
Sejak Joy membawa Kris ke dalam apartemen dan memberikan larangan untuk tidak masuk ke dalam pintu. Kriss menyebutnya adalah pintu rahasia milik Joy. Pintu yang terbuat dari besi dengan kode sidik jari dan angka untuk membukanya. Kriss benar-benar penasaran apa yang ada di dalam pintu itu. Rahasia apa yang di sembunyikan oleh Joy.
Sarapan pagi yang dibuat oleh Kris sebenarnya adalah sebuah kamuflase untuk memberikan ruang untuk mendapatkan sidik jari dari Joy untuk membuka pintu rahasia. Kriss sudah membaluri silikon tipis yang ada di gelas susu milik Joy. Kriss meletakkan silikon tipis yang ada di sendok dan juga meja.
Joy menggunakan gelas berisi susu yang telah disediakan oleh Kriss. Joy menikmati sarapan pagi yang dibuat oleh terus tanpa sedikitpun kecurigaan yang terletak pada diri Kriss. Joy merasa sangat beruntung karena telah membawa Kriss ke apartemennya sehingga mendapatkan makanan yang lezat di pagi hari. Joy juga menerima bekal yang sudah disiapkan oleh Kriss untuk dibawa ke rumah sakit.
Melihat Joy menutup pintu apartemen untuk pergi ke rumah sakit, Kriss berjalan menuju ke arah pintu dan melihat sosok punggung Joy yang lama-kelamaan pergi meninggalkan apartemen. Kriss melihat keadaan yang sudah aman membuat dirinya mulai beraksi.
Ada beberapa CCTV yang ada di dalam apartemen Joy yang telah disembunyikan di setiap sudut ruangan. Kriss mengetahui hal ini dan akan memiliki dari mensabotase cctv Joy. Kriss mengetahui bahwa hanya kamar Joy yang tidak di pasang cctv. Kriss berjalan dan masuk ke dalam kamar Joy bertepatan pintu kamar yang tidak di kunci.
Kriss masuk ke dalam kamar, melihat seperti kamar biasa pada umumnya. Tapi saat Kriss melihat sebuah desain dinding lemari buku yang begitu mencurigakan, Kriss mulai berjalan dan melihat dengan teliti setiap buku dan benda-benda yang ada di dinding seperti lemari itu. Kriss mencari sebuah tombol yang mungkin saja adalah pintu rahasia di balik kamar Joy.
Beberapa menit berlalu, Kriss sudah memeriksa satu persatu benda yang ada di lemari dinding dan tidak menemukan apapun sampai sebuah buku tiba-tiba jatuh di bawah lantai, Kriss mengambilnya dan melihat sebuah tombol yang ada di samping tempat tidur Joy. Kriss mengembalikan buku yang jatuh di tempat semula dan melanjutkan mengecek tombol yang ada di samping tempat tidur Joy. Dan benar saja itu adalah tombol.
Jika hanya di lihat sekilas, itu hanyalah sebuah lukisan bunga yang terlukis di dinding kamar Joy, namun ternyata lukisan gambar bunga itu hanya untuk menutupi tombol tersebut. Kriss menekan tombol merah pada kelopak bunga mawar yang jika di lihat dari depan, namun saat di lihat dari samping terlihat menonjol sebuah tombol.
Lemari buku yang berada di dekat tempat tidur Joy berputar 90 derajat seperti sedang membuka sebuah ruangan tersembunyi. Kriss tersenyum karena dugaan pikirannya ternyata benar. Melangkah masuk dan melihat ada 3 layar yang menampilkan CCTV seluruh ruangan apartemen Joy. Dan betapa terkejutnya Kriss melihat sebuah dinding dengan berbagai senjata api yang ada di dalam ruangan itu.
"Untuk apa jenis pistol ada di dalam ruangan ini dan juga berbagai senjata tajam ada di sini?" tanya Kriss dalam hati.
Kriss mengambil silikon tipis yang diletakkan olehnya dari gelas Joy menggunakan alat pencapit kertas, Kriss mendapatkan sidik jari Joy kemudian langsung menempelkan ke alat deteksi sidik jari. Kerja keras Kriss terbayar dengan terbukanya pintu rahasia yang menggunakan sidik jari Joy sebagai kuncinya.
Saat masuk ke dalam ruangan, Kriss kembali terkejut dengan sesuatu yang ada di balik pintu rahasia. Hanya ada satu buah laptop yang ada di atas meja. Dan ternyata ruangan itu adalah tembusan dari ruangan kamar Joy. Tapi ruang ini hanyalah sebuah ruangan kecil dengan satu buah laptop di atas meja. Tapi meja yang ada di ruangan ini adalah meja desktop komputer.
Kriss langsung mengambil flasdisk miliknya untuk mengambil database yang ada di laptop Joy. . Kriss juga menamakan aplikasi yang dapat melihat segala aktifitas Joy saat menggunakan laptopnya.Lalu melanjutkan memeriksa hal lainnya saat menunggu semua database tercopy dan terinstal. Kriss berjalan ke arah dinding yang berisi banyak foto dan tulisan serta benang merah.
"Apa yang sebenarnya yang di cari oleh wanita ini? Dan siapa dia sebenarnya? Semakin aku ingin mengetahui siapa dia, semakin aku penasaran tentang siapa dia sebenarnya." Jawab Kriss dalam hati dengan melihat semua hal yang ada di balik pintu rahasia.
Kriss juga menemukan beberapa album foto dan catatan-catatan buku seperti buku diary. Dengan cepat Kriss membaca buku itu dengan sisa waktu yang tersisa untuknya berada di dalam pintu rahasia. Kriss hanya membaca 5 buku dari 7 buku yang ada di dekat dinding itu. Setelah alarm jam milik Kriss berbunyi, Kriss harus keluar dari ruangan.
Kriss meletakkan buku-buku diary yang sudah di baca olehnnya dengan rapi seperti sedia kala, dan memfoto dinding dengan catatan foto orang serta mencabut flasdisk yang ada di laptop. Kriss tidak lupa mematikan laptop Joy dan meletakkan sesuai dengan tempatnya tadi tanpa kurang satu inch pun dari tempat semula. Kriss benar-benar sudah melakukan hal yang tidak akan meninggalkan jejak sedikit pun.
Semua hal yang ada di balik pintu rahasia tidak ada yang berkurang dan meninggalkan jejak di dalamnya. Kriss keluar tepat waktu dan CCTV kembali seperti semula saat merekam sekitar.
Kriss berada di dalam kamar dan ingin memulai penyelidikannya namun ia tak memiliki laptop untuk membangunnya sehingga dirinya mengurungkan niatnya dan memilih untuk membersihkan rumah dan membuat makanan untuk makan malam.
"Tak ada yang bisa aku lakukan selain ini, setelah semua beres sepertinya aku hanya bisa menunggu Joy kembali dengan menonton tv." Jawab Kriss dalam hati melihat jam yang sudah pukul 06.00 PM. Kriss pergi ke ruang tamu setelah selesai membersihkan diri dan membaringkan tubuhnya di atas sofa serta menekan tombol on pada remote ke arah TV.