
Setelah terjadinya persidangan yang cukup panjang dan memberikan banyak drama, Veronica bertemu dengan Eron di lapas. Veronica terlihat sedih melihat ayahnya yang sedang memakai pakaian tahanan dan terlihat penat dengan wajah yang tak ada semangat terlihat.
Mereka berdua berbicara dengan terhalang kaca. Eron yang sedang di dalam ruang kunjung dan Veronica berada di luar ruang kunjung. Mereka berdua menggunakan telepon untuk berbicara saling berhadapan.
Veronica mendengarkan apa yang dikatakan oleh Eron untuk dirinya.
Eron sudah menyiapkan beberapa hal jika sesuatu terjadi padanya seperti saat ini. Eron sudah menyiapkan beberapa uang yang diletakkan di dalam loker kereta api yang berada di stasiun KA bawah tanah yang berada di negara F. Eron mengatakan bahwa kunci loker itu ada didalam guci berwarna merah yang berada di dalam ruang tamu rumah mereka. Veronica hanya perlu mengambil kunci itu untuk membuka loker yang ada di stasiun KA.
Eron mengatakan bahwa uang itu cukup untuk membiayai seumur hidup Veronica. Eron juga mengatakan bahwa semua sudah di siapkan untuk Veronica pergi meninggalkan Negera ini jika sesuatu terjadi seperti saat ini. Mata yang berkaca-kaca dan menangis seperti putri kecil terlihat jelas pada Veronica, Veronica tidak ingin meninggalkan sang ayah begitu saja selama 20 tahun di penjara tanpa di kunjungi.
"Jangan khawatir, 20 tahun itu waktu yang sebentar, jangan kembali ke negara ini, biarkan ayah yang akan berkunjung ke tempat mu nanti. Lebih baik pergilah menjauh dari negara ini dan jangan sampai dampak yang telah aku lakukan terkena oleh mu. Apa kau mengerti?" tanya Eron.
Kepala yang mengangguk dan air mata yang telah jatuh, Veronica menahan tangis di hadapan sang ayah. Dan Eron berusaha untuk menahan tangis. Mereka berpisah dengan mengatakan saling menyayangi dan Eron mengatakan permintaan maaf kepada Veronica. Veronica juga mengatakan hal yang sama seperti Eron.
"Seharusnya aku tidak menganggu wanita itu, jika tidak mungkin ayah tidak akan berada di dalam penjara ini, dan juga paman Edon. Aku akan mencari tahu siapa dalang semua ini, siapa yang berada di belakang wanita sialan itu. Tapi untuk saat ini aku harus mengalah yang bukan berarti kalah." Jawab Veronica.
"Jangan lakukan itu, ayah rasa tidak perlu melakukan hal yang tidak perlu di lakukan. Yang terpenting adalah keselamatan kita berdua dan juga diri mu sayang ku. Pergilah keluar negeri. Tempat dan semuanya sudah aku sediakan. Hiduplah dengan bahagia di sana sayang." Ucap Eron yang melarang Veronica untuk tidak melakukan hal konyol.
Sebelum berbicara itu, Eron sudah mengetahui bahwa orang yang telah menjebaknya adalah orang yang tidak boleh di ganggu. Bahkan pengacara Eron sudah mengatakan hal yang sama. Untuk itu lebih baik tidak memberikan dampak yang lebih parah lagi. Eron mengatakan hal harus di katakan olehnya kepada Veronica.
Waktu kunjungan telah habis, mereka berpisah dengan wajah yang sedih. Veronica terus melihat Eron yang di bawa oleh petugas masuk ke dalam sel. Veronica pergi meninggalkan penjara dengan pengawalnya yang menunggu di luar dengan membuka pintu mobil untuknya.
"Kita mau kemana nona?"
Veronica pergi mengambil beberapa barang miliknya yang berada di dalam rumah dengan bantuan pengawal dan dirinya mengambil kunci yang berada di guci seperti yang dikatakan oleh Eron. Setelah mengemas beberapa koper yang ada mereka pergi keluar rumah. Petugas memeriksa barang-barang yang di bawa oleh Veronica. Hanya ada pakaian dan juga surat-surat penting pribadi milik Veronica yang tidak ada berkaitan dengan Eron.
Wajah Veronica terlihat sangat kesal dengan perilaku petugas yang begitu menyebalkan menurutnya. Namun tidak bisa mengatakan apa-apa, hanya ada menahan sabar. Veronica di bantu pengawal membawa 3 koper yang di masukkan ke dalam mobil. Veronica mengatakan untuk jalan ke bandara. Pengawal menganggukkan kepalanya.
Veronica yang meminta berhenti di jalan, memberikan perintah kepada pengawal untuk membawa semua barang-barang ini ke bandara atau meninggalkan pengawal di tempat ini. Pengawal mengatakan untuk setia mengantarkan Veronica hingga bandara. Mendengarkan hal itu, Veronica memberikan cincin berlian miliknya kepada pengawal sebagai jaminan.
"Terima ini, dan tunggu aku di bandara. Ada yang harus aku lakukan terlebih dahulu. Pergi pesan tiket 5 jam lagi." Ucap Veronica mengatakan itu kepada pengawalnya. Pengawal menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Veronica yang di turunkan dijalan.
Veronica berjalan ke tangga yang mengarah ke stasiun KA bawah tanah yang tidak jauh dari Veronica di turunkan oleh pengawal. Veronica pergi membawa kunci loker dan melihat nomor seri yang berada di kunci. Berjalan di daerah loker sambil melihat ke kanan dan kiri serta CCTV yang ada.
Dengan menggunakan topi dan masker yang sudah di pakai oleh Veronica untuk menyembunyikan wajahnya. Veronica berjalan melihat dimana nomor loker yang sesuai dengan kunci. Mendapatkan nomor loker yang sesuai dengan kunci, Veronica langsung membuka dengan menggunakan kuncinya dan melihat ada tas kulit yang berukuran 50 cm dengan diameter 20 cm. Veronica langsung mengambilnya dan pergi dari stasiun KA bawah tanah.
Veronica berjalan ke atas tangga untuk keluar dari stasiun dan menyetop taksi yang lewat lalu masuk ke dalam taksi serta meminta ke arah bandara. Veronica membuka tas yang di ambil olehnnya dan benar saja bawah di dalam tas itu adalah uang serta surat-surat penting beserta sebuah surat. Surat yang berisi ucapan dari Eron. Veronica menahan tangis dan pergi ke bandara dengan waktu 2 jam perjalanan.
Tiba di bandara, semua hal sudah di siapkan oleh pengawal dan Veronica meminta cincin berliannya lagi dan memberikan uang segepok kepada pengawal untuk mengucapkan terima kasih.
"Sampai disini saja, terima kasih atas tanggung jawab mu selama ini. Walaupun belum lama. Kau sudah melakukan yang terbaik. Mulai saat ini kau tetaplah di sini dan melihat keadaan Ayah. Kita akan saling berkomunikasi tentang keadaan ayah dan aku akan membayar mu sesuai dengan pekerjaan mu saat ini. Apa kau mengerti?" tanya Veronica dan pengawal menganggukkan kepalannya.
Veronica pergi untuk pengurusan barang-barang dan cek paspornya. Mereka berpisah di bandara, Veronica pergi meninggalkan negara F untuk memulai kehidupan yang baru. Meninggalkan pekerjaan barunya di rumah sakit F dengan surat pengunduran diri yang sudah di kirim olehnya.