
3 hari lagi Joy sudah meninggalkan rumah sakit F. Masa magangnya akan segera berakhir, Joy harus mengerjakan semua data-data yang di dapat untuk tuliskan kedalam laporan magang. Beberapa hari ini Joy membuat alarm untuk mengerjakan tugasnya di pukul 3 pagi. Suara alarm ponsel berdering di samping tempat tidur Joy. Joy menelan tombol henti dan terduduk di tempat tidur. Membutuhkan waktu beberapa menit untuk Joy berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka nya.
Joy berjalan ke meja belajar dan menghidupkan lampu belajar. Joy menghidupkan laptop dan mengambil ponselnya di tempat tidur. Saat mengambil ponselnya, Joy melihat ada pesan dari Kriss.
"Jangan suka bergadang. Jangan khawatir tentang hal tadi." Kriss memberikan pesan dan membuat Joy terdiam membeku sambil berpikir. Joy juga penasaran dengan siapa orang-orang yang mengikuti mereka sejak tadi.
Laptop yang sudah aktif membuat Joy berhenti berfikir tentang hal itu lalu fokus dengan pekerjaan laporan magangnya. Joy hanya tinggal menyusun ulang dan merapikan tulisan yang berada di Microsoft word. Joy melakukan editing kembali laporannya agar lebih baik. Selama dua jam Joy membaca dan merapikan tulisan laporan lalu mencetak laporan dalam bentuk hard copy. Menjilid dengan rapi dan laporan sudah selesai sesuai dengan target yang jadwalkan olehnnya.
Terlihat pukul 05.00 Wib pada jam dinding yang berada di kamar asrama. Joy pergi bergegas mandi dan berangkat kerja ke rumah sakit F. Joy berjalan pada jalan yang sama seperti tadi malam dengan waspada. Selama berjalan tidak ada hal yang bisa terlihat mencurigakan. Joy sampai di rumah sakit F tanpa ada hal yang mencurigakan.
Joy meletakkan laporannya di atas meja miliknya dan tiba-tiba saja suster mengetuk pintu ruangan Joy. Suster mengatakan bawah ada hal mendesak di luar. Joy segera ikut dengan suster yang terlihat panik. Saat Joy keluar dan melihat situasi benar-benar kacau.
Ada 20 orang yang menggunakan jas berwarna hitam yang mengawal 1 orang yang tekena tusuk di bagian perut. Seroang yang terlihat dari kelompok mereka dan sedang kehilangan banyak darah. Joy yang melihat hanya sekilas saja sudah bisa mendiagnosa bahwa lelaki yang tertusuk itu terlihat kesakitan sedang memegang perutnya yang masih ada pisau yang tertusuk.
"Jangan di cabut!" ucap Joy yang menghentikan lelaki itu untuk mencabut pisau yang menancap di perutnya. Todongan pistol dan pisau dari 19 orang lainnya ke arah Joy.
"Dokter Joy mereka sejak tadi tidak memperbolehkan kami untuk membantu pasien. Mereka seperti sedang ingin membunuh kami." Suster berbisik memberikan informasi situasi yang terjadi sejak tadi.
Joy mengerti situasinya yang terjadi, Joy berjalan kedepan dengan berani. Tidak ada rasa takut di wajahnya untuk mendekati pasukan lelaki yang seperti preman atau lebih tepatnya gangster ini. Para lelaki yang menggunakan senjatanya ke depan para anggota rumah sakit bertanya dimana dokter yang akan menangani bos mereka yang terluka. Sementara pergantian shift baru saja terjadi sehingga dokter ahli belum datang, masih dalam perjalanan.
"Bisa kalian untuk menjatuhkan senjata kalian terlebih dahulu? Ini adalah rumah sakit. Jangan membuat keributan." Ucap Joy yang melangkah demi selangkah ke arah mereka.
"Aku adalah dokter yang berjaga pagi ini, biarkan aku yang memeriksanya." Jawab Joy.
"Kau kira bos kami percaya dengan dokter wanita seperti mu?" tanya lelaki itu lagi sedangkan bos mereka di dudukkan di kursi tunggu oleh anak buahnya. Orang-orang menjauhi mereka yang menodongkan senjata jika mendekati mereka. Joy langsung menendang pistol yang ada di depannya menggunakan kaki kiri lalu memukul kedua orang yang memegang pisau. 3 orang yang menggunakan senjata berhasil di jatuhkan oleh Joy. Mereka yang melihat itu langsung menyerbu Joy yang ingin mendekat.
"Jika kalian menyerang ku dengan semua senjata itu, kalian akan kehilangan nyawanya. Izinkan aku untuk mengobati bos kalian atau kalian semua pergi dari ini mencari rumah sakit lain. Dan saat itu tiba, kalian akan kehilangan nyawa bos kalian. Seharusnya kalian tidak perlu memilih-milih dokter untuk mengobati bos kalian, apa kalian tidak melihat bos kalian sudah pucat? Dia sudah kehilangan banyak darah. Jika kalian menundanya setengah jam lagi, jangan salahkan ruma sakit ini jika tidak membantu apa-apa saat nyawa bos kalian menghilang di sini." Ucap Joy setelah menyingkirkan 3 senjata.
Para suster, bos gangster dan anggotanya terkejut dengan kemampuan Joy yang bertarung dan mendengar ucap Joy yang begitu kasar kepada mereka. Dengan anggukan kepala dari bos gangster, mereka menurunkan senjata dan Joy memerintah suster mengambil kursi roda dan memindahkan pasien bos gangster masuk ke ruangan dan menyiapkan ruang operasi.
Para suster langsung berjalan mengerjakan perintah Joy. Mendorong pasien ke ruang operasi dan para anak buahnya ingin ikut masuk ke dalam. Dengan wajah yang tegas dan seram namun cantik. Joy menghalangi mereka dengan tatapan dan kalimat untuk tetap di luar ruangan atau mereka akan kehilangan bos mereka. Dengan perintah Joy kepada mereka untuk menunggu di luar dan melihat bos yang di bawa diatas tempat tidur pasien, mereka menganggukan kepalannya dan menunggu di luar.
Joy dan yang lainnya segera bekerja, memberikan anetesi dan pembedahan pada perut di mulai. Dengan menggunakan kemampuan Joy dan suster yang membantunya, mereka melakukan operasi dengan cepat dan berhasil. Pasien dapat di selamatkan dan semua orang telah bekerja keras dengan baik. Joy keluar dengan memberikan kabar kepada anak buahnya.
"Operasi Bos kalian berhasil dan akan di pindahkan ruang pasien." Ucap Joy.
"Terima kasih dokter." Mereka membungkukkan tubuhnya untuk mengucapkan terima kasih kepada Joy secara serentak dan berbaris di ujung lorong menghadap Joy.
"Bisakah bos kami di pindahkan ke ruang VIP?" tanya mereka. Joy menganggukan kepalannya dan memerintahkan mereka untuk mengurus administrasi terlebih dahulu dan jangan membuat keributan di rumah sakit. Mereka menganggukan kepalannya dan mengiyakan semua perkataan Joy.
Joy yang berjalan keluar untuk mengganti pakaiannya setelah operasi. Membuang pakaian operasi dan lainnya di tong yang di sediakan dan menggunakan jasnya kembali. Suster yang lainnya berganti juga dan membicarakan Joy setelah melakukan operasi bersama dengan Joy. Dan staf yang lainnya yang berada di luar juga membicarakan Joy yang begitu berani untuk maju dan menyelesaikan masalah.