
Joy yang sudah masuk ke dalam asrama rumah sakit. Kriss yang berjalan kembali dan melewati 5 orang yang telah bersembunyi di sekitar balik dinding-dinding bangunan rumah sakit. Kriss berpura-pura tidak memperdulikan dan saat mereka semua lengah, Kriss tiba-tiba memukul mereka satu persatu sehingga mereka semua kalah.
Kriss menyatukan mereka berlima di depannya. Mengumpulkan mereka berlima di dekat taman yang tertutup oleh pagar bunga di jalanan. Mereka semua sudah babak belur di hajar Kriss. Wajah mereka yang ketakutan dan juga sangat tidak ingin melihat Kriss.
"Kenapa kalian mengikuti Joy?" tanya Kriss dan mereka semua tidak ada menjawab sama sekali. Kriss kembali bertanya untuk kedua kalinya tapi kali ini bukan hanya menerima jawaban namun hanya melihat mereka yang saling menatap.
Kriss kembali mengancam dengan menampilkan kedua tangannya di depan mereka berlima. Dengan rasa takut yang besar atas ancaman yang diberikan oleh Kriss. Mereka berani berbicara, mereka hanya menjalankan misi untuk menculik Joy. Mendengar jawaban mereka, Kriss dengan mata yang tajam melihat mereka dan semakin mengintrogasi.
Mereka berlima menjawab bahwa mereka mendapatkan sebuah perintah yang di kirim secara online. Mereka juga tidak mengetahui siapa yang menelpon mereka, karena uang muka sudah di di transfer sehingga mereka harus menyelesaikan tugas yang di berikan oleh client setelah itu baru mendapatkan bayaran penuh dari hasil pekerjaan mereka.
"Kami akan membawa nona Joy ke jalan hutan venus dan mengurungnya di dalam bangunan tua di sekitar hutan itu. Hanya itu perintah dari client yang menghubungi kami. Soal siapa client kami, kami tidak mengetahui karena mereka akan selalu menggunakan nomor rahasia dan identitas rahasia.
Kriss melihat ada sebuah obat bius dan sebuah sapu tangan di depan kantong baju mereka. Kriss yang melihat langsung mengambilnya dan membuat mereka semua di beri obat bius. Kriss menutup pintu mikir mereka dengan menggunakan sapu tangan yang sudah diberikan obat bius. Mereka semua menjadi tidak sadarkan diri.
Kriss mengambil ponsel mereka dan mencari tau nomor yang telah menyewa mereka untuk melakukan tindakan ini. Kriss membawa salah satu ponsel mereka dan mulai mencari tahu tentang keberadaan dari nomor handphone yang telah menghubungi mereka. Dan benar saja, saat Kriss mau masuk ke dalam mobil yang sudah di menunggunya. Ternyata nomor itu adalah nomor Veronica.
"Roy, aku ada pekerjaan untuk mu bersama Baron." Ucap Kriss kepada Roy yang sedang menyetir.
Roy bertanya pekerjaan apa yang dimaksud oleh Kriss. Kriss menjelaskan apa yang harus mereka berdua kerjakan. Setelah mendengarkan Kriss yang berbicara, Roy mengerti apa yang harus dilakukan. Mereka pergi ke apartemen bersama-sama.
Saat mereka sampai, Roy langsung menjelaskan kepada Baron apa yang harus di kerjakan oleh mereka berdua. Kriss menunggu di ruang rapat yang berada di lantai 1. Roy dan Baron langsung pergi ke lantai 5 dimana apartemen Veronica berada.
Kriss sudah mensabotase CCTV yang berada di lantai 1-5 agar tidak merekam apa yang akan terjadi. Pengawal-pengawal yang lain juga sudah membereskan penghuni yang lain dengan mengatakan untuk tidak keluar dari apartemen karena adanya pemadaman listrik selama setengah jam karena perbaikan di apartemen mereka.
Roy dan Baron bersembunyi di balik pintu saat Veronica membuka pintu apartemen. Veronica yang berjalan ke depan diikuti mereka berdua. Saat melihat kanan dan kiri sudah aman, Roy menggunakan kain hitam menutup kepala Veronica. Baron menggunakan tangannya untuk menekan kedua tangan Veronica di belakang.
"Kalau kau mau selamat ikutin kami." Ucap Roy menggunakan suara suling bukan suara aslinya.
"Siapa? Siapa kalian?" tanya Veronica yang akan melawan dengan menggerakkan suluh tubuhnya. Baron menggunakan pistol yang di tembakkan ke arah sampah membuat Veronica terdiam dan tidak memberontak lagi.
"Kalau kau tidak bisa diam, peluru ini akan tembus di kepala mu." Ucap Baron yang menggunakan suara suling juga untuk menyembunyikan suara aslinya. Pistol yang baru saja di gunakan untuk menembak di arahkan untuk menodong kepala Veronica. Veronica yang merasakan bahwa pistol itu menyentuh kepalannya menjadi terdiam dan tidak bergerak-gerak untuk melepaskan diri lagi.
Roy menyuruh Veronica untuk berjalan mengikuti mereka berdua. Mereka masuk ke lift dan menuju ke ruang aula. Kriss duduk menunggu dengan keadaan gelap di dalam aula. Hanya ada satu cahaya dari satu lilin yang berada di tempat itu. Tangan Veronica di ikat menggunakan tali dan penutup kepalannya di buka. Seolah-olah ruangan aula itu adalah ruangan gelap yang hanya memiliki satu cahaya lilin aja.
"Aku di mana? Kalian siapa?" tanya Veronica yang melihat sekitar ada 3 orang yang di depannya dan ia tidak melihat apa-apa lagi di sekitar. Roy menempelkan penutup mulut untuk membuat Veronica tidak banyak bicara. Roy dan Baron menganggukkan kepalanya lalu Kriss meminta mereka berdua untuk menjaga pintu. Mereka berdua keluar dan membuatkan Kriss berada di dalam bersama dengan Veronica.
"Sebenernya perempuan itu salah apa? Aku dengar bahwa tuan muda Kriss sangat jarang mau berurusan dengan perempuan? Bahkan dia sangat tidak suka di dekati oleh perempuan? Apa perempuan itu menolak tuan muda Kriss?" Roy bertanya-tanya.
"Sepertinya tidak, kau lihat tadi bagaimana tatapannya? Tatapan benci, jijik yang terlihat dari raut wajahnya. Apa kita dengarkan saja?" tanya Baron yang ingin tau. Roy menganggukkan kepalanya dan langsung membuka sedikit pintu untuk mendengar Kriss berbicara.
"Padahal aku sudah memperingati mu tadi siang di rumah sakit untuk tidak menyentuh Joy. Tapi malam ini kau kirim 5 orang untuk menculik ya?" tanya Kriss di depan Veronica dengan menggunakan topeng hitam berbentuk naga dan suara yang seram dan bernada tinggi. Veronica terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Kriss dan mulai berfikir apa yang terjadi tadi siang bukanlah sebuah kebetulan dan juga memang benar bahwa dia telah menyewa 5 orang untuk menculik Joy.
"Kenapa kau bingung kenapa aku bisa tau? Bukan hanya itu saja yang aku ketahui Veronica. Peringatan yang aku katakan untuk mu pertama kali bukanlah peringatan pertama tapi sudah peringatan yang ketiga kalinya dan kali ini sepertinya aku harus melakukannya sedikit kasar kepada mu agar kau mengerti sampai mana batas kesabaran ku." Ucap Kriss dengan menggunakan pistol di dahi Joy