Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Joy Menerima Tawaran Kriss dengan Syarat



Joy dan Kriss berjalan pergi meninggalkan situasi tadi ke arah taman dengan membawa sepeda. Berhenti di depan tempat duduk umum di taman. Joy duduk dengan wajah yang berkeringat dan sedikit lelah. Kriss mendirikan sepedanya lalu berpamitan kepada Joy untuk menunggunya sebentar. Kriss pergi untuk membeli dua botol air mineral yang tidak jauh dari tempat.


Joy memejamkan matanya menyandarkan kepalanya di dinding bangku taman yang terbuat dari keramik. Kriss meletakkan botol air mineral di pipi Kriss, Joy langsung membuka mata dan melihat Kriss duduk di sampingnya dan memberikan botol air minum kepadanya. Joy menerimanya sambil melihat Kriss yang terlihat menggoda sedang minum air dari botol air mineral itu.


Kriss bertanya kepada Joy kenapa tidak meminum airnya. Joy yang masih terlihat menikmati pemandangan Kriss hanya terdiam. Kriss berpikir bahwa Joy tidak bisa membuka tutup botolnya. Kriss mengambil kembali botol air mineral milik Joy dan membuka tutupnya lalu memberikan lagi kepada Joy. Joy tersadar saat Kriss mengajukan botol air mineral kepadanya.


Mengambil botol air mineral dari tangan Kriss dan meminumnya. Joy berpaling untuk menyembunyikan wajah merona karena terpesona dengan ketampanan Kriss. Kriss meletakkan botol air minum mineralnya di samping dirinya dan menatap ke depan dengan kedua tangan di atas paha. Joy menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan dirinya.


"Kenapa datang pagi-pagi ke rumah sakit?" tanya Joy.


Kriss menatap Joy beberapa detik dan berkata bahwa dirinya hanya ingin melihat Joy di saat pagi hari. Joy yang membantah perkataan itu menatap dengan tajam wajah Kriss dan mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin Kriss tanyakan maka bertanyalah.


Kriss mengajukan pertanyaan dengan serius, pertanyaan yang di pertanyakan olehnya beberapa hari yang lalu.


"Sudah waktunya?" tanya Joy kepada Kriss dengan meletakkan botol minum dan mulai serius menatap untuk mengobrol dengan Kriss. Kriss menganggukkan kepalanya dan berharap jawaban yang sesuai dengan apa yang di pikirkan olehnya.


Joy menundukkan kepalanya dan mengatakan bahwa dirinya belum bisa menerima tawaran Kriss karena tidak ingin menganggu tujuan hidupnya saat ini. Kriss bukan marah atau terkejut, wajah Kriss dengan datar dan tersenyum lalu mengatakan bawah dirinya akan tetap menunggu hingga Joy benar-benar siap.


"Tapi bolehkah kita pacaran saja terlebih dahulu?" tanya Joy yang menawarkan dirinya untuk tidak ingin kehilangan Kriss juga. Namun pernikahan adalah hal yang begitu sakral untuk menjalaninya hingga Joy belum ada keberanian melakukan hal itu.


"Menikah atau tidak sama sekali. Aku bisa menunggu kapan pun kau siap dengan pernikahan atau apapun syarat yang kau ajukan untuk menikahi mu tapi tidak dengan pacaran. Kau sudah tau alasan tentang hal itu." Jawab Kriss dengan tatapan serius. Joy beberapa saat terdiam dan Kriss berdiri dari bangku.


Joy memegang tangan Kriss dan berkata bahwa dia akan menikah dengan Kriss jika Kriss melakukan beberapa syarat yang di ajukan olehnnya. Tanpa berpikir panjang, Kriss mengiyakan dengan ekspresi wajah yang bahagia. Kriss mengatakan bahwa akan melakukan apapun yang di inginkan oleh Joy.


"Aku tau, kau ingin mencari seseorang untuk membalaskan dendam mu. Karena itu aku ingin melindungi sepenuhnya." Jawab Kriss dalam hati.


Joy dengan wajah heran dan bertanya alasan Kriss dengan cepat dan mudahnya mengatakan iya. Kriss mengatakan bahwa dirinya hanya ingin melindungi Joy. Jawaban yang diberikan oleh Kriss membuat Joy semakin bingung namun bisa di mengerti dan di terima begitu saja.


"Ya sudahlah, lagi pula aku harus memenuhi janji ku kepada mu yang sudah menolongku 3 kali dari kematian. Setidaknya alasan yang kau katakan sudah terbukti dengan 3 kali pertolongan mu waktu itu. Dan juga tidak ada salahnya aku menikahi mu dengan wajah tampan, baik, sabar dan juga pandai masak." Jawab Joy kepada Kriss dengan tersenyum.


"Apa hanya seperti itu saja nilai ku kepada mu?" tanya Kriss.


Joy membelai rambut Kriss saat kepala Kriss yang berbalik ke belakang dan mendekati wajah Kriss. Joy tersenyum dan menganggukkan kepalannya serta mengatakan bawah saat ini sudah saatnya aku membalas semua pertolongan Kriss kepadanya. Kriss bertanya kepada Joy untuk meminta uang mahar dan sebagainya.


Joy hanya menggelengkan kepalanya dan mengatakan bahwa seumur hidup menjadikan dirinya satu-satunya wanita dalam hidupnya itu lebih dari cukup. Joy mengira bahwa Kriss hanya seorang lelaki pekerjaan kebersihan yang tidak memiliki banyak uang. Joy tidak ingin menambah beban kepada Kriss.


"Tidak perlu, 3 hari lagi aku memiliki waktu luang. Kita akan menikah langsung di kantor pernikahan. Kau bisa mengajukan tanggal tersebut untuk kita berdua, tidak perlu membawa apapun. Aku juga yang akan membayar pernikahan kita." Jawab Joy. Kriss menggelengkan kepalanya dan mengatakan bawah dirinya saja yang akan mengurus hal itu, Joy hanya perlu meluangkan waktu untuknya. Joy tidak dapat menolak permintaan Kriss dan hanya menganggukan kepalanya.


"Oh ya. Sebelum kita menikah, aku ingin kau bertemu seseorang. Besok kita kesana." Jawab Joy kepada Kriss dan Kriss menganggukkan kepalanya mengatakan bawah dirinya akan melakukan hal itu.


Mereka berdua sudah merencanakan pernikahan yang sederhana dan tidak ingin melibatkan banyak orang. Hanya untuk mereka berdua saja dan keluarga inti. Tapi saat ini, Joy hanya membicarakan tentang pernikahan resmi jalur hukum namun tidak memikirkan bagaimana keluarga Kriss karena Joy mengira bahwa Kriss hanya sebatang kara di kota ini. Kriss juga tidak mengatakan apapun kepada Joy tentang keluarga, Kriss bukan menyembunyikan namun tidak memberitahu jika tidak di tanya.


Matahari semakin baik sehingga suhu menjadi sedikit panas, Joy dan Kriss mengakhiri perbincangannya setelah mengatakan akan menikah 3 hari lagi di kantor hukum pernikahan. Joy juga mengatakan kepada Kriss akan menyelesaikan masa magangnya di UGD dan segera menyelesaikan laporan yang harus di berikan kepada pihak kampus.


Joy mulai terbuka dengan Kriss dengan berbicara tentang Veronica dan keluarganya yang tidak beruntung karena scandal yang terjadi. Joy juga mengatakan bahwa Veronica sudah tidak ada lagi di rumah sakit F setelah pengunduran diri. Kriss hanya mendengarkan Joy yang terus bercerita dengan sambil berjalan menuntun sepeda. Mereka berdua berjalan ke arah asrama rumah sakit F.