Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Menurunkan Suhu Tubuh Joy



Joy meletakkan jas dokter di gantungan ruang kerja. Mengambil tas lalu keluar ruangan untuk kembali ke asrama. Berjalan ke pintu keluar ruang UGD namun tiba-tiba kepalanya pusing. Jalanan bergoyang, kaki Joy tidak stabil berdiri, dengan tangan kanan yang menyentuh dinding untuk menahan diri agar tidak terjatuh.


Dari jauh dua orang lelaki sedang memandang Joy. Pertama Kriss yang sudah menunggu Joy sejak tadi, kedua lelaki suruhan Eron yaitu pengawal baru Veronica yang sudah memberikan minum kepada Joy agar bisa menculiknya. Dengan jalan cepat menuju ke arah Joy, Kriss lebih mendahului pengawal Veronica.


"Kau tidak apa-apa Joy?" tanya Kriss melihat wajah Joy yang pucat dan keringat yang banyak dari dahi hingga pelipis mata Joy. Joy menggelengkan kepalanya dan berjalan kembali dengan tubuh stabil dan bertanya kenapa Kriss ada di sana. Melanjutkan perjalanan beberapa meter dengan Kriss, tiba-tiba Joy terjatuh dan di tampung oleh Kriss. Kriss yang memeriksa keadaan Joy yang panas dan jantung yang berdetak sangat cepat membuatnya khawatir dan berlari sambil menggendong.


Kriss melihat Charlie yang berada didepan pintu UGD di jemput oleh supirnya untuk pulang. Kriss mencegah Charlie dan memerintah untuk memeriksa keadaan Joy. Dengan tergesa-gesa mereka berlari meletakkan tubuh Joy ke atas tempat tidur pasien. Mendorong Joy ke ruang UGD dan di periksa oleh Charlie.


"Apa yang terjadi padanya?" tanya Kriss yang melihat Charlie keluar dari pintu ruangan.


"Aku tidak tahu jelas, tapi sepertinya dia diberi obat perangsang sejenis narkotika sehingga suhu tubuhnya menjadi 36° Celsius." Jawab Charlie menjelaskan kepada Kriss dan bagaimana untuk mengatasi semua ini. Charlie sudah memberikan obat untuk menetralkan obat yang masuk ke dalam tubuhnya namun efeknya tidak cepat. Joy harus mengalami 1 jam siksaan panas pada tubuhnya sebelum semua efek obatnya benar-benar netral.


Kriss menelpon Ron untuk mencari hotel terdekat dan membeli es balok ukuran kecil sebanyak mungkin dengan segera. Ron langsung menunggu di depan pintu UGD. Kriss menggendong Joy dari ruang UGD masuk ke dalam mobil Ron dan mereka pergi ke hotel.


"Baron sudah menyiapkan semua yang tuan muda minta. Apa yang terjadi dengan nona ini?" tanya Ron namun Kriss diam saja dan memandangi Joy yang ada di pangkuannya di kursi belakang mobil. Meraka hanya membutuhkan waktu 5 menit sampai di hotel dan Kriss memasukkan tubuh Joy ke dalam bathub berisi air dingin yang di kelilingi es batu.


Kriss memerintahkan mereka berdua untuk menunggu di luar. Menyiapkan baju dan memerintahkan 1 orang wanita untuk datang. Baron menyuruh istrinya untuk datang dan membantunya memenuhi perintah dari Kriss. Kriss yang masih menunggu Joy yang merendam di air dingin dengan wajah yang gelisah.


Satu tangan Joy yang di genggam erat oleh Kriss dan tidak dilepaskan. Joy benar-benar terlihat gelisah karena tubuhnya terasa sangat terbakar. Es yang berada di bathtub sudah setengah mencair menjadi air. Kriss memerintah Baron dan Ron untuk kembali menuangkan es batu. Mereka terus melakukan hal itu hingga 5 kali penuangan es batu ke bathtub. Di bantu oleh istri Baron yang mengecek suhu Joy terus menerus.


Sejam kemudian, termometer yang di pakai oleh istri Baron menunjukkan suhu yang normal sehingga Kriss mengangkat Joy di atas tempat tidur dan memerintahkan istri Baron untuk mengganti baju Joy dan mengurusnya.


"Mohon bantuannya bibi, jika ada keperluan lain silahkan katakan kepada paman Baron. Aku ada di kamar sebelah." Ucap Kriss.


Kriss memerintahkan Ron membereskan kamar sebelah dan beristirahat. Memerintahkan Baron dan istrinya pulang untuk istirahat dan kembali lagi kemari besok pagi membawa masakan yang di perintahkan oleh Kriss untuk di buat. Mereka melaksanakan perintah dari Kriss. Kriss tinggal bersama dengan Joy malam ini. Kriss tetap memegang tangan Joy dengan duduk di sebelah Joy semalaman tanpa tertidur. Melihat waktu sudah subuh, Kriss melaksanakan aktifitas seperti biasanya.


Joy membuka mata dan melihat sudut ruangan ke kanan dan ke kiri, lalu ingin bangkit dari tempat tidur. Kriss melihatnya Joy yang ingin duduk membuatnya bangkit dan mendekat.


"Jangan bergerak dulu? Kau baru saja siuman." Ucap Kriss yang mendekati Joy.


"Aku dimana? Kenapa aku bersama dengan mu?" tanya Joy yang ketakutan dengan melihat baju yang sudah terganti. Dikamar berdua dengan seorang lelaki, dan tempat yang tidak di kenal.


Kriss tersenyum dan bertanya apa Joy tidak mengingat apa yang terjadi tadi malam. Joy berusaha mengingat apa yang terjadi namun ia hanya mengingat terakhir kali bertemu dengan Kriss. Dan ingatan yang lain hanyalah ingatan yang samar-samar sehingga tidak dapat mengingat dengan jelas. Joy memandangi Kriss dengan wajah yang serius dan ingin mendapatkan jawaban. Kriss dengan menggoda mengatakan bahwa mereka sedang menikmati waktu satu malam yang tidak terlupakan.


Tiba-tiba suara ketukan pintu terbuka, Kriss membuka dan yang datang adalah Baron beserta istrinya. Istri Baron masuk dan Baron tetap menunggu di luar bersama dengan Ron.


Joy melemparkan bantal ke arah Kriss yang tidak menjawabnya, dengan tersenyum Kriss melihat kepanikan yang jelas lucu dan imut dari wajah Joy menurut Kriss. Kriss menjawab dengan wajah yang tersenyum dan mengatakan bahwa dia hanya melihat sedikit saja. Lalu di balas oleh istri Baron dengan tersenyum saat muncul di hadapan Joy. Kriss pergi meninggalkan Joy di dalam bersama istri Baron.


"Kau mau kemana? Jawab pertanyaan ku dulu." Ucap Joy yang menjerit kepada Kriss.


"Nona tenang saja, aku yang mengganti pakaian nona kemarin malam." Istri Baron menjelaskan dengan jelas apa yang terjadi tadi malam. Istri Baron yang tidak tahu persis apa yang terjadi pada Joy namun menjelaskan bagaimana keadaan Joy malam itu saat dilihatnya. Membantu menurunkan suhu tubuh Joy yang di rendam di bathtub yang penuh dengan es dan mengecek terus suhu tubuh Joy. Kriss yang menunggu dan tekun merawat Joy bahkan tidak tidur semalaman hanya menunggu Joy siuman hingga pagi ini. Istri Baron menceritakan apa yang diketahui olehnnya.


Joy merasa lega bahwa apa yang terjadi malam tidak seperti yang di fikirkan olehnnya sejak Kriss menggodanya sejak tadi. Dengan wajah yang kesal Joy merasa dirinya sedang di tipu oleh Kriss. Tapi bersamaan Joy berfikir bawah dirinya merasa sangat beruntung bertemu dengan Kriss.