Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Sepeda KAWS Trek Madone



Pesan masuk terlihat di layar kaca ponsel Joy yang sedang berada di atas meja. Joy masih berada di luar untuk memeriksa beberapa pasien yang datang ke UGD dengan luka ringan maupun berat. Joy masih tetap tidak diberi izin oleh Charlie untuk ikut ke ruang operasi setelah kejadian bos gangster itu. Joy masih berada di ruang lingkup ruangan UGD untuk pemeriksaan biasa.


Setelah semua pekerjaan selesai di pukul jam 03.00 Wib, Joy bergantian oleh suster untuk istirahat karena semua pasien sudah periksa. Joy masuk ke dalam dan membaringkan tubuhnya untuk istirahat beberapa jam sebelum subuh. Joy tidak melihat ponsel yang berada di atas meja untuk diperiksa. Joy di bangunkan oleh suster untuk pergantian shift. Joy hanya mencuci mukanya lalu pergi meninggalkan ruang UGD untuk pergi ke asrama.


Saat Joy keluar dari rumah UGD dan berdiri di depan jalan melihat seorang lelaki yang dikenal olehnya sedang berada di atas sepeda. Kriss berdiri di depan sepeda dan tersenyum kepada Joy. Kriss menggunakan pakaian sport dan berjalan menuju Joy. Joy terdiam karena terkejut dengan kedatangan Kriss.


"Apa aku harus menjawabnya sekarang?" tanya Joy dalam hati.


"Pagi,apakah aku datang di waktu yang tidak tepat untuk mengajak olahraga pagi?" tanya Kriss sedang menyapa Joy yang berada di depannya.


Joy hanya melirik Kriss lalu mengalihkan pandangannya ke belakang untuk melihat sepeda yang digunakan oleh Kriss. Joy berjalan melewati Kriss dengan mendatangi sepeda lalu menaikinya. Joy mengatakan bahwa dirinya ingin menaikkan sepeda. Kriss hanya menganggukan kepalannya dan mengatakan bawah Joy yang menaiki sepedanya dan dia akan lari mendampingi Joy.


Joy tersenyum dan mengatakan ayo kepada Kriss. Joy mengatakan bahwa dirinya ingin pergi ke luar rumah sakit menuju ke arah taman bunga yang berada tidak jauh dari rumah sakit. Kris mengiyakan Joy yang terlihat sangat senang menaiki sepeda miliknya. Mereka berjalan di jalur sepeda yang berdekatan dengan jalur parkir mobil jika ingin berhenti di jalan raya.


Angin pagi, dan jalanan yang tidak ramai kendaraan berlalu lalang serta melihat mereka berdua yang sedang menikmati olahraga pagi. Tiba-tiba ada mobil yang menabrak sepeda Joy sehingga membuat Joy terjatuh, namun dengan cepat Kriss menampung Joy yang jatuh ke arahnya namun sepedanya terjatuh mengenai mobil itu. Mereka berdua tidak terjatuh karena Kriss memasang kuda-kuda yang kuat saat menampung Kriss.


Kedua mata mereka berdua bertemu dan bibir mereka berdua hanya terpisah 5 cm dan mata hanya sekitar 10 cm. Tubuh mereka berdua saling berpelukan seketika waktu berhenti dan mereka saling memandang satu sama lain. Kriss dengan cepat melepaskan Joy mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja atau tidak. Joy dengan wajah merona dan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.


Lelaki dengan badan besar dan beratato keluar dari pintu mobil dengan wajah yang seram. Lelaki itu jalan ke arah mereka dan melihat mobilnya yang menabrak sepeda Kriss. Lelaki itu meminta pertanggungjawaban mereka berdua yang telah merusak mobilnya. Lelaki itu bernada tinggi meluapkan emosinya dengan kata-kata yang kasar kepada Kriss dan Joy. Dengan tangan yang menunjukkan ke arah Kriss dan Joy saat marah-marah.


Joy berjalan menghalangi lelaki itu sedang marah-marah di depan Kriss. Joy dengan tegas memberikan tanggapan kepada lelaki itu yang salah telah berjalan di jalur sepeda. Lelaki itu membelok ke arah Joy yang sedang menaikinya sepeda Kriss. Lelaki itu terdiam sesaat saat Joy mengatakan bahwa dirinya yang salah telah membelok dan tidak melihat Joy yang sedang menaiki sepeda.


Kriss menarik tangan Joy dan dirinya berada di depan Joy. Kriss menatap lelaki itu dengan tatapan dan aura membunuh. Lelaki itu tiba-tiba terdiam dan merasa terintimidasi saat wajah Kriss di hadapannya. Lelaki bertato dengan bergemetaran mengatakan untuk meminta ganti rugi kepada Kriss jika tidak akan di laporkan oleh polisi. Kriss mempersilahkan hal itu. Lelaki bertato itu menelpon seseorang yang dikenalnya di kepolisian untuk menakuti Kriss.


Mereka berdua menunggu beberapa menit untuk kedatangan polisi itu. Joy membisikkan kepada Kriss lebih baik membayar kompensasi hanya daripada menyelesaikan dengan polisi. Kriss hanya tersenyum dan mengatakan bawah semuannya akan baik-baik saja. Kriss mengetik di ponselnya untuk memberitahukan Roy datang sekarang juga.


Polisi itu datang dengan menggunakan mobil patroli dan Roy hanya datang dengan berjalan kaki tidak menampilkan menggunakan mobil yang di parkir tidak jauh dari sana. Polisi itu diberitahukan oleh lelaki bertato tentang permasalahan yang terjadi. Mereka berdua seperti berteman satu sama lain. Joy ingin membantah apa yang dikatakan oleh lelaki bertato itu dan Kriss menahannya. Roy yang seperti orang asing sedang berjalan mendamaikan apa yang terjadi.


Kriss hanya mengatakan bahwa hanya ingin polisi untuk melihat kamera CCTV yang ada di di atas jalan dekat lampu merah. Roy yang datang dengan berpura-pura melihat dengan jelas kejadian sebagai saksi. Roy menawarkan kepada polisi dan lelaki bertato itu untuk mengatakan sesuatu bertiga. Joy bertanya apa yang dilakukan Roy yang dianggap lelaki asing itu ingin berbicara dengan polisi dan lelaki bertato. Kriss hanya menggelengkan kepalanya.


Lelaki bertato itu langsung mengajukan kompensasi untuk kesalahan sepeda Kriss. Dengan tersenyum Roy mengatakan bawah sepeda itu bukan sembarangan sepeda. Lelaki bertato itu terdiam dan bertanya apa yang dimaksud dengan Roy. Roy menjelaskan bahwa sepeda itu lebih mahal di banding mobil miliknya.


KAWS Trek Madone (160.000 dolar AS atau Rp 2,3 miliar) Sepeda KAWS Trek Madone merupakan hasil kolaborasi dengan seniman terkenal yang dikenal dengan nama panggilan KAWS. Roy menjelaskan hal itu kepada lelak itu dan kepada polisi itu. Dengan wajah terkejut mereka berdua yang tiba-tiba terdiam.


Roy mengatakan kepada mereka berdua untuk lebih baik meminta maaf dan tidak memperpanjang masalah ini. Dengan wajah yang lemas dan takut mereka berdua berjalan kearah Joy dan Kriss. Lelaki bertato dan polisi itu membungkukkan kepalanya dan meminta maaf kepada mereka berdua.


Kriss hanya mendirikan sepedanya dan mengajak Joy untuk pergi meninggalkan mereka. Dan mengatakan untuk melakukan sesuai dengan hukum yang berlaku saja. Kriss memberikan kode kepada Roy untuk melaksanakan hal selanjutnya. Joy yang bingung dengan perilaku polisi'dan lelaki bertato itu bertanya kepada Kriss.


"Seperti yang kamu katakan, lebih baik kita kabur jika ada kesempatan." Jawab Kriss tersenyum dan tertawa. Joy yang ikut tertawa dan mengatakan setuju atas tindakan Kriss.