Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Kriss Di Rawat Joy



"Dok, tunggu." Ucap Joy yang sedang berlari ke arah dokter.


"Bagaimana bisa dokter mengatakan diagnosa di depan pasien?" tanya Joy.


"Bukankah itu adalah hal yang normal? Lagi pula tidak ada yang perlu untuk di sembunyikan di depan pasien seperti dia. Dia hanya hilang ingatan sementara." Ucap dokter yang cuek lalu meninggalkan Joy.


"Tidak ada tatakrama." Ucap Joy dalam hati melihat dokter yang menangani Kriss ternyata sangat menyebalkan.


"Nona jangan di ambil hati, dokter itu hanya dokter koas yang besok akan segera berakhir." Jawab seorang perawat yang membisikkan Joy. ( Koasisten adalah kegiatan praktik para dokter muda di rumah sakit.).


"Oh, jadi begitu. Aku kira dia adalah dokter senior yang sering menangani pasien di bagian ini." Jawab Joy yang sadar bahwa dokter yang memeriksa di ruang radiologi dengan yang baru saja itu berbeda.


"Masih menjadi Koas aja sudah sombong. Atau jangan-jangan sedang datang bulan makannya begitu." Jawab Joy dalam hati dan tidak memperdulikan hal itu lagi.


Joy langsung ke arah apotik untuk mengambil obat Kriss. Lalu kembali ke ruangan Kriss.


"Kau pasti lapar bukan? Aku sudah meminta makanan di rumah sakit maka makanlah dengan baik." Jawab Joy yang membawa bubur yang diambil dari perawat.


"Bisakah aku memakan lebih layak untuk di makan?" tanya Kriss setelah menggelengkan kepalanya melihat tampilan bubur yang ada di depan meja.


"Dimana aku harus mencari makanan malam-malam begini? Lagi pula kau itu baru saja sadar jadi makan saja ini dulu. Besok aku akan membelikan makanan yang kau suka." Jawab Joy yang sedang membujuk Kriss untuk memakan bubur yang ada di depan.


"Ini karena aku sudah sangat lapar." Jawab Kriss yang merasakan perutnya sudah keroncongan belum ada makan.


"Iya, iya. Apakah kau benar-benar tidak bisa mengingat dimana rumah mu atau kartu identitas mu bahkan tidak ada." Jawab Joy. Lalu Kriss menghentikan makan dan mencoba berusaha mengingat namun menggelengkan kepalannya dan berpura-pura kepalanya sakit.


"......" Kriss menggelengkan kepalanya.


"Sudah-sudah, jangan lagi di bahas. Jangan dipaksa untuk mengingatnya. Aku akan merawat mu hingga kau benar-benar pulih." Jawab Joy.


"....."Kriss meletakkan mangkok bubur dan sendok lalu menatap Joy.


"Ini minum ya." Jawab Joy yang mengerti isyarat Kriss meminta air setelah selesai makan. Kriss menerima gelas itu dan meminumnya.


"Bagaimana aku bisa disini?" tanya Kriss.


"Karena kamu sudah menyelamatkan aku. Beberapa jam yang lalu, aku terjatuh dari parasut terjun payung dan saat itu kau ada di dalam hutan dan berlari menolong ku. Tapi karena sedikit terkejut, aku membuat kita berdua terjatuh di jurang. Untung saja jurangnya tidak terlalu jauh, mungkin hanya sekitar 10 meter. Dan luka yang ada di kepala mu adalah luka yang di akibatkan oleh benturan di akar pohon. Maaf, demi menyelamatkan ku kau sampai terluka." Jawab Joy.


"Kenapa aku bisa ada di kejadian itu?" tanya Kriss dengan berakting wajah bingung.


"Aku juga tidak mengetahui hal itu. Mungkin saja kau adalah seorang pendaki " Jawab Joy.


"Jika memang seperti itu, dimana rumah ku?" hanya Kriss.


"Sudah-sudah, jangan di bahas hal itu lagi. Sekarang pulihkan luka luar mu. Dan berdiam diri dengan tenang di ruangan ini. Setelah dokter mengatakan untuk pulang maka kita akan pulang." Jawab Joy.


"Pulang?" tanya Kriss.


"Iya, pulang bersama dengan Ku." Jawab Joy yang sedang mengajak Kriss untuk tinggal bersama dengannya di apartemen.


"Benarkah itu tidak apa-apa? Bagaimana dengan orangtua dan saudara-saudara mu?" tanya Kriss.


"Hmmmmm. Apa bisa sewakan aku apartemen saja?" tanya Kriss.


"Kenapa lelaki ini malah meminta apartemen sendiri?" tanya Joy dalam hati.


"Aku tidak seperti yang kau fikirkan. Tapi aku tidak suka jika kita tinggal bersama. Aku bingung untuk menjelaskan alasannya karena aku juga tidak mengetahuinya. Hanya saja aku merasa tidak menyukainya." Jawab Kriss.


"Aku tidak memiliki banyak uang untuk menyewa apartemen sendiri untuk mu. Tenang saja, apartemen milik ku hanya kita berdua dengan 2 kamar, jadi kita masing-masing memiliki satu kamar. Jangan takut dengan ku. Apakah kau benar-benar tidak percaya dengan ku? " tanya Joy.


"Aku ingin istirahat." Jawab Kriss yang menidurkan tubuhnya dan menarik selimut lalu memejamkan matanya.


"Baiklah. Selamat istirahat." Jawab Joy.


Mereka bermalam di rumah sakit F. Yang sebenarnya adalah rumah sakit Feng, Abang ipar Kriss sendiri. Namun saat ini, Feng tidak mengetahui bahwa adik iparnya sedang di rawat di rumah sakit miliknya. Begitu juga dengan Kriss yang tidak mengetahui tentang keberadaan dirinya berada dimana.


Keesokan hari nya, Kriss pergi keluar di waktu subuh untuk menunaikan ibadah. Saat Kriss keluar keliling rumah sakit, dia baru saja ingat dengan semua yang dilihat olehnya yang tidak asing.


"Benar, pantas saja sejak tadi aku mengira bahwa semua hal ini sangat familiar. Ternyata ini adalah rumah sakit F, rumah sakit milik Abang Feng." Jawab Kriss dalam hati.


Setelah itu Kriss berada di taman dan di jumpai oleh Joy yang sedang membawa sarapan pagi yang di buat olehnnya sendiri.


"Kenapa ada di sini?" tanya Joy.


"Hanya ingin melihat warna hijau dan menghirup udara segar." Jawab Kriss yang duduk di kursi taman rumah sakit.


"Apa ini juga alasan dirinya berada di hutan itu sendirian?" tanya Joy dalam hati melihat Kriss sedang menatap pemandangan taman rumah sakit.


"Oh ya ini, aku membawakan jus blueberry dengan tambahan susu kambing dan juga ini madu untuk mu. Untuk makanannya sup ikan untuk daya ingat mu, tapi ini di makan nanti siang saja. Untuk pagi ini minum ini saja ." Jawab Joy dan Kriss menerima nya.


"Oh ya, aku sudah bertanya kepada dokter bahwa kau besok sudah bisa pulang dan di rawat di rumah saja. Satu Minggu sekali akan memeriksa." Jawab Joy.


"Aku hanya bisa menerimanya saja. Oh ya minuman ini terlalu banyak susu. Lain kali banyakin buahnya saja." Jawab Kriss.


"Oke " Jawab Kriss.


.


"Oh ya, hari ini aku harus mengurus berkas diri dan surat dari kampus untuk magang di sini?" Jawab Joy.


"Magang?" tanya Kriss.


"Iya. Untuk menyelesaikan magang dalam menunjang tugas akhir. Aku harus mengikuti hal ini. Jadi mulai besok sudah harus bekerja untuk mengumpulkan penelitian." Jawab Joy.


"Oh, semangat lah." Jawab Kriss yang cuek dan masih saja menikmati makanan sup ikan miliknya.


"Pasti, besok aku akan datang untuk melihat keadaan mu dan membawakan makanan untuk mu. Aku sudah tidak bisa untuk menemani mu 24 jam di sini." Jawab Joy.


"Tidak apa-apa, jangan khawatir. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan." Jawab Kriss.