Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Flashback Kebakaran 15 Tahun Yang Lalu



Joy yang baru saja menerima telepon dari Kriss tiba-tiba menjatuhkan ponselnya saat melihat api yang semakin besar melahap perlahan-lahan tempat tidur Joy. Tempat tidur yang sudah selimuti oleh api yang begitu membara.


"Pergilah aku mohon! " Ucap Joy yang melihat api dan tiba-tiba bermimpi buruk lagi. Mimpi yang selama ini selalu menghantui Joy selama 15 tahun.


15 tahun yang lalu........


Suara musik selamat ulang tahun terdengar mengiringi perjalanan sebuah keluarga yang begitu bahagia di dalam mobil untuk merayakan ulang tahun kedua putrinya. Ibu dan Ayah di kursi depan sedangkan kedua putrinya sedang berada di kursi belakang. Suara tawa dan keharmonisan keluarga terlihat jelas di wajah mereka berempat.


Suara telepon berdering yang di angkat sang ibu. Terdengar suara lelaki yang sedang mengucapkan selamat ulang tahun kepada dua putri yang berada di belakang. Joy dan Jessi, saudara kembar yang menjadi anak Ibu dan Ayahnya.


Setelah mengucapkan ulang tahun kepada Joy dan Jessi telepon itu mati dan mereka melanjutkan perjalanan. Beberapa jam menjalani perjalanan gunung dan menurun ke bawah, mereka sampai di sebuah vila di tepi pantai. Ibu keluar dengan menggandeng kedua putrinya sedangkan sang ayah membawa barang-barang bawaan mereka.


Mereka berempat masuk ke dalam vila yang sudah di sewa mereka di dalam. Dengan wajah yang ceria dan senang mereka masuk ke dalam vila dan membereskan barang-barangnya. Kue ulang tahun dengan angka 7 yang menjadi lilin di atas kue tar itu. Joy dan Jessi meniupkan lilin setelah berdoa. Jessi memberikan kue pertama kepada sang ayah, dan Joy memberikan kue pertama ke pada sang Ibu. Mereka berfoto berempat dengan romantis. Joy di cium oleh sang ibu dan Jessi di cium sang ayah dimana mereka bedua berada di tengah-tengah Ayah dan Ibu.


Ucapan selamat dan doa yang sampaikan sang Ibu dan Ayah untuk kedua putrinya menyampaikan rasa cinta dan kasih sayang mereka berdua. Begitu juga dengan Joy dan Jessi yang mengucapkan satu sama lain karena mereka adalah saudara kembar.


"Jessi, lindungilah Joy sebagai Kakak yang baik. Begitu juga dengan Joy. Kalian harus saling melindungi, mencintai dan akur selamanya karena kalian adalah saudara." Ucap sang Ibu dan Ayah.


Mereka berempat menikmati kue ulang tahun dan setelah itu pergi keluar setelah membereskan barang-barang. Mereka yang sampai di villa di sore hari sehingga bisa menikmati senja sore hari ini dari pantai.


Langit yang jingga dengan matahari yang mulai terbenam keseluruhannya. Senja yang begitu indah dengan mewarnai langit di ujung lautan yang dilihat keluarga harmonis ini. Angin pantai yang berhembus dan ombak yang mengenai kedua kaki.


Tidak terlalu banyak orang yang sedang berlibur di tempat ini karena memang tempat ini adalah wisata keluarga orang-orang ternama bukan tempat wisata yang sembarangan orang masuk. Harus ada reservasi untuk mendapat kuota berlibur di tempat ini. Tempat wisata yang di batasi setiap harinya untuk pengunjung.


Ketenangan, kedamaian dan juga keindahan yang di tawarkan oleh tempat ini menjadi salah satu alasan yang paling banyak di cari orang untuk datang kemari. Pantai yang bersih, air yang biru, pasir yang putih dan makanan yang enak. Di sekitar sini ada beberapa restoran dan juga tidak jauh dari villa mereka menginap.


Jessi sedang sibuk duduk di pasir dan membangun istana Pasir. Sedangkan Joy sedang menikmati air pantai yang kesana kemari dan mencari cangkang kerang yang menurutnya itu indah. Sedangkan sang Ayah dan Ibu hanya menikmati pemandangan apa yang dilakukan oleh kedua putrinya sambil menikmati pemandangan pantai.


Sangat jarang mereka bisa berlibur bersama dan sekali berlibur kali ini sebagai hadiah untuk kedua putrinya selama 3 hari di tempat ini. Mereka memberikan liburan yang begitu indah untuk kedua putrinya dari pertama datang hingga malam terakhir mereka. Besok mereka sudah pulang ke rumah.


Namun tiba-tiba di malam terakhir mereka berada di villa. 5 orang tidak di kenal dengan menggunakan pakaian hitam sedang mengelilingi villa dimana mereka tinggal. Ibu dan Ayah Joy sedang pulas tertidur di kamar, sedangkan Joy keluar sendiri untuk mencari minum.


Langkah kaki Joy berhenti melihat 5 orang masuk ke dalam dan membuat dirinya bersembunyi dengan membangunkan Jessi. Joy menutup mulut Jessi dan menariknya ke bawah tempat tidur sedangkan Joy masuk ke dalam lemari kecil di samping tempat tidur.


5 orang tidak di kenal itu melemparkan gas bius ke kamar Ibu dan Ayah Joy serta melemparkan ke kamar Joy dan Jessi juga. Namun mereka berdua yang pandai menutup hidung dan bernapas menggunakan kain.


Mereka melihat 5 orang itu sedang menyiramkan bensin di seluruh ruangan villa dan mereka berbicara untuk segera meninggalkan tempat. Joy yang bisa melihat mereka dengan jelas dari garis-garis lemari. Mereka keluar dari villa dengan melemparkan mancis dan membuat api yang membara di seluruh dalam Villa.


Joy dan Jessi dengan cepat keluar dari persembunyiannya dan melawati api yang belum cukup besar masih berada di bawah belum di atas, mereka masuk ke dalam kamar Ibu dan Ayah mereka. Membangunkan Ayah dan Ibu mereka terus menerus sampai api terus semakin besar. Jessi dan Joy menangis di dalam kamar karena api yang semakin besar dan kedua orangtua mereka yang tidak bangun-bangun sejak tadi.


"Ayah, Ibu bangunlah." Jawab Joy dan Jessi yang terus membangunkan Ayah dan Ibunya.


Ayah dan Ibu Mereka bangun namun kepala mereka pusing. Melihat ke kanan dan kiri bahwa api sudah mulai membesar.


"Joy, Jessi dengar apa yang Ibu dan Ayah katakan. Kalian pergilah keluar dari tempat ini."


Mereka yang masing pusing dengan perlahan-lahan menggendong Jessi dan Joy satu-satu. Berjalan keluar dengan pusing sehingga mereka berdua tidak tahu bahwa ada kayu yang menjatuhi mereka. Tubuh Ayah dan Ibu kejatuhan kayu panas sehingga mereka tidak dapat lagi berjalan dan memerintah Joy dan Jessi untuk keluar dari sana.


Dengan terpaksa Joy dan Jessi berlari keluar dari Villa tapi tidak sampai ke pintu mereka lagi-lagi kejatuhan kayu yang terbakar. Joy di selamatkan oleh Jessi yang memeluknya. Tapi mereka berdua masih bisa keluar dari tempat itu dengan luka-luka.