Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Kriss Menyamar Menjadi Pembersih Kaca Apartemen Part 2



Kriss berada di lorong dengan peralatan lengkap yang berada di dalam ruangan. Kriss membuka pintu itu dengan kunci yang diberikan olehnnya. Kriss meletakkan tas miliknya dan mulai berganti pakaian dengan pakaian yang sudah diberikan kepadanya. Kriss menggunakan helm, kacamata dan sepatu khusus untuknya serta pengail tali yang dilingkarkan pada tubuhnya dan full body harness yang digunakan juga.


Kriss juga membawa peralatan , carabiner screw, autostop, ascension, tali kernmantel, kacamata, sling anchor. Kriss sedang mengamati semua yang digunakannya adalah alat-alat yang tidak terlalu berkualitas. Kualitasnya hanya bisa di pakai sekali dan tentu saja tidak terlalu nyaman.


"Apa ini adalah layanan fasilitas yang diberikan oleh grup Sandreas?" tanya Kriss dalam hati saat sudah memakai semua hal untuk keselamatan kerja. Sebab, pekerjaan ini berisiko tinggi seperti terjatuh maupun tergelincir. Kriss terdiam sejenak lalu mengambil beberapa cairan pembersih kaca dan alat pembersih kaca. Setelah semua persediaan sudah di siapkan. Kriss keluar dari ruangan lalu mengunci pintunya.


Kriss berjalan ke arah tangga atas untuk tiba di rooftop gedung apartemen yang ternyata sangat luas. Terdapat helipad untuk helikopter mendarat, ada bangunan penahan Scaffolding yang berada di gantungan bawah bangunan. Scaffolding adalah alat yang digunakan oleh pekerja bangunan untuk menahan bobot pekerja untuk melaksanakan pekerjaannya.


Menggunakan sistem canggih dengan mengontrol alat Scaffolding turun kebawah dengan menggunakan remote control yang digunakan pembersih kaca untuk membersihkan kaca. Kriss langsung membuat pengaturan pada remote control Scaffolding dan sudah mengkaitkan dengan perlindungan di tali pengaman yang melingkar ditubuhnya.


Kriss yang sudah berada di Scaffolding tiba-tiba terdiam melihat pekerjaan yang harus di kerjakan olehnnya. Dengan lebar dan tinggi gedung Kriss mulai berfikir bagaimana bisa melakukan ini sendirian? Apa yang harus dilakukan untuk melakukan pekerjaan yang teramat berat ini. Kriss menghentikan niatnya untuk melakukan pembersihan. Kriss naik lagi ke atas dan membuka semua pakaian dan peralatan. Kriss berganti dengan pakaian pegawai kebersihan sehari saja lalu keluar dari pintu rooftop.


Kriss pergi ke menggunakan masker dan menyamar untuk memasang semua kamera dan pengeras suara ke setiap ruang penting di gedung bawah sebagai pusat pegawai apartemen. Setelah semua selesai, Kriss kembali ke ruangan yang dekat dengan rooftop untuk mengambil tablet dan headset di dalam tas. Kriss berjalan ke atas meninggalkan ruangan dan mulai mengamati semua hal yang berada diruang.


Kriss membuka laptopnya dan mulai memantau keadaan setiap ruangan yang sudah di pasang olehnnya. Semua peralatan kamera dan menyadap bisa di pasang di setiap ruangan karena Kriss melakukan penyamaran sebagai pembersih debu juga. Kriss benar-benar berlian memikirkan ide itu.


Baru saja beberapa menit memasang saat semua orang sedang makan siang, Kriss saat ini mendengar dengan jelas percakapan manajer di apartemen ini sedang berbicara dengan beberapa orang untuk menjaga rahasia tentang korupsi yang yang dilakukan dengan keadaan massal. Hanya manajer kebersihan yang tidak mengetahui tentang akal liciknya.


Kriss benar-benar mendengar bahwa mereka membagi hasil penjualan apartemen yang tidak dapat di bayar dengan tepat waktu akan disita dengan mempercepat waktu kepemilikan untuk memberikan setiap bulan sebagai cicilannya. Cicilan yang di berikan oleh mereka juga sangat tinggi memiliki bunga. Sementara hal-hal yang sudah jelas bahwa hotel ini adalah hotel penghianat.


Kriss tersenyum mendengarkan mereka yang sedang berbicara dan langsung menandai orang-orang tersebut. Dengan fokus dan juga semangat Kriss melihat bahwa yang menjadi permasalahan dari beberapa apartemen yang bolak balik silih berganti kepemilikan dan pemilik apartemen yang banyak mengeluh soal surat menyurat berkas kepemilikan.


Semua sudah terjawab dengan satu hari. Di mulai dengan korupsi dana sarana dan prasarana kegiatan apartemen seperti pembelian alat-alat safety pegawai, makanan pegawai, gaji pegawai dan juga pemilik setiap apartemen sangat tidak masuk akal. Dalang yang dicari selama ini adalah manajer apartemen yang mengelola semua hal di apartemen.


"Hujan menjadi penghalang pekerjaan yang mungkin akan dilaksanakan besok saja. Dan aku kira kau masih bekerja sehingga aku datang untuk menghentikan mu." Ucap paman.


"Tenang saja paman, aku masih sayang dengan nyawa ku. Sehingga aku langsung naik ke atas dan pergi ke ruangan ini. Pdfffffff." Kriss tertawa kecil.


"Apakah kau sudah makan ?" tanya paman.


Kriss menjawab belum sehingga mereka bersama-sama pergi ke kantin pegawai untuk menikmati makanan. Kriss di traktir oleh sang paman bahkan mengikuti pesanan yang di rekomendasikan oleh paman untuk Kriss.


Tiba-tiba saat mereka sedang menikmati makanan datang seorang sekertaris manajer yang sedang wajah seram sedang memberikan pelajaran kepada paman itu. Paman di tegur karena membawa Kriss masuk ke dalam restoran yang sebenarnya hanya khusus koki dan juga hanya pegawai tetap di perusahan ini.


Hal itu membuat Kriss emosi setelah melihat sekertaris manajer itu menuangkan minum di atas kepala paman. Kriss menahan kepalannya dan diam saja. Sang paman memberikan permohonan maaf pada sekertaris manajer lalu membawa Kriss pergi pindah tempat karena tempat ini sudah di tegur oleh sekertaris bos.


"Dia siapa?" tanya Kriss


Paman itu menjelaskan siapa Kriss dan harus sabar menghadapi mereka yang bisa menindasnya. Kriss terus mengecek semua kemungkinan dengan mengamati dan mendokumentasikan.


"Jika aku jadi bosnya. Aku akan meletakkan paman ke manajer atas mengatur semua hal yang ada di sini." Jawab Kriss dan mereka membuat janji seperti anak kecil. Bercerita banyak hal seperti pengalaman sang paman itu saat 10 tahun yang lalu. Kriss juga mendengarkan hal-hal random yang di ceritakan oleh paman saat mereka makan siang di ruangan pembersih kaca tadi. Jika di rooftop terguyur hujan yang deras.


Sang kakek pergi meninggalkan Kriss dan memerintahkan Kriss untuk pulang karena sudah di pastikan pekerjaan ini tidak jadi hari ini karena cuaca. Kriss tersenyum dan memberikan lambaian tangan kepada sang kakek. Kriss juga ikut bersama untuk keluar dari apartemen. Kriss yang berjalan di bawah setelah keluar dari lift bertemu dengan Veronica. Tidak menyangka Veronica terkejut dengan kehadiran pacar Joy ada di apartemen miliknya dengan menggunakan pakaian pembersih kaca.