Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Pertemuan Kriss dengan Veronica di Apartemen



30 menit sebelum makan siang dan pertemuan dengan Veronica.


Kriss turun menggunakan lift pegawai yang sudah tentukan. Lift ini berada di ujung kanan gedung apartemen Sandreas. Kriss yang masih menggunakan pakaian pembersih keluar dari lift bersama dengan sang paman yang akan menikmati makan siang di restoran apartemen. Kebetulan sang paman memiliki voucher makanan berdua yang bisa di tukarkan ke dalam restoran.


Paman manajer kebersihan yang melihat Kriss yang begitu rajin dan semangat menjadi seorang pemuda yang begitu ulet dalam bekerja. Melihat Kriss yang baru saja membersihkan kaca apartemen pada lantai 20 saja. Dan tiba-tiba suara guntur menghentikan Kriss untuk bekerja lagi. Kriss naik ke atas rooftop dari pekerjaannya.


Bertemu dengan paman itu dan di ajak untuk makan siang bersama karena menghabiskan tiket diskon makan di restoran apartemen Sandreas. Kriss menerima tawaran itu dan mereka berdua turun ke bawah dengan menggunakan lift. Mereka yang keluar dari lift berpapasan dengan Veronica yang akan masuk ke dalam lift.


Tepatnya mereka bertemu di lantai bawah apartemen Sandreas. Kriss dan paman manajer kebersihan itu masih sibuk berbicara sambil berjalan. Tidak melihat orang-orang sekitar dan Veronica di lewati mereka begitu saja. Langkah Veronica untuk masuk ke dalam lift terhenti dan membalikkan tubuhnya untuk melihat apa yang baru saja lewat dari depannya.


Veronica melihat Kriss yang menggunakan pakaian kebersihan bersama dengan manajer kebersihan apartemen Sandreas sedang berjalan bersama. Veronica mengingat bahwa orang yang baru saja lewat adalah pacar Joy yang selalu datang membawa makan siang dan juga orang yang selalu di bicarakan ketika di rumah sakit.


Veronica mengikuti mereka berdua yang masuk ke dalam restoran dan memesan makanan menggunakan voucher gratis. Veronica yang melihat itu langsung mendapatkan ide yang baik untuk melakukan aksi kejahatannya. Veronica dengan menggunakan ponselnya memotret Kriss yang masih menggunakan pakaian kebersihan dan bersama dengan manajer kebersihan itu di meja makan restoran.


Tidak berhenti disitu, selain mengambil foto tanpa seijin Kriss, Veronica melakukan ide jahatnya lagi. Veronica berjalan ke arah ruang manajer diantara manajer bidang apartemen Sandreas yang bernama Edon. Suara ketukan terdengar dari balik pintu Edon yang sedang berkumpul dengan beberapa bahwannya. Edon mempersilahkan Veronica masuk.


"Keponakan paman? Ada apa kemari?" tanya Edon dengan wajah yang terkejut dengan kehadiran Veronica.


"Boleh aku masuk dan berbicara dengan paman sebentar? tapi sepertinya aku datang pada waktu yang salah." tanya Veronica dari depan pintu. Veronica melihat banyak orang yang berada di dalam ruangan namun seolah-olah tidak berani untuk berbicara.


Edon langsung berdiri dan tersenyum mengatakan bahwa mereka juga baru selesai berbicara. Edon mempersilahkan Veronica untuk masuk ke dalam ruangannya. Semua orang berpamitan pergi meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan. Pintu tertutup dan Veronica sudah duduk di sofa berhadapan dengan pamannya.


"Paman kenal dengan orang ini?" tanya Veronica yang menunjukkan foto Kriss dengan manajer pembersih.


"Ini adalah Baron, manajer kebersihan di apartemen Sandreas. Ada apa dengannya? tanya Edon.


"Bukan paman. Kalau paman Baron aku kenal dengannya karena dia sudah lama tinggal di sini. Dia juga salah satu mantan manajer sebelum paman bukan? Yang aku tanyakan adalah pria yang ada di sampingnya." Jawab Veronica.


Edon membuka berkas di komputernya dan mencari tau siapa pemuda yang ditanya oleh keponakannya. Tapi tidak mendapatkan identitas asli nya sampai Kriss terlihat di pengamanan bahwa dia menunjukkan kartu identitas sebagai pembersih kaca pada hari ini.


"Aku menemukannya. Dia adalah pemuda yang bekerja sebagai pembersih kaca pada hari. Ada apa dengannya? Apa kau mengenalnya?" tanya Edon.


"Aku tidak mengenalnya tapi aku pernah melihatnya bersama dengan seseorang yang aku benci. Apa paman memiliki informasi tentang dia lebih dalam?" tanya Veronica.


"Tidak, setiap hari pembersih kaca apartemen akan berganti. Paman mengambilnya dari jasa cleaning cepat." Jawab Edon.


Veronica terdiam sebentar dan sedang berfikir. Tiba-tiba dia berbicara dengan pamannya dengan menjelaskan apa yang dimaksud olehnnya untuk meminta bantuan sang paman. Sang paman menganggukan kepalannya dan mengiyakan permintaan Veronica.


Mereka bedua keluar dari ruangan manajer dan bergegas ke restoran. Veronica hanya berada di luar restoran dengan melihat pada kaca bening yang memperlihatkan dengan jelas isi restoran. Sedangkan Edon masuk ke dalam restoran dan berjalan ke arah meja Kriss bersama dengan Baron.


"Edon, apa-apaan kau membawa seroang petugas kebersihan untuk masuk ke dalam restoran apartemen Sandreas. Apa kau tidak mengetahui etika orang kaya untuk tidak sembarangan memperbolehkan seseorang masuk ke dalam arena ya?"


Edon menjelaskan bahwa hanya penghuni apartemen Sandreas yang di perbolehkan untuk masuk ke dalam restoran Sandreas yang bisa makan di tempat mewah ini. Tidak ada yang boleh masuk ke dalam restoran ini seperti Kriss yang seorang pembersih kaca. Edon menghina Kriss yang menggunakan pakaian pembersih kaca yang tidak pantas untuk makan di restoran ini.


Sementara Baron menjelaskan kepada Edon bahwa mereka masuk dan makan ke restoran ini dengan menggunakan voucher makan gratis. Tidak ada larangan siapa yang harus masuk ke dalam restoran untuk menikmati makanan. Tidak ada juga yang melarang mereka sejak tadi saat masuk dan makan di sini.


Keributan yang dibuat mereka berdua menjadi tontonan banyak tamu restoran yang ada di dalam. Semua orang terkejut dengan kejadian keributan ini sehingga membuat mereka menjadi tindak nyaman. Edon meminta maaf atas ketidak nyamanan mereka menikmati makan siang. Edon memerintahkan penjaga keamanan untuk menyeret Baron dan Kriss jika tidak mau keluar.


Di sisi lain, Veronica sedang merekam saat Kriss dan Baron sedang di seret ke luar dari restoran. Tatapan puas dan juga senang terlihat jelas dari senyum licik yang tergambar di wajah Veronica. Ide yang dibuat oleh nya untuk mempermalukan pacar Joy berhasil. Setelah mendapatkan video yang diinginkan olehnnya. Veronica membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan keributan itu.


Kriss dan Baron yang kedua tangannya di pegang di belakang punggung mereka oleh kedua penjaga keamanan dan berjalan keluar dari restoran untuk melanjutkan teguran dari Edon. Edon mengikuti mereka yang ada di depan sedang di seret keluar dari restoran apartemen Sandreas. Kriss hanya diam saja tanpa perlawanan namun matanya yang sedang menyimpan rasa dendam untuk segera membalas di tutupi dengan wajah polos yang tampan.