
Ruang apartemen VIP yang ditempati oleh Kriss setelah sunyi dan senyap. Kriss baru selesai mandi, handuk yang masih di pakai dan handuk kecil masih di usap-usap di rambut kepala Kriss yang masih basah. Kriss berjalan ke arah tempat tidur dan duduk di atas kasur. Mengambil ponselnya dan mulai melihat CCTV yang dipasang di scooter Joy. Kriss melihat masih rekaman selama seharian ini. Semua hal baik-baik saja. Tidak ada pergerakan apapun dari Scooter milik Joy. Kriss berjalan ke arah lemari pakaian dan memakai piyama lalu tertidur.
Di tempat lain, Veronica sedang merencanakan sesuatu. Veronica yang sedang meminta pertemanan di banyak sosmed orang-orang rumah sakit, dan membuat postingan wajah Kriss yang sedang di marahi oleh Edon saat di restoran. Veronica sedang membuat status yang merendahkan Kriss.
Joy yang mendapatkan notifikasi pertemanan di sosmed dan mendapatkan notifikasi status baru dari teman sosmed barunya di layar ponsel. Sementara Joy baru selesai dari berkeliling ke kamar-kamar pasien. Suster yang menemani Joy juga mendapat notifikasi yang sama.
Suster itu langsung melihat notifikasi yang ada dengan membuka sosmed dan melihat video yang di bagikan. Terlihat jelas Kriss yang sedang menggunakan pakaian pembersih kaca dan juga sedang di marahi oleh atasan karena sedang makan siang di restoran. Selesai melihat video yang dibagikan, dengan cepat ia mengetuk pintu ruangan Joy.
Joy mempersilahkan Suster masuk. Dan suster menceritakan kepada Joy tentang apa yang di lihat olehnnya. Ponsel suster itu di perlihatkan oleh Joy dari awal video hingga akhir.
"Sepertinya akun ini sedang mempermalukan pacar anda dokter Joy. Ini bukan hanya sekali atau dua kali, lihat akun yang digunakan olehnnya ini berteman dengan semua orang-orang yang ada di rumah sakit ini. Anda juga harus lihat ini, akun fake ini adalah akun yang hanya di buat untuk mempermalukan anda." Ucap suster yang bisa menyimpulkan apa yang dilihat olehnya.
"Aku mengerti, terima kasih sudah memberitahu ku. Tapi aku sedang mengerjakan pekerjaan ku. Jadi bisa kau tinggalkan aku suster?" tanya Joy yang masih terlihat tenang. Sang suster juga mengerti apa yang di katakan oleh Joy. Ia pergi meninggalkan Joy di dalam ruangan.
Joy yang sejak tadi hanya menampilkan wajah yang mengkerut kan dahinya melihat video yang menunjukkan Kriss sedang di marahi dan mendapatkan informasi tentang keberadaan Kriss. Padahal baru beberapa hari saja ia tidak bersama dengan Kriss lagi. Tapi sudah merasakan kehilangan.
"Jadi kau sebenarnya adalah seorang pekerja kasar?" tanya Joy dalam hati menghentikan mouse yang di pakai olehnnya di komputer. Joy membuka laci lemari kecil di sampingnya dan mengambil laptop miliknya.
Joy mengaktifkan laptop dan juga memegang ponselnya. Terlihat dua notifikasi yang di dapatkan bahwa akun fake yang menyebarkan itu ternyata meminta pertemanan kepada Joy. Joy melihat kembali video itu dan juga melihat status dari akun itu.
Joy melakukan aksinya. Membuka laptop dan mulai masuk menjadi akun fake itu. Dengan menggunakan kemampuan yang di miliki oleh Joy, Joy dapat masuk ke akun itu dan mulai menghapus semua postingan. Bukan hanya menghapus postingan tapi juga menghapus akun itu selamanya.
"Selesai." Jawab Joy dengan tersenyum manis melihat hasil pekerjaannya selesai telah melakukan penghapusan postingan yang telah membuat nama Kriss tercemar.
Joy selesai melakukan tindakannya berdiri dan meninggalkan ruangan untuk mendapatkan udara di luar. Joy berjalan melewati para suster dan staf rumah sakit lainnya. Mereka semua menceritakan Joy dan Kriss. Joy yang mendengarkannya langsung ikut berbicara dengan mereka.
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Joy bergabung dengan mereka yang sedang berkumpul membicarakan Joy dan Kriss. Mereka terkejut dan takut-takut berbicara kepada Joy bahwa mereka sedang membicarakan pacar Joy. Dengan tersenyum, Joy menjelaskan bahwa apa yang terlihat belum tentu itu adalah kenyataannya. Dan bekerja menjadi apapun tidak menjadi tolak ukur nilai sebuah hubungan.
Setelah Joy mengatakan hal itu, Joy pergi meninggalkan mereka dengan tersenyum. Mereka yang mendengarkan hal itu menjadi terdiam dan berfikir bahwa apa yang dikatakan oleh Joy adalah benar. Ada yang berfikir bahwa pacaran ya hanyalah seorang anak SMA yang belum memiliki pekerjaan. Ada yang sudah di PHK oleh perusahaan, dan sebagainya. Mereka menjadi terdiam dan merasa bersalah telah membicarakan pacar orang lain.
Joy menatap langit dan menatap ponselnya, ingin sekali menekan panggilan pada nama di ponselnya, namun menghentikannya. Setelah selesai bertarung dengan fikiran yang runyam di dalam kepalannya saat menendang langit malam, Joy masuk ke dalam dan kembali ke ruangan.
Pagi hari, Veronica yang akan bergegas pergi ke rumah sakit membuka ponselnya saat di dalam mobil yang mengantarnya. Veronica terkejut saat dirinya yang ingin login ke sosmed fake yang di buat olehnya itu tidak bisa di buka. Veronica berulang kali melakukan login namun tidak bisa. Hanya ada kalimat bahwa akun telah terhapus.
Veronica heran dengan apa yang terjadi, dengan wajah yang kesal Veronica membuka jendela kaca mobil dan memandang ke arah luar jendela. Sopir bertanya dan Veronica mengatakan bahwa akunnya sosmed ya tidak bisa di buka dan menjelaskan pesan apa yang tampil. Sopir mengatakan bahwa akun itu telah di hapus oleh seseorang sehingga tidak bisa digunakan lagi.Veronika terdiam dan berfikir siapa yang telah melakukan semua ini.
Mobil berhenti dan Veronica sampai di rumah sakit. Veronica masuk ke dalam rumah sakit dan melihat semua keadaan baik-baik saja. Bahkan tidak ada yang terlihat sedang membicarakan Joy. Veronica benar-benar heran dengan keadaan yang tidak sesuai dengan ekspansi yang di dipikirkan nya tadi malam. Veronica masuk ke dalam ruangan ganti dan mendengar suster-suster bergantian shif sedang berbicara. Mereka berada di ruang ganti dengan masing-masing membuka lemari mereka dan memakai pakaian.
"Kau tau, tadi malam aku mendapatkan pertemanan dari akun fake yang seolah-olah menjelekkan tentang pacar dokter Joy. Dan kau tau jawaban dari dokter Joy benar-benar luar biasa."
Veronica terdiam dan memegang pintu lemari besi dengan kuat. Veronica benar-benar kesal dengan cerita yang baru saja di dengar olehnya. Rencana buruknya lagi-lagi gagal untuk membuat Joy di permalukan dan di kucilkan di tempat ini. Bukan komentar buruk yang terdengar tapi komentar baik yang terdengar. Veronica benar-benar kesal, disaat semua orang sudah tidak berasa di ruang ganti. Veronica menutup lemari besi dengan keras.
"Sial, benar-benar sial." Ucap Veronica.