Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Checkup Ke Rumah Sakit F



Sudah 3 hari berlalu, Kriss dan Joy mulai dapat menyesuaikan diri tinggal bersama. Kriss yang rajin membersihkan rumah dan membuat makanan untuk Joy. Kriss yang begitu patuh tentang apa yang selalu dikatakan oleh Joy dan Joy merasa bahwa Kriss adalah lelaki yang polos.


Pagi hari ini mereka akan berangkat bersama untuk melakukan checkup kesehatan Kriss ke rumah sakit F. Kriss yang sudah berpakaian rapi di meja makan bersama dengan Joy yang sedang sarapan pagi. Setelah selesai sarapan pagi Kriss ikut bersama dengan Joy untuk kerumah sakit menggunakan sepeda motor scooter Joy.


Joy dan Kriss berjalan di tangga taman menuju ke arah ruang ahli saraf namun Joy tergelincir dari tangga yang masih basah karena hujan malam kemarin. Dengan cepat Kriss menangkap tangan kanan Joy dan menariknya ke arah tubuhnya sehingga mereka berpelukan dengan romantis.


Pelukan karena kecelakaan kecil itu membuat waktu berhenti dan kedua mata saling memandang. Namun ternyata bukan hanya kedua mata mereka berdua yang saling memandang tapi ada dua pasang mata yang sedang melihat mereka pada dengan jarah 10 meter. Veronica bersama dengan temannya.


"Apa yang dilakukan dokter Joy di saat jam segini?" tanya Veronica yang memberhentikan langkahnya dan membuat suster yang bersama dengannya juga berhenti dan melihat apa yang terjadi. Suster itu langsung membuka kamera dari ponsel yang saat itu memang sedang membuka ponsel. Dengan cepat memotret Kriss dan Joy yang sedang berpelukkan di tangga.


"Wahhh, ini berita bagus." Ucap suster yang suka sekali menggosip di sekitar kalangan para suster di rumah sakit F. Dengan cepat juga Veronica sedang berfikir jahat untuk membuat sebuah rencana.


"Sudahlah ayo, masih pagi tapi harus melihat hal yang tidak perlu di lihat. Jika ingin bermesraan kenapa harus di rumah sakit." Jawab Veronica yang berpura-pura tidak peduli dengan apa yang di lihat olehnnya.


"Benar Nona, kenapa dokter magang itu harus melakukan hal pribadi di rumah sakit?" ucap suster berjalan mengikuti Veronica. Senyum licik terlihat umpan telah tersebar.


Kriss melepaskan pelukannya saat membuat posisi Joy sudah stabil berdiri. Tanpa ada kalimat, Kriss langsung mengajak Joy untuk segera ke ahli bedah saraf. Joy langsung tersadar dan mereka pergi ke ruangan ahli bedah saraf sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan.


Beberapa menit berlalu, mereka di dalam dalam pemeriksaan ahli bedah saraf. Hasilnya mengatakan bahwa Kriss tidak memiliki luka yang serius terhadap kepalanya. Semuannya normal dan untuk masalah daya ingat hanya menunggu saat daya ingat akan kembali seperti semula. Dokter menyarankan untuk Kriss dapat dibawa ke tempat yang sering di kunjungi olehnnya.


"Jangan khawatir, saat aku sudah mengingatnya. Aku akan pergi." Jawab Kriss yang melihat Joy sangat frustasi tidak mengerti apa yang harus dilakukan. 10 hari telah berlalu setelah kejadian itu, tapi ingatan Kriss juga belum kembali.


"Bukan persoalan kamu pergi atau tidak pergi. Tapi apa yang harus aku lakukan jika kau tidak akan pernah ingat siapa diri mu sebenarnya. Aku juga tidak mengenal mu, bagaimana bisa aku harus membawa mu ke tempat-tempat yang sering di kunjungi?" Joy menoleh ke arah kanan menjelaskan dari kursi tunggu.


"Benar juga, mungkin aku bisa mendapatkan sesuatu dari sana." Jawab Joy yang kembali bersemangat dan memikirkan apa yang dikatakan oleh Kriss dengan memegang bahu Kriss dan tanpa berfikir memeluknya dengan senang. Hal ini dilihat oleh para suster yang melewati mereka sehingga membenarkan gosip yang telah di sebar di grup para suster di rumah sakit.


Setelah pemeriksaan, mereka berpisah. Joy kembali ke pekerjaan magangnya dan Kriss pulang sendiri dengan menggunakan taksi.Kriss tidak langsung pulang, namun pergi ke warung internet untuk bermain sejam.


Kriss sedang menggunakan komputer untuk menghubungi pihak penjaga hutan menghapus jejaknya di hutan dan jangan sampai identitas miliknya diketahui oleh Joy. Kriss juga memerintah seseorang untuk melakukan penyelidikan tentang asal usul Joy.


Di rumah sakit, Joy yang merasakan tentang hawa dingin yang sedang menghantui dirinya di setiap sudut ia berjalan seperti sedang di pantau banyak mata yang memandang. Joy dengan sengaja merebut sebuah ponsel suster yang berada di depan meja administrasi pasien. Melihat isi percakapan di grup melalui ponsel suster itu, Joy mengetahui situasinya.


"Jangan asal rebut ponsel orang!" ucap suster itu marah.


Joy tersenyum dan pergi meninggalkan mereka. Sementara para suster langsung membuat sebuah penghakiman tentang perilaku yang baru saja di perbuat oleh Joy. Mereka dengan dua ibu jari yang bebas membuat sebuah kalimat dalam ketikan percakapan dengan begitu mudah.


Joy tidak ingin mengambil pusing memikirkan apa yang terlihat olehnya tadi. Joy memfokuskan untuk mencari bantuan menyelidiki keberadaan Kriss sebelum bertemu dengannya menggunakan kamera cctv hutan dan juga polisi hutan. Menelpon pihak villa yang pesan olehnnya. Pembicaraan terputus setelah Joy sudah memastikan bahwa tidak ada yang bisa menjadi bukti tentang identitas Kriss.


Tidak ada pilihan lain, Joy menggunakan kemampuan miliknya dengan menggunakan wajah Kriss. Namun yang ditemukan bukanlah identitas yang bisa di lihat banyak orang. Tidak memiliki identitas. Joy menjadi bingung dan berfikir lebih dalam lagi. Siapa sebenarnya Kriss yang sesungguhnya? Joy benar-benar bingung apa yang harus dilakukan olehnnya. Tapi pikirannya ini menjadi sebuah makna bahwa Kriss bukanlah penduduk yang berasal dari negara yang sama seperti dirinya.


"Apa yang harus aku lakukan dengannya? Apa aku harus mengurusnya sampai dia akan pulih? Bahkan untuk pulih saja aku tidak mengetahui kapan itu akan terjadi?" Joy berfikir keras tentang apa yang akan dilakukan. Setelah banyak berfikir, Joy mulai menelpon petugas villa wisata alam yang dikunjungi olehnnya.


Joy mengkonfirmasikan bahwa apa saja yang ada di sekitar wisata alam. Joy mendapatkan sebuah informasi bahwa wisata yang ada di sana bukan hanya yang berada di puncak bukit namun juga ada beberapa wisata lainnya seperti camp hutan, panjat tebing dan sebagainnya. Setelah mendapat informasi dari vila, Joy langsung meminta bantuan kepada para karyawan yang bekerja di wisata alam untuk mencari tau tentang identitas dari Kriss. Mereka mau membantu dan akan memberitahukan apa yang mereka dapatkan kepada Joy setelah melakukan penyelidikan.


Disisi lain, Kriss sudah menutupi bukti. Dan memerintahkan seseorang untuk membuat sebuah bukti yang tidak memberikan banyak informasi tentang identitasnya. Informasi yang di kumpulkan dan di kirim oleh Joy setelah beberapa jam hanya sebuah informasi tentang barang-barang yang di tinggalkan oleh Kriss di hutan.