
Kriss meninggalkan kantor politik itu begitu saja dengan membawa kertas-kertas yang setengah telah di hancurkan oleh mesin penghancur dan setengahnya masih dalam bentuk lembaran. Kriss mengendarai sepeda motor menuju kerumah sakit F untuk bertemu dengan paman pemilik sepeda motor ini. Sampai di rumah sakit, Kriss melepaskan helmnya namun tidak dengan jaket delivery. Kriss masih menggunakannya dan bertemu dengan beberapa perawat yang kenal dengannya dan Joy. Kriss tidak menghiraukan dan fokus mencari keberadaan paman itu di ruang UGD luka ringan.
Beberapa perawat mengasumsi sendiri bahwa Kriss bekerja sebagai seorang pengantar makanan dan memiliki seorang Ayah yang baru saja mengalami kecelakaan kecil pada kakinya. Kriss mengobrol kepada paman itu dan membantunya berjalan setelah mengurus semua biaya pengobatan dan juga administrasi lainnya.
“Kenapa tidak menggunakan jaminan kesehatan perusahaan?” tanya Kriss kepada paman itu. Paman tersebut menyatakan bahwa dirinya sudah terdaftar dalam jaminan kesehatan namun jaminan kesehatan hanya akan memberikan biaya kecelakaan parah dan meninggal. Tidak ada jaminan kesehatan pada luka ringan seperti ini. Kriss terdiam dan hanya membantunya berjalan keluar dari rumah sakit.
Paman itu merasa dirinya saat ini baik-baik saja dan mampu untuk mengendarai sepeda motor. Kriss menyerah untuk membujuknya dan memberikan sepeda motor kepada pemiliknya. Kriss membuka jaketnya untuk diberikan kepada paman itu dan uang dari hasil jualan yang telah dilakukan olehnya untuk menggantikan sang paman tersebut. Kriss mendapatkan ucapan terima kasih dan Kriss mengambil kertas-kertas miliknya dengan ucapan bahwa itu adalah sampah yang di bawa olehnya tidak sengaja. Mereka berpisah di parkiran rumah sakit. Kriss kembali ke apartemen Sandreas.
Tiba di dalam apartemen, Kriss langsung menuangkan semua kertas-kertas yang sudah terpotong. Mengambil beberapa isolatip dan gunting. Perlahan-lahan Kriss menyatukan bagian kertas yang sudah terpotong menjadi sebuah lembaran kertas yang dapat di baca tulisannya. Kriss membutuhkan waktu dua jam untuk melakukan hal itu. Dengan satu potongan ke potongan seperti sedang menggabungkan susunan puzzle. Kriss mendapatkan 10 lembar yang dapat di satukan dan 30 lembar lainnya yang masih utuh. Senyuman yang tergambar dari bibirnya setelah menyelesaikan pekerjaan ini.
Kriss yang berada di temppat duduk itu selama dua jam mulai membaca dengan lengkap sebenarnya itu adalah dokumen apa. Sungguh terkejutnya Kriss saat membaca dokumen-dokumen itu adalah dokumen transaksi rekening palsu yang masuk ke dalam rekening yang sama dan beberapa kantor pemerintahan yang terlibat dalam hal itu, terutama kantor jaminan kesehatan. Tertulis di dalamnya terdapat 5 Milyar rupiah dari jaminan kesehatan yang masuk ke dalam rekening seseorang.
Kriss yang membaca itu kemudian teringat dengan ucapan dari paman delivery yang dibantu olehnnya dan juga mengingat bahwa saat dia kembali kantor politik untuk mencuri kertas-kertas ini Kriss melihat ada mobil yang
tidak asing di lihat olehnnya. Kriss langsung mengambil tablet dan laptopnya di atas meja. Kriss mencatat beberapa hal dari tabletnya terutama komponen-komponen penting di mulai dari plat mobil dan perusahaan-perusahaan negara yang terlibat di dalam kertas-kertas itu. Setelah mencatatnya di tablet, Kriss mengambil laptopnya dan mulai mencari sesuatu dengan menggunakan keterampilan IT miliknya untuk mencari tau tentang data pemilik plat mobil dan semua hal yang berkaitan dengan catatannya.
“Ini benar-benar gila.” Jawab Kriss tersenyum setelah mengetahui semua hal yang seperti puzzle telah terpecahkan olehnnya.
Kriss mengambil semua kertas dan mulai memotretnya satu persatu. Kemudian mengambil flasdisk kosong untuk diisi dengan data-data yang baru saja ditemukan olehnnya. Setelah semua selesai, Kriss meregangkan kakinya dan kepalanya di kursi sambil melihat ke atas dengan perasaan lega. Kriss berjalan ke arah kamar mandi untuk menyegarkan dirinya kemudian pergi keluar dengan membawa berkas itu . Kriss berjalan kearah kantor Baron. Memerintahkan Baron untuk mengirimkan flasdisk dan kertas-kertas ini yang sudah di sterilisasikan dengan
“Kirimkan file ini kepada kejaksaan negeri dengan pengiriman anonym dan penerima adalah…….. Ingat untuk mengirimkan dengan pengiriman ekspress sehingga hari ini juga akan sampai ke tangan jaksa itu. Dan salinan yang lainnya antarkan kepada media massa milik perusahaan sandreas yang berada di negara ini tepatnya kirimkan ini kepada reporter……” Kriss memberikan perintah dengan wajah tersenyum. Baron langsung bertanya apa yang ada di dalam kertas cokelat ini dan mengapa harus mengirimkan kepada dua tempat secara bersama-sama
dengan menggunakan pengiriman cepat dan tanpa nama pengirim. Namun Kriss hanya tersenyum dan mengatakan bahwa dia akan mengetahui semua ini nanti. Kriss juga memberikan perintah kepada Baron untuk memberitahukan Ron untuk datang ke kamarnya setelah ia selesai mengirimkan berkas ini. Kriss akan menjelaskan kepada mereka tentang hal ini. Baron melaksanakan pekerjaan yang telah di perintahkan kepada nya dengan baik. Mengirimkan dua berkas yang sama kepada dua orang yang berbeda. Satu di kejaksaan dan lainnya ke reporter.
Ron dan Baron masuk ke dalam kamar apartemen Kriss setelah dua jam dari perintah itu. Kriss mulai menjelaskan apa yang saat ini sudah dilakukan olehnnya dan berkas apa yang sudah dikirimkan olehnya kepada kejaksaan negeri dan juga hal apa yang harus dilakukan oleh mereka besok. Baron dan Ron lagi-lagi terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh Kriss dan mulai memahami bagaiman cara Kriss bekerja saat melakukan sesuatu.
“Anda benar-benar membuat aku terkejut. Bagaimana anda bisa mendapatkan dokumen rahasia korupsi yang begitu besar itu? Dan bagaimana anda akan melakukan hal ini dengan menyerahkannya kepada pemerintah. Dan setelah mendengarkan penjelasan begitu panjang dari tuan muda, aku mengerti bahwa tuan muda adalah orang yang sangat jenius dan juga di selimuti oleh keberuntungan
yang tidak terduga. ” Jawab Ron.
“Aku juga berpikir hal yang sama. Tapi tunggu dulu, tentang memberikan kepada pemerintah, apakah anda yakin mempercayai hukum di negara ini?” tanya Baron yang tidak ingin bahwa hanya sebatas itu saja hukuman yang diberikan kepada para koruptor.
Kriss tersenyum dan memberikan beberapa rencana jika tidak sesuai dengan hasil yang di inginkan. Ron dan Baron yang mendengarkan penjelasan-penjelasan dari rencana yang diberikan oleh Kriss membuat mereka mengerti apa yang di maksud dari semua rencana ini. Dengan tersenyum puas mereka berdua sudah mengerti bagaimana dan apa yang harus mereka lakukan kedepan. Setelah melakukan rapat perencanaan hal-hal di hari berikutnya mereka mengakhiri pembicaraan
setelah matahari terbenam.
Ditempat lain, berkas dan barang bukti dari Kriss yang diberikan untuk kejaksaan negeri sudah di bawa oleh kurir pengantar. Kurir pengantar memberikannya kepada resepsionis yang berkerja di depan gedung. Dan paket sampai di atas meja jaksa dan paket yang lainnya juga sampai di meja reporter yang di maksud oleh Kriss.