Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Pesawat Di Sabotase Part 1



Kriss langsung mengatakan kepada Joy bahwa dirinya sudah selesai ke toilet. Kriss duduk tenang seperti tidak melihat apapun karena ia sedang di lihati oleh lelaki yang berada di sampingnya dan juga lelaki yang menggunakan kacamata. Kriss mendisikan sesuatu terhadap Joy saat Joy terlalu fokus dengan bacaan yang ada di dalam buku. Namun tidak jadi karena Kriss melihat seseorang yang disampingnya sedang memperhatikan Kriss saja. Kriss berpura-pura untuk mengobrol dengan Joy melalui bacaan buku. Kriss menunjuk sebuah kata perkata dari buku sambil berbicara tentang buku yang di baca Joy.


Joy yang awalnya tidak mengerti, namun setelah melihat Kriss menggunakan huruf besar S yang di awali lalu O lalu S. Joy melirik ke arah Kriss dengan tatapan mata berkedip Kriss dan Joy mengerti untuk melihat ke arah buku. Kriss menunjuk dari kata perkata dan Joy paham.


"Ada pembajak di pesawat ini, santai dan ikuti saja drama mereka. Saat aku di kamar mandi aku melihat para pembajak termasuk orang yang berada di samping ku. Dia sedang memperhatikan ku karena baru dari toilet. Mereka memasang bom di dalam toilet dengan durasi 2 jam. Tapi untuk saat ini jangan panik terlebih dahulu. Kita belum mengetahui siapa saja pembajaknya dan apa tujuan mereka. Jika nanti pramugari memberikan minum jangan di minum." Kata demi kata yang di baca oleh Joy dalam hati saat Kriss menunjuk ke kalimat di buku.


Joy menutup bukunya dan berkata kepada Kriss bawah dirinya saat ini sedang mengantuk dan ingin tidur. Kriss menganggukan kepalanya dan dengan penuh kasih Kriss mengambil selimut yang berada di atas kabin pesawat dan menyelimuti Joy. Joy saat ini sedang berpura-pura tidur. Sedangkan Kriss juga berpura-pura menutup matanya.


2 Pramugari datang membawa beberapa makanan yang ditawarkan oleh penumpang. Kebanyakan dari para penumpang meminta air mineral yang ada di gerobak dorong makanan. Pramugari memberikan mereka makanan dan juga minuman yang dibutuhkan . Kriss di bangunkan oleh pramugari dan di tawarkan, Kriss mengambil minum dan berpura-pura meminum seteguk. Pramugari berjalan terus dan menawarkan apa yang di bawa oleh mereka.


Kriss memperhatikan pramugari yang memberikan makanan dan minuman kepada penumpang. Kriss hanya melihat lima penumpang yang tidak meminum atau makan dari pramugari. Kriss, ketiga penjahat yang dikenali oleh Kris dan seorang anak laki-laki yang berumur 10 tahun itu. Kriss mulai paham bahwa mereka ingin membuat semua penumpang tertidur sesuai dengan yang dibicarakan oleh laki-laki berbadan besar kepada dua pramugari yang saat ini sedang menawarkan makanan dan minuman.


Pramugari kembali masuk ke ruangannya. Terlihat jelas lima pramugari lainnya yang sudah tertidur di tempat itu. Kedua pramugari itu mulai beraksi ke ruangan VIP yang terdiri dari 20 orang penumpang. 20 orang penumpang yang terdiri dari 1 menteri pertahanan negara D dengan di kawal 5 pengawal bersama dengannya beserta dengan 1 sekretarisnya. Dan 1 orang pengusaha berlian negara F dengan 5 pengawalnya juga. Tersisa hanyalah pengusaha biasa yang ada di dalam ruang VIP pesawat.


Pramugari mulai beraksi dengan menawarkan makanan dan minuman untuk para pengawal menteri pertahanan dan juga pengawal dari pengusaha berlian. Pramugari berusaha untuk menggoda mereka agar dapat meminta minuman atau makanan dari gerobak makanan yang dibawa oleh mereka berdua. Hanya tersisa 2 pengawal yang tidak mau makan dan minum dari mereka.


Pramugari menganggukkan kepalanya saat melihat semua pengawal tertidur dan menteri pertahanan dan pengusaha sedang berbincang. Tiba-tiba lelaki berbadan besar datang bersama dengan rekan lainnya dan mencoba untuk menyodongkan senjatanya ke arah dua orang penting itu. Seketika pengawal yang masih sadar tidak dapat melakukan sesuatu karena takut salah bertindak dan membuat bosnya tertembak.


Pria berkacamata menodongkan kepala pengusaha dan memerintahnya untuk berdiri mengikuti dirinya. Pria berbadan besar menembak kepala dua pengawal yang masih sadar itu dengan mengatakan bahwa ini adalah hari sial mereka karena tidak mengikuti rencana yang sudah mereka lakukan, jika saja mereka berdua tertidur tidak perlu repot-repot untuk melakukan penembakan dan kematian.


Lalu pria berbadan besar ke arah menteri pertahanan dengan menurunkan kepalanya dan menyuruhnya untuk ikut bersama dengannya. Mereka berdua tepat di depan pintu pilot dan kopilot. Menteri diperintahkan oleh pembajak untuk memberitahu kepada pilot bahwa mereka harus turun di negara D. Jika tidak maka seluruh penumpang yang ada di dalam pesawat akan jatuh dan meledak. Mereka yang ada di pesawat.


Pilot dan kopilot mendengarkan perintah itu menjadi terkejut dan juga bingung apa yang harus mereka lakukan. Menteri pertahanan langsung memerintah bahwa harus dilakukan untuk menyelamatkan seluruh penumpang dan mereka diperintahkan untuk segera memberikan informasi kepada bandara di negara di atas apa yang terjadi di dalam pesawat.


Pilot dan kopilot mengerti apa yang dimaksud dengan perintah menteri. Pria berbadan besar itu mengambil telepon dan memerintahkan pilot dan kopilot untuk tidak banyak bertanya karena bom akan dipasang pada badan menteri dan juga pengusaha serta satu bom yang ada di dekat mereka, tepatnya ada di samping tempat duduk mereka.


Pilot dan kopilot langsung melirik satu sama lain dan melihat ke arah kanan dan kiri mereka yang berada di tengah-tengah mereka dan saat di buka itu benar bawah ada bom di samping mereka bukan makanan atau minuman yang biasa tersimpan di dalam box itu.


"Jika kalian sudah melihat bom yang ada di samping kalian maka kalian sudah mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan untuk kita harus mendarat. Dan jangan lupa hubungi mereka untuk menyediakan mobil tank untuk kami.


Setelah mendengarkan ucapan dari pembajak, pilot dan kopilot langsung bertindak sesuai dengan yang diperintahkan. Sementara pembajak yang membawa menteri dan juga pengusaha memberikan bom pada tubuh mereka. Bom-bom yang di ambil dan di pasang oleh mereka itu berasa dari bom yang berada di dalam toilet yang di lihat oleh Kriss saat itu. Pembajak memasang bom tepat di tubuh menteri dan pengusaha. Menteri dan pengusaha yang ketakutan melihat bom di pasang pada mereka membuat mereka untuk melawan. Tapi hanya pengusaha yang bergerak terus membuat terkena luka tembak pada bahunya. Sedangkan menteri yang di perintahkan untuk diam, dia menjadi tenang dan mengikuti apa yang dikatakan pembajak. Mereka melilitkan bom pada tubuh menteri dan pengusaha sudah selesai.