Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Kriss Menyamar Menjadi Delivery



Kebiasaan Kriss yang suka melakukan hal baru dan tertarik untuk melakukan sesuatu saat kepalanya ingin meledak. Pikiran yang saat ini sedang memikirkan apa yang sudah dikatakan kepada Joy dan mendengar penjelasan Ron. Kriss keluar dan berjalan-jalan di jalan melihat seorang delivery pria paruh baya yang duduk karena baru saja mengalami kecelakaan ringan dengan sebuah mobil mewah.


Kriss melihat mobil mewah itu memutar balik haluan jalan lintas sehingga sedikit mengenai tempat makan sepeda motor pria itu yang membuatnya tidak seimbang dan terjatuh. Mobil itu pergi begitu saja tanpa melihat apa yang telah dilakukannya itu adalah salah. Kriss langsung melihat plat nomor dari mobil itu dan berjalan untuk menolong pria yang terjatuh.


"Apa paman baik-baik saja?" tanya Kriss yang mengangkat sepeda motor yang saat ini menimpa kaki kirinya pada bagian sepatu yang digunakan olehnya. Pria itu mengatakan bahwa dia baik-baik saja dan berusaha untuk berdiri namun kakinya terasa sakit ketika menopang tubuhnya.


Kriss langsung membantu laki-laki itu untuk berdiri. Kriss menyarankan untuk pergi ke rumah sakit dan melihat kakinya. Pria itu menolaknya dengan beralasan bahwa dirinya harus segera mengantarkan makanan yang sudah dipesan dari tempat yang bekerja. Jika tidak mengantarkan dengan tepat waktu maka akan mendapatkan masalah. Kriss yang mengerti keadaan pria itu, Kriss membuka sepatu yang digunakan oleh lelaki itu dan mencoba untuk mengurut kaki yang terkilir. Mengunakan kemampuan pengetahuan Kriss, Kriss mencoba yang terbaik dan membuat lelaki itu kesakitan saat Kriss membenarkan kakinya.


"Aku sudah memberikan pertolongan pertama, anda pergilah kerumah sakit. Aku akan mengurus sisanya." Kriss menawarkan dirinya untuk menggantikan pria ini mengantarkan makanan. Pria itu sempat untuk menolak namun Kriss tetap ingin membantunya sehingga membuat laki-laki itu percaya dan memberikan helm, jaket dan kunci kereta miliknya kepada Kriss.


"Antar ini ke kantor politik yang berada di jalan......." lelaki itu memberikan alamat kepada Kriss untuk pergi ke sana mengantarkan makanan yang sudah dipesan. Pria itu juga memerintahkan Kriss untuk melihat makanan yang ada di dalam gerobak makanan tidak rusak setelah terjadinya kecelakaan.


Kriss membuka gerobak makanan itu dan melihat bahwa semuanya baik-baik saja dan tidak ada rusak. Itu adalah makanan sandwich yang di letakkan ke tempat kotak makanan transparan yang dapat dilihat. Pria itu merasa lega melihat semua makanan baik-baik saja. Kriss membantunya untuk mencari taksi dan kemudian membantunya masuk ke dalam mobil taksi.


Kriss memakai jaket dan helm delivery serta menghidupkan sepeda motor dan segera pergi mengantarkan makanan yang sudah ada di dalam gerobak makanan. Kriss membutuhkan waktu 20 menit dari tempat kejadian menuju ke kantor yang dimaksud oleh alamat delivery.


Kriss mematikan keretanya di depan perusahaan dengan izin dari security yang ada di depan untuk meletakkan di depan kantor pos security. Kriss mengambil semua makanannya udah masuk ke dalam perusahaan. Secara kebetulan Kriss melihat seorang pria yang tidak asing bersama dengan beberapa orang yang mengikutinya. Pria itu adalah Eron, pria yang diincar olehnya saat ini untuk melakukan aksi balas dendam.


"Kebetulan." Ucap Kriss dalam hati melihat Eron yang masuk ke dalam lift bersama dengan 3 orang lainnya. Kriss berada di belakang mereka tanpa mereka hiraukan. Dan tidak menyangka Kriss mendengarkan sebuah obrolan yang membuat Kriss tersenyum.


Lift ini terbuka dan mereka keluar, Kriss aku juga ikut keluar karena tempat yang dituju oleh Kriss adalah tempat yang sama seperti mereka. Kriss melihat orang yang baru saja dibisikan oleh Eron pergi ke kanan berpisah dengan Eron yang maju ke depan. Kriss yang hanya melihat sekilas sambil berjalan ke kiri menuju ke tempat orang yang memesan. Kriss memberikan pesanan dan menerima tip.


Kriss melihat pria yang mendapatkan perintah dari Eron sedang berada di mesin penghancur kertas dengan wajah yang sangat hati-hati melihat kanan dan ke kiri dengan membawa banyak kertas dan berdiri di depan mesin penghancur kertas. Kriss langsung menyambungkan hal yang dilihatnya sama dengan hal yang diperintahkan oleh Eron. Kriss langsung bertindak melihat lingkungan sekitar.


Kriss berjalan ke arah toilet yang berada di samping ruang mesin fotocopy dan penghancur kertas. Kriss bergerak dengan pelan-pelan menggeserkan tong sampah yang berisi banyak kertas dan bawanya ke dalam toilet. Di dalam toilet tidak ada orang sehingga menjadikan kesempatan yang sempurna untuk menjalankan rencana Kriss. Kriss membakar kertas yang berada di dalam tong sampah lalu menaikkannya ke arah pendeteksi alarm kebakaran. Asap yang di akibatkan dari pembakaran kertas itu diarahkan ke luar.


Suara sirine kalau merem kebakaran dari perusahaan itu menyala sehingga membuat orang-orang yang berada di dalam gedung sangat panik. Mereka yang mendengarkan alarm kebakaran dan juga melihat asap keluar dari toilet sehingga membuat mereka semua berlari keluar untuk pergi dari ruangan.


Pria yang sedang menghancurkan kertas itu juga pergi lari karena dia hanya tinggal menunggu kertasnya hancur terpotong disana. Kriss melihat dari balik pintu toilet no sudah tidak ada orang yang berada disana dan melihat kamera cctv yang berjalan ke kanan dan ke kiri. Kriss berlari dan mengambil semua bukti yang terpotong dan belum terpotong oleh mesin. Memasukkannya ke dalam tempat kontak makanan dibawa olehnya tadi. Lalu menggantikan tong sampah yang sudah tidak ada isinya itu menjadi tong sampah yang berada di samping.


Setelah mendapatkan barang bukti yang diinginkan olehnya, Kriss berjalan ke arah keluar dengan menggunakan helm. Kriss berhasil mendapatkan bukti tanpa terlihat di kamera dan melihat semua berjalan dengan lancar. Kriss langsung pergi meninggalkan gedung dengan membawa tempat makan yang berisi kertas-kertas itu.


Setelah kepergian Kriss dari gedung. Suasana di gedung menjadi terkendali saat seseorang petugas memeriksa bahwa itu hanyalah kebakaran pada tong sampah yang berada di toilet. Mereka menganggapnya itu hanyalah sebuah kecelakaan yang diakibatkan oleh sebatang rokok yang dibuang ke dalam tong sampah, padahal larangan merokok sudah ada.


Pria yang tadi menghancurkan bukti pada mesin penghancur kertas melihat bahwa semua kertas ada di tong sampah yang dibawa olehnya untuk dihancurkan telah selesai. Pria itu merasa lega dan juga bertugas melaporkan hal itu kepada Eron.


Beberapa orang petugas sedang pemerintah orang-orang untuk tidak masuk lebih dulu ke dalam ruangan karena mereka ingin membereskan kekacauan yang terjadi. Sehingga mereka semua yang masuk ke dalam ruangan dengan terburu-buru mundur mengikuti perintah petugas.