
Joy melihat Kriss keluar dari pintu apartemen sunrise dengan membawa dua kantong plastik sampah, Joy langsung bersembunyi dibalik pepohonan. Seorang penjaga gerbang melihat gerak gerik Joy yang mencurigakan sehingga berjalan ke arah Joy dan ingin bertanya. Kriss sudah masuk ke dalam lagi setelah membuang sampah.
"Apa yang anda lakukan disini?" tanya seorang penjaga.
"Maaf, aku kira tadi orang yang aku kenal ada di sana sehingga aku bersembunyi." Jawab Joy membungkukkan badannya untuk meminta maaf lalu pergi meninggalkan tempat. Joy kembali ke asrama setelah melihat dengan jelas bahwa Kriss benar-benar bekerja di tempat itu.
Disisi lain, setelah Kriss menyelesaikan pekerjaannya membantu mengecek bahan makanan di restoran, Kriss pergi ke lantai atas untuk membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke rumah sakit.
Veronica mendapatkan kabar bahwa orang-orang yang di panggilan sebelumnya yang tiba-tiba tidak mendapatkan kabar itu ternyata mereka telah pindah negara l. Veronica tidak mengetahui apa alasan mereka telah pindah negara sehingga dirinya mencari orang lain untuk mengerjakan sebuah tugas.
"Ayah memberikan aku pengawal baru karena yang lama telah berhenti bahkan mereka pindah negara?" tanya Veronica dari telepon. Sang ayah Eron hanya mengetahui hal itu saja sehingga memberikan supir dan pengawal baru kepada Veronica setelah beberapa hari dirinya tidak di jaga oleh siapa-siapa.
"Iya sayang. Banyak media dan juga orang-orang yang mungkin menargetkan kita karena sedang di masa pemilihan. Jadi, ayah harap Veronica dapat menjaga diri dan bersikap baik untuk sementara waktu." Jawab Eron dan Veronica mengiyakan saja.
Setelah menelpon dengan sang ayah, Veronica sudah selesai melakukan shif pekerjaannya di rumah sakit dan berjalan keluar rumah sakit untuk pulang. Banyak orang yang lalu lalang di lobi utama rumah sakit. Masuk dan keluarnya orang-orang dari pintu utama.
"Jangan sentuh yang tak seharusnya kau sentuh, jangan melakukan hal licik lagi kepada Joy." Ucap Kriss menggunakan hoodie hitam yang melewati Veronica saat di lobi utama rumah sakit. Veronica menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang, namun ia bingung, tidak mengetahui siapa yang sedang berbicara dengannya tadi.
"Kurasa itu sudah cukup memberikannya peringatan." Jawab Kriss dengan menyembunyikan dirinya di balik tembok. Kriss memakai pakaian serba hitam dengan masker dan juga topi hitam.
Kriss berjalan ke arah ruang UGD untuk melihat Joy dari kejauhan, terlihat jelas saat itu Joy yang melakukan pekerjaannya seperti biasanya. Membantu banyak pasien dan juga mengecek data-data pasien. Joy saat ini masuk dari shif siang hingga malam.
Joy yang sudah selesai bekerja berjalan dari ruang UGD menuju ke asrama rumah sakit. Karena sudah terlalu malam, jalanan terlihat sepi walaupun masih berada di lingkungan rumah sakit. Lampu-lampu jalanan yang berada di rumah sakit masih terang menyala namun tidak ada satu orang pun yang terlihat.
Suara kaki yang terus mengikuti Joy membuat Joy menghentikan langkahnya dan berfikir bahwa ada orang yang sedang mengikutinya atau tidak. Tapi saat Joy berjalan kembali ada beberapa langkah orang yang mengikuti Joy, Joy yang menyadari hal itu langsung berjalan cepat untuk segera sampai di asrama. Kriss yang melihat dari seberang jalan melihat ada 5 orang lelaki yang sedang mengikuti Joy. Dengan cepat Kriss mendekati Joy dengan menyapanya di depan Joy.
"Hy Joy." Jawab Kriss di depan Joy sehingga Joy berhenti dan melihat Kriss. Joy sudah tanda dengan suara Kriss sehingga kuda-kuda yang ingin memukul orang di hentikan.
"Mengantar mu pulang." Jawab Kriss yang tersenyum dan sedang memberikan kode dengan wajah yang mendekati telinga Joy dan berkata "Dibelakang mu ada 5 orang yang mengikuti."
Joy mengerti apa yang dikatakan oleh Kriss sehingga membuatnya berjalan kembali dan ikuti oleh Kriss. 5 orang yang mengikuti Joy menghentikan langkahnya dan dari jauh perlahan-lahan tetap mengikuti mereka.
"Apa mereka masih mengikuti kita?" tanya Joy kepada Kriss dan Kriss menganggukan kepalannya. Kriss mengikuti Joy yang berjalan dan bertanya siapa yang mengikutinya. Joy tidak mengenal siapa mereka dan apa mau mereka. Joy kembali bertanya apa yang sedang dilakukan oleh Kriss di tepat ini. Dengan jawaban yang sama Kriss menjawab. Joy lebih banyak diam tanpa bertanya apa-apa lagi, begitu juga dengan Kriss yang tidak banyak bicara dan memikirkan siapa yang sebenarnya sedang mengikuti Joy.
Joy dan Kriss berjalan sudah sampai di depan asrama rumah sakit F. Joy dan Kriss saling berhadapan dan mengucapkan selamat malam dan semoga mimpi indah. Mereka berdua juga memastikan bawah orang yang mengikuti Joy tadi apakah masih mengikuti. Kriss menjawab kemungkinan mereka berada di jarak 10 meter dari mereka berdiri. Kriss memerintahkan Joy untuk segera masuk. Joy berjalan masuk ke dalam pagar asrama namun langkahnya berhenti, Kriss yang masih melihat Joy masuk dan naik ke asrama rumah sakit masih menunggu di depan pagar.
"Kenapa kembali lagi?" tanya Kriss kepada Joy yang berjalan ke arahnya kembali.
"Mana ponsel mu?" tanya Joy berjalan mendatangi Kriss lagi untuk meminta nomor handphone Kriss. Kriss menatap Joy beberapa detik dan melihat tangan mungkin Joy yang sedang di ulurkan meminta ponselnya. Kriss mengeluarkan ponselnya dan memberikan kepada Joy.
"Ponsel yang diberikan kepada ku terjatuh saat menyelamatkan di musibah kebakaran kemarin. Jadi ponsel itu rusak parah, tidak bisa di perbaiki lagi dan aku sudah membuangnya di tong sampah. Ponsel ini milik ku, tenang saja." Jawab Kriss yang melihat wajah Joy terdiam saat menerima ponsel yang diberikan oleh Kriss.
Joy tidak menjawab ucapan Kriss dan menarik tangan Kriss untuk melakukan scanner sidik jari Kriss membuka ponselnya. Joy mengetik nomor handphonenya di ponsel Kriss untuk di simpan lalu memanggil ke nomor ponselnya agar dapat di simpan oleh Joy di ponselnya.
"Katakan pada ku jika kau membutuhkan bantuan. Oh salah, lebih tepatnya beritahu Jika kau sudah memiliki jawaban atas permintaan mu kepada ku." Jawab Joy memberikan ponselnya kepada Kriss.
"Apakah hanya itu saja? Tidak bisakah aku menghubungi mu dengan hal lain?" tanya Kriss.
"Aku akan membalasnya jika aku tidak sibuk." Jawab Joy yang kemudian masuk ke dalam pagar asrama dan naik ke lantai atas. Kriss tersenyum dengan melihat sifat malu-malu Joy kepadanya. Dengan memegang ponsel dan melihat nomor handphone Joy yang sudah tersimpan.
"Tanpa di simpan aku juga mengingatnya." Jawab Kriss dalam hati melihat lampu kamar asrama Joy sudah hidup menandakan bahwa Joy sudah masuk ke dalam kamarnya. Setelah melihat semua itu, Kriss merasa tidak khawatir lagi bahwa Joy sudah sampai di asrama.