Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Kriss Bertarung dengan sekelompok preman



Setelah mengantarkan Joy kembali ke asrama rumah sakit F, Kriss pergi membawa sepedanya ke apartemen Sandreas. Kriss yang masih merasa sangat senang karena telah diterima oleh Joy membuatnya tetap terus mendorong sepeda hingga di depan taman tadi. Kriss baru tersadar bahwa dirinya berjalan di gang sempit daerah taman yang sunyi.


Lelaki bertato yang menjadi pertengkaran tadi sudah menunggu Kriss lewat. Saat ini dia bersama dengan beberapa preman menghadang Kriss berjalan. Kriss terdiam saat dirinya dihadang oleh beberapa orang yang membawa balok kayu dan batu. Terlihat jelas bahwa mereka ingin menyerang secara keroyokan.


"Kau bocah tengil yang sudah membuat ku malu di depan teman ku? Ku rasa sepeda mu ini sepeda mahal dan kau juga orang kaya bukan? Bagaimana jika sepeda mu ini menjadi kompensasi kejadian tadi pagi?" tanya lelaki bertato itu yang sedang berjalan mendekati Kriss dengan membawa kayu balok yang berukuran 40 cm dengan ketebalan 10 cm.


Kriss paham dengan situasi yang dihadapinya saat ini bahwa mereka ingin mengambil sepeda miliknya. Sepertinya Roy tidak membereskan mereka secara tuntas. Kriss harus siap-siap untuk menghadapi mereka semua dengan cepat. Kriss yang hatinya merasa bahagia telah diusik menjadi tidak baik sehingga membuatnya ingin melampiaskan mereka dengan cepat.


Kriss bertanya dengan to the point kepada mereka tentang apa yang mereka inginkan padanya. Lelaki bertato itu juga menjelaskan bahwa mereka ingin mengambil sepeda milik Kriss lalu mendengarkan Kriss untuk minta maaf kepada lelaki itu. Kriss hanya tersenyum dan mengatakan jika ia tidak menuruti apa yang mereka inginkan. Lelaki itu langsung mengatakan bahwa itu tidak baik karena Kriss akan dikeroyok oleh mereka semua.


Kriss tersenyum dan langsung menggerakkan siku kanannya ke arah lelaki bertato yang berada di belakang sisi kanannya. Pukulan siku Kriss yang begitu keras mengenai tepat di wajah laki-laki bertato itu. Pukulan itu membuat tubuh lelaki bertato itu mundur lalu wajahnya mengeluarkan darah pada hidungnya.


"Lakukan sesuka kalian." Jawab Kriss tersenyum dengan wajah yang menyeramkan dan juga aura membunuh yang kuat membuat sekelompok preman itu merasa merinding namun mereka tetap berjalan maju untuk menyerang Kriss atas perintah dari lelaki bertato yang merasa kesakitan atas pukulan tadi.


Kriss menghindar ke kanan dan ke kiri saat balok kayu yang melayang ke arah tubuhnya dari preman-preman yang membawanya. Kriss ke atas dan ke bawah lalu ke kanan dan ke kiri untuk menghindari segala pukulan tangan kosong maupun pukulan balok dari preman-preman itu. Tidak ada pukulan yang mengenai Kriss membuat mereka menjadi sangat tidak suka. Emosi yang begitu kuat semakin tinggi dari preman-preman yang mengeroyok Kriss.


"Kalian semua bodoh, aku sudah membayar kalian. Kenai dia dan rebut sepedanya." Ucap lelaki itu.


Kriss tersenyum dan mulai melakukan penyerangan setelah beberapa detik untuk bermain-main dengan mereka karena telah menghancurkan mood baik yang sedang dirasakan oleh Kriss. Kriss melayangkan tingginya ke arah lelaki yang ada di sebelah kanan lalu melayangkan tendangan ke arah lelaki yang berada di belakang. Kriss bergerak ke posisi kanan lalu melakukan tendangan dan juga tinju lagi ke arah preman-preman yang mengarahkan ke arahnya.


Kriss dengan cepat menangkis balok kayu yang mengarah ke kepalanya dengan tangan kanan. Bukan tangan Kriss yang terluka melainkan balok kayu yang diarahkan kepada Kriss terbelahnya dua. 3 orang preman yang melihat itu terdiam begitu juga dengan lelaki bertato yang menyerang Kriss. Mereka terkejut dengan tangan Kriss yang begitu keras melebihi kerasnya balok kayu yang digunakan untuk di pukul.


Kriss tidak memperdulikan mereka yang masih terkejut dengan tindakan yang dilakukan olehnya, Kriss langsung memberikan pukulan tinju ke arah lelaki bertato itu dari dagunya. Pemandangan slow motion yang meninju lelaki itu membuat lelaki bertato terjatuh ke tanah. 3 preman yang lain berdiri kaku melihat pemandangan yang mereka lihat dengan sekejap mata Kriss mengalahkan teman-teman mereka dengan sekali pukulan. Teman-teman mereka yang sudah jatuh di atas tanah tidak sadarkan diri.


"Kalian juga mau? Jika kalian berhenti di sini, aku akan menghentikan hal ini. Tapi jika tidak, majulah. Aku akan membuat kalian sama seperti mereka." Jawab Kriss yang membuat preman-preman itu menjatuhkan senjatanya lalu bersujud meminta ampun kepada Kriss. Kriss tidak mengatakan apa-apa hanya membalikkan tubuhnya membawa sepeda dan berjalan keluar dari gang sempit yang membuatnya salah jalan.


"Huh, lumayan menghibur. Bisa-bisanya tersesat jalan pulang dan bertemu dengan mereka......." Ucap Kriss dalam hati lalu menghentikan langkahnya untuk mengucapkan beberapa kata kepada mereka yang masih sadar.


"Aku lupa mengatakan kepada kalian, sampai ini kepada orang yang telah membayar kalian untuk membuatku babak belur dan mengambil sepeda ini. Katakan padanya untuk tidak muncul lagi di hadapanku atau perempuan yang bersama denganku. Jika saja kalian muncul di hadapanku atau perempuan yang aku maksud kalian semua tidak akan pernah menghirup udara segar lagi. Kalian merasakan akibatnya lebih parah dari hari ini jika kalian masih sayang terhadap nyawa kalian." Jawab Kriss kepada ketiga preman itu. Mereka menganggukan kepalanya dan mengucapkan ribuan terima kasih kepada Kriss karena telah mengampuni mereka.


"Dia benar-benar monster. Aku sudah lama menjadi seorang preman jalanan dan melihat banyak para mafia maupun orang-orang yang memiliki kekuatan berkelahi namun saat aku melihat dia yang membantai semua teman-teman kita dengan sekali gerakan membuatku tahu bahwa dia bukan orang sembarangan. Bagaimana monster seperti itu bisa berada di sini dan siapa sebenarnya dia? Kenapa aku tidak merasakan bahwa tatapannya tadi sebelum menyerang kita semua membuat bulu kudukku merinding." Jawab salah satu preman kepada dua preman lainnya yang menganggukkan kepalanya bahwa mereka menyetujui apa yang diucapkan oleh temannya.


Kriss yang sudah berhasil keluar dari gang sempit sampai di depan taman saat bersama dengan Joy. Dan ternyata di ujung sebrang jalan, Ron sedang menunggu di depan mobil. Ron yang melihat Kriss berjalan menuntun sepedanya langsung mendatangi dan mengangkat sepeda Kriss untuk di bawa kedalam mobil.


"Tuan muda dari mana saja? Aku sudah menunggu di sini 3 jam tapi tidak melihat tuan." Jawab Ron.


"Berkencan dan sedikit memberikan pelajaran kepada preman-preman di gang itu." Jawab Kriss menunjuk ke arah belakang. Ron yang menoleh ke belakang dan melihat 6 orang yang tergeletak di atas tanah dan 3 orang yang sedang melihat ke arah mereka.