Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Kriss Melihat Joy Bertarung



"Mobil siapa yang sedang mengikuti Joy sejak dari rumah sakit?" tanya Kriss dalam hati sedang melihat CCTV di layar ponselnya. Dengan khawatir, Kriss keluar dari apartemen dan bergegas untuk mendatangi Joy.


Kriss melihat Joy yang menghentikan sepeda motornya dan sedang di hadang oleh dua mobil yang tidak di kenal. Kriss memberhentikan langkahnya yang baru saja keluar dari gedung apartemen. Kriss melihat dengan jelas dan sedang berfikir dimana keberadaan Joy. Melihat hal-hal yang di tampilkan oleh kamera tersembunyi dan mengingat jalur ke rumah sakit dari Apartemen, Kriss mengetahui bahwa Joy berhenti tidak jauh dari gedung apartemen. Saat ini Joy sedang mengalahkan mereka dilihat dan disaksikan oleh Kriss yang mendengar suara ribut dan memberhentikan lari untuk melihat apa yang terjadi.


"Wanita ini memang bukan wanita biasa." Ucap Kriss yang berlari kembali untuk segera sampai di tempat Joy berada.


Wajah terkejut yang terlihat di mata Kriss saat melihat di layar ponselnya. Dan berlari kembali karena keberadaan Joy tidak jauh lagi. Saat melihatnya secara langsung dari balik pohon, Kriss benar-benar tersenyum bangga melihat apa yang telah dilakukan oleh Joy. Joy mengalahkan mereka semua dengan mudah walaupun Joy sedikit kewalahan saat mereka menyerang bersama.


Sehari sebelum kejadian, Kriss yang mengantarkan mobil sewaan mampir ke sebuah toko elektronik untuk membeli sebuah kamera tersembunyi. Kriss membeli beberapa kamera tersembunyi. Setelah itu baru pulang ke rumah. Saat pagi hari sebelum Joy berangkat ke rumah sakit, Kriss memasang kamera tersembunyi di scooter Joy.


"Dengan ini aku bisa mengetahui kemana saja dia pergi dan juga apa yang sebenarnya dikerjakan olehnya." Jawab Kriss setelah memasang kamera tersembunyi di scooter Joy.


Kriss tersenyum saat ini, pemasangan kamera tersembunyi adalah tindakan yang tepat untuk melihat apa yang terjadi pada malam ini. Kriss melihat bahwa Joy dapat berkelahi dengan baik. Joy dapat melindungi dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain. Kriss masih melihat dari balik pohon tanpa berjalan ke arah Joy.


Joy yang sudah menyelesaikan urusannya, menaiki scooter miliknya dan meninggalkan semua orang yang sudah dikalahkan olehnya. Kriss melihat Joy yang sudah melewati dirinya menuju ke arah apartemen. Kriss mengikuti dari belakang dan saat sampai di apartemen, Joy tidak langsung naik ke atas melainkan berjalan ke taman bermain yang berada di depan apartemen mereka.


Joy duduk di ayunan dan sedang menikmati pemandangan sinar bulan di malam hari. Wajah penuh dengan beban fikiran dan ekspresi yang begitu sedih. Joy menggerakkan kakinya untuk mengayunkan tubuhnya yang sedang duduk di ayunan. Kriss yang berinisiatif untuk pergi membeli es cream batang yang berada di sekitar.


Uluran tangan kanan yang sedang memegang es cream batang berada di depan Joy. Joy yang melihat tangan dengan es cream serta kaki yang memakai sendal yang dikenal olehnnya. Joy mengangkat kepalannya dan melihat wajah Kriss yang sedang tersenyum menawar es cream kepadanya.


Joy menerima es cream pemberian Kriss, Kriss duduk di samping ayunan Joy dan menikmati es cream. Ucapan terima kasih yang di ucapkan oleh Joy atas es cream dan mereka berdua menikmati es cream di bawah sinar bulan yang begitu terang malam ini.


"Apa terjadi sesuatu lagi di rumah sakit?" tanya Kriss tapi Joy hanya menoleh ke arah Kriss tanpa berkata kali memalingkan wajahnya lagi ke atas langit sambil mengayunkan ayunan.


Joy menghentikan gerakan ayunan setelah beberapa menit lalu memanggil nama Kriss dengan begitu lembut sambil menatap Kriss. Kriss menjawab dengan tanda tanya terukir di wajahnya.


"Yang membedakan mahkluk hidup lainnya dengan manusia adalah akal. Sudah sewajarnya manusia banyak fikiran. Tetap waras juga merupakan pencapaian yang harus kita kendalikan. Bukan tentang apa yang tidak bisa kita kendalikan. Kita hanya perlu menerima saja, walaupun itu tidak mudah. Dan jika memang bisa di ubah menjadi apa yang kita inginkan kenapa harus menyalahkan keadaan?"


"Kita tidak di tuntut untuk sempurna Joy, lakukan saja apa yang bisa kamu lakukan dengan kemampuan mu sendiri. Jangan terlalu banyak berfikir tapi bertindaklah sesuai dengan apa yang kamu fikirkan. Semangat Joy, hidup memang perjuangan di setiap waktunya." Jawab Kriss tersenyum.


Joy mendengarkan jawaban yang di berikan oleh Kriss dan memahami dengan baik apa yang dimaksud dengan Kriss. Dari jawaban Kriss membuat Joy semangat. Perasaan Joy yang mendengarkan jawaban Kriss juga merasa lebih tenang lagi dan juga sudah bisa berfikir dengan sehat.


"Aku tidak tau apa yang sedang kau fikirkan, tapi entah kenapa aku tidak suka melihat wajah sedih mu itu." Jawab Kriss dalam hati.


Joy menghabiskan es cream yang tinggal sedikit pada stick es cream lalu berdiri di depan Kriss dengan mengulurkan jari kelingking miliknya ke arah Kriss. Joy memberikan sebuah perjanjian kepada Kriss untuk menjadikan dirinya tetap berteman walaupun nantinya Kriss sudah mengingat semua hal tentangnya. Kriss menerimanya dan memberikan kelingking miliknya sebagai cap perjanjian mereka berdua.


Kriss bertanya tentang keadaan Joy yang sudah membaik atau tidak, Joy menjawab bahwa dirinya sudah merasa lebih baik. Kriss merasakan jari kelingking Joy yang begitu dingin. Bukan karena habis memakan es cream tapi suhu yang semakin dingin. Kriss mengajak Joy untuk masuk ke dalam karena angin malam tidak baik untuk kesehatan. Joy menganggukan kepalannya dan mereka berdua berjalan untuk masuk ke gedung apartemen.


"Oh ya, kau tau bahwa hari ini aku menjadi artis di gosip mereka. Aku dikatakan telah berkencan dengan mu yang tidak memiliki apa-apa. Hanya bocah pengangguran yang suka membawakan bekal makan siang." Ucap Joy di dalam lift.


"Kenapa tidak sekalian saja menjawab bahwa kita adalah suami istri." Jawab Kriss.


Joy tertawa mendengar ucapan Kriss dan menjelaskan apa yang terjadi hari ini namun tidak semua hal. Joy hanya menceritakan bahwa dirinya tidak memperdulikan gosip itu dan membiarkannya begitu saja.


"Kita hanya butuh surat nikah untuk membuktikannya agar membuat mereka diam." Jawab Kriss dengan pelan.


Joy terdiam dan bertanya kembali apa yang dikatakan oleh Kriss. Tapi Kriss hanya menggelengkan kepalannya, lift terbuka dan mereka keluar dari lift. Kriss sengaja tidak membahasnya dan menawarkan bahwa dirinya sudah membuatkan malam malam untuk Joy jika dia masih belum makan. Namun tawaran Kriss ditolak oleh Joy karena sudah terlalu lelah. Kriss tidak menyerah, dirinya membuatkan ginseng untuk Joy sebelum tidur. Joy menerimanya karena rayuan Kriss yang mengharuskan dirinya meminum ginseng.