuk memperkenalkan diri dan memberikan sedikit sambutan sebagai orang baru. Termasuk Joy yang di panggil namannya dan memberikan sedikit perkenalan.


"Jadi ini orang yang di rekomendasikan oleh paman Max kepada ku? Aku menantikan kemampuannya." Jawab Feng dalam hati.


"Perempuan itu, aku tidak salah, dia yang menabrak ku. Jadi namannya adalah Joy Swastamita? Baguslah, dia ada di bidang umum yang sama seperti ku." Jawab Wanita yang ditabrak oleh Joy di lift. Veronica, mantan dokter magang yang saat ini sudah menjadi dokter tetap di rumah sakit F.


Rapat besar sudah selesai, saatnya rapat kecil pada setiap bidang kedokteran berkumpul di tempat mereka semua. Termasuk Joy yang masuk ke dalam ruangan bersama dengan Veronica yang juga masuk ke dalam ruangan. Mereka langsung membahas laporan pasien dan memberikan pertanyaan kepada dokter magang baru sebagai tes awal seperti biasanya. Mereka sedang membahas tentang cara menjahit luka pada kulit pasien.


"Dilihat dari lukannya saja sudah pasti jahitan Matras Herizontal." Jawab Joy dengan cepat.


"Kenapa?" tanya Veronica yang tanpa sepengetahuan mereka dokter Feng masuk dan melihat mereka sedang rapat tentang pasien.


"Jangan hiraukan aku, lanjutkan saja rapat kalian, aku hanya sebentar saja untuk melihat-lihat." Jawab Feng yang berdiri di depan pintu dan melihat mereka.


"Jahitan Matras Herizontal digunakan pada situasi menimbulkan efek hemostatik. Hal ini sangat bagus jika digunakan pada area dengan banyak pembuluh darah. Dan juga biasa digunakan pada kulit yang tebal seperti telapak tangan atau telapak kaki. Hal ini berlaku pada telapak kaki yang ada di gambar ini." Jawab Joy.


"Lalu apa yang kamu lakukan untuk bagian bawahnya?" tanya Feng yang tiba-tiba bertanya kepada Joy.


"Karena tidak cocok digunakan pada bagian bawah cedera, itu tidak dapat dilakukan pada laserasi yang dalam."


"Bagus. Lanjutkan rapat kalian." Jawab Feng yang keluar dari pintu meninggalkan mereka.


"Cukup bagus dan menarik. Dia juga menjawab nya dengan begitu tegas tanpa ragu-ragu dan saat pertanyaan di lontarkan ia tetap tenang dan tidak panik. Aku harap dia juga akan tetap tenang seperti itu saat berada di kondisi nyata berhadapan dengan pasien." Jawab Feng dalam hati saat pergi meninggalkan ruangan mereka.


"Sial, dia bisa menjawab dengan begitu mudah apa yang kami tanyakan kepadanya. Bahkan dia dapat membuat dokter Feng memuji jawaban yang diberikan olehnnya." Jawab Veronica dalam hati yang sebenarnya ia sejak tadi ingin menindas Joy dengan pertanyaan sulit pola memutar-memutarkan pertanyaan. Tapi Joy dengan mudahnya menjawab semua pertanyaan dengan mudah.


Feng yang sudah meninggalkan ruangan dan mereka melanjutkan rapat untuk membahas semua pasien yang saat ini di rawat dan tindak lanjut yang akan dilakukan mereka dalam melakukan tindakan operasi atau perawat. Menggolongkan pasien berdasarkan penyakit yang di derita agar tepat.


Rapat selesai, semua orang berdiri dan pergi meninggalkan ruangan. Joy yang berjalan keluar ruangan beriringan dengan Veronica yang juga keluar.


"Wanita tidak beretika." Ucap Veronica pelan melewati Joy begitu saja. Joy dengan melihat orang yang melewatinya dan tidak merasa bahwa apa yang dikatakan Veronica untuk dirinya. Joy langsung pergi berjalan ke arah ruangannya sendiri.